Confirmed: Stefan Bradl (Juara Moto2 2011) bersama LCR Honda MotoGP untuk Dua Musim, Suzuki Absen

Satu lagi tempat untuk MotoGP musim 2012 dipastikan diisi oleh Stefan Bradl. Pembalap juara dunia Moto2 ini memastikan kiprahnya dengan naik kelas di MotoGP setelah melakukan kesepakatan kontrak selama 2 musim bersama tim LCR Honda MotoGP menggantikan Toni Elias yang tidak bisa menampilkan performa yang cemerlang ditengah kebesaran nama Honda di 2011.

Nampaknya Lucio Cecchinello, bos tim LCR kepincut dengan hasil tes yang ditampilkan oleh Bradl di Valencia lalu di atas Honda RC212V. Dari hasil itu pula lah Lucio memastikan akan memberikan tempat bagi Bradl untuk menyemplak Honda RC213V pada musim 2012 nanti.

Suzuki Keluar dari MotoGP

Ironis dengan kabar dari tim LCR Honda yang merupakan tim privateer, tim pabrikan, Rizla Suzuki justru tidak mampu melanjutkan persaingan di MotoGP musim depan dan menyatakan mundur mengikut langkah pabrikan Kawasaki yang sudah mundur 2 tahun sebelumnya. Padahal, Suzuki sempat mengikuti tes di Valencia dengan mengundang pembalap Ducati, Randy de Puniet, namun hasil semua itu tidak cukup membuat tim Rizla Suzuki untuk percaya diri tampil di persaingan MotoGP 2012.

Di tengah keganasan atmosfer persaingan MotoGP yang mengorbankan 2 tim pabrikan besar, Kawasaki dan Suzuki, juga membuat tim pabrikan Yamaha Factory juga ‘engap-engapan’, kita sedikit terhibur dengan kemunculan beberapa tim CRT yang akan berlaga di musim 2012, namun memang sayangnya motor-motor mereka masih sangat jauh untuk bersaing dengan motor-motor prototype yang digunakan baik oleh tim pabrikan maupun satelit.

Iklan

Sepakbola Seagames 2011, Indonesia vs Kamboja (6-0), Timnas U-23 Lebih Kreatif dari Timnas Senior

Kemenangan Timnas U-23 atas Kamboja memang bukan suatu hal yang mengagetkan. Namun ada secercah harapan bagi Indonesia untuk mengakhiri puasa gelarnya di Seagames sejak 20 tahun silam.

Harapan itu muncul dengan terlihatnya permainan cemerlang yang ditampilkan Timnas U-23. Bahkan bila dibandingkan dengan timnas senior terlihat timnas u-23 lebih kreatif dalam membangun serangan dalam membongkar pertahanan lawan. Hal itulah yang sulit terlihat dari timnas senior yang selalu tampil monoton ketika bertemu dengan tim-tim yang membangun pertahanan kuat.

Kreatifitas timnas u-23 begitu terlihat dalam pertandingan tersebut dimana pada babak pertama timnas u-23 mampu dengan sangat mudah membanjiri Kamboja dengan 4 gol. Namun pada babak kedua terlihat Kamboja merubah strategi permainannya dan cukup menyulitkan timnas u-23 untuk menambah pundi-pundi golnya hingga 20 menit babak kedua. Namun seiring kesulitan tersebut timnas u-23 tampil lebih kreatif dengan meningkatkan akselerasi dan spekulasi di jantung pertahanan Kamboja. Hasilnya; 2 gol tambahan tercipta dan momen-momen indah yang hampir menghasilkan gol-gol lainnya.

Tentu hal ini nampaknya ditunjang oleh kekuatan fisik yang tidak mudah kendor khususnya di babak kedua, semangat pembuktian yang lebih kentara dan kerjasama tim. Ketiga hal itulah yang menjadikan kreatifitas serangan menjadi sinergis dan efektif dan hal itu yang sulit terlihat di timnas senior.

Meski demikian, ujian sesungguhnya bagi timnas u-23 akan terlihat pada 3 pertandingan selanjutnya melawat tim kuat di grup maut ini, yaitu Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan bila timnas u-23 mampu konsisten dengan permainan cemerlang dan kreatif tersebut mungkin para pemain timnas u-23 ini perlu lebih banyak dipertimbangkan untuk masuk dalam skuad timnas senior.

Final Result MotoGP Australia – Casey Stoner Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) - Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) – Juara Dunia MotoGP 2011

Akhirnya Casey Stoner memastikan dirinya sebagai Juara Dunia MotoGP 2011 di kampungnya sendiri sekaligus menjadi hadiah buat ulang tahunnya sendiri yang jatuh tepat pada hari ini. Sekaligus membuktikan Stoner sebagai King of Philip Island selama 5 tahun berturut-turut.

Yamaha Factory Absen, Honda merajalela

Dengan absennya tim Yamaha Factory Racing, praktis race seperti Honda OMR (One Make Race) yang lain cuma bisa buntutin jauh dari belakang seolah cuma sebagai penggembira saja. Bagaimana tidak, dengan absennya tim pabrikan Yamaha yang merupakan satu-satunya tim yang mampu menggerecokin tim Honda, Honda begitu merajalela dirace dengan menempatkan 4 motornya sekaligus finish berurutan di depan.

Simoncelli mampu memperbaiki prestasi tertingginya di MotoGP dengan meraih podium kedua setelah menang duel dengan Dovizioso menjelang finish.

Pedrosa harus mengakui kekuatan ambisi Dovizioso untuk membantah Honda yang telah menganakitirkannya. Ia pun gagal naik podium karna kalah tangguh dan konsisten dari Dovizioso.

Race berjalan sebenarnya cukup seru, kurangnya karna tidak terjadi persaingan sengit antara pabrikan di lintasan. Honda terlalu digdaya buat Ducati dan Suzuki, dengan mudah sercara beruntun Simoncelli, Dovizioso dan Pedrosa mengovertake Hayden dan Bautista.

Rossi yang start di posisi ke-11 mampu merangsek di posisi ke-7. Untuk kemudian melewati rekan setimnya yang kesulitan melawan Bautista, namun naas ketika sudah melewati Bautista di tikungan, Rossi terjatu yang mungkin karena sirkuit mulai basah karena hujan.

Karena hujan yang mulai turun pula beberapa pembalap lain terjatuh, padahal sudah disiapkan motor pengganti buat mereka. Abraham, Aoyama, Crutchlow dan Bautista pun menjadi korban. Namun Abraham sedikit beruntung karna masih bisa menghidupkan motornya.

Di 4 lap terakhir nampaknya hujan lebih besar sehingga beberapa pembalap mengganti motornya, namun 4 pembalap Honda di depan lebih memilih mengamankan posisi dengan melambat, disinilah menjadi momen bagi Simoncelli untuk mencuri kembali podium 2 yang sempat diambil Dovizioso.

Stoner sangat lihai melibas jalanan yang sudah basah meski dengan ban yang memang bukan disiapkan melintasi lintasan basah dan akhirnya ia pun menjadi Juara Dunia MotoGP 2011 sekaligus dua kali menjadi juara dunia motoGP dengan tim dan pabrikan yang berbeda (Ducati dan Honda)

Moto2

Sementara dari Moto2, Marquez yang start paling buncit karena penalti begitu menggila hingga mampu meraih podium 3. Namun itu tak cukup buatnya tuk mengamankan posisinya di puncak klasemen karena rivalnya Bradl finish kedua. Dengan demikian Bradl merebut kembali puncak klasemen dari Marquez dengan selisih 3 poin. Pertarungan pun akan berlanjut di Sepang dan Valencia.

Berikut hasil lengkapnya:

Pos./Points/Num./Rider/Nation/Team/Bike/Km/h/Time/Gap

1/25/27/Casey STONER/AUS/Repsol Honda Team/Honda/171.4/42’02.425
2/20/58/Marco SIMONCELLI/ITA/San Carlo Honda Gresini/Honda/171.3/+2.210
3/16/4/Andrea DOVIZIOSO/ITA/Repsol Honda Team/Honda/171.2/+2.454
4/13/26/Dani PEDROSA/SPA/Repsol/Honda Team/Honda/170.5/+13.160
5/11/5/Colin EDWARDS/USA/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/169.3/+30.886
6/10/14/Randy DE PUNIET/FRA/Pramac Racing Team/Ducati/168.1/+48.800
7/9/69/Nicky HAYDEN/USA/Ducati Team/Ducati/166.4/+1’16.314
8/8/24/Toni ELIAS/SPA/LCR Honda MotoGP/Honda/164.9/1 Lap
9/765/Loris CAPIROSSI/ITA/Pramac Racing Team/Ducati/164.6/1 Lap
10/6/17/Karel ABRAHAM/CZE/Cardion AB Motoracing/Ducati/156.1/2 Laps

Not Classified

19/Alvaro BAUTISTA/SPA/Rizla Suzuki MotoGP/Suzuki/171.9/4 Laps
7/Hiroshi AOYAMA/JPN/San Carlo Honda Gresini/Honda/170.6/4 Laps
35/Cal CRUTCHLOW/GBR/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/170.6/4 Laps
46/Valentino ROSSI/ITA/Ducati Team/Ducati/172.2/14 Laps

*) klasemen pembalap, konstruktor dan tim klik disini

Peta Persaingan Race MotoGP 2011

Setelah berlalu 9 seri atau setengah perjalanan, kita bisa melihat dengan jelas peta persaingan race di MotoGP 2011 ini, baik dari sudut pandang kontribusi pabrikan berupa performa sebuah motor prototype dunia ataupun dari sisi skill individu para pembalapnya.

Performa Motor:

1. Honda Class

Motor-motor yang diproduksi pabrikan Honda (RC212V) nampak sangat powerfull di lintasan terlebih di trek lurus. Pada umumnya para pembalap yang menggunakan motor ini mampu melakukan overtaking di lintasan lurus. Namun sedikit kekurangan dari motor ini adalah kekurang stabilannya ketika memasuki tikungan sebagaimana pernah diungkapkan Stoner. Maka tidak heran bila pembalap seperti Lorenzo sering menaklukkan Stoner, Pedrosa atau Dovizioso di tikungan, atau Spies yg dua kali memenangkan battle dari Simoncelli juga memanfaatkan tikungan.

Lalu bagaimana dengan Toni Elias dan Aoyama yg juga mengendarai RC212V-nya Honda? Wah sepertinya memang power is nothing buat mereka yang skill-nya tidak seimbang dengan motor yang diberikan. Terbukti Simoncelli yang notabene satu tim dengan Aoyama mampu bersinar dengan acap kali meraih pole position. Namun untuk kasus Toni Elias ditambah lagi dengan keberadaannya pada team anak tirinya Honda (LCR) yang tidak didukung penuh oleh HRC seperti halnya Repsol Honda dan San Carlo Honda Gressini.

2. Yamaha Class

Performa motor Yamaha (YZR M1) sedikit dibawah RC212V-nya Honda, terlebih lagi ketika di awal-awal musim, M1 begitu mudah ditaklukkan oleh RC212V-nya honda meskipun sedang ditunggangi oleh Dovizioso atau Simoncelli untuk menaklukkan pembalap sekaliber Lorenzo. Namun berkat kritikan dan kekhawatiran Lorenzo, pihak Yamaha Factory Racing berbenah dan memodif fairingnya sehingga kini M1 mulai bisa bejaban dengan RC212V.

Selain motor ini dikenal sebagai motor yang paling stabil di tikungan, Yamaha Factory Racing pun memang selalu tepat dalam memilih pembalap beberapa tahun terakhir ini. Sehingga kekurangan yang ada pada M1 ditutupi oleh skill pembalap-pembalap mereka yang jenius membaca lintasan. Kalau sekarang ada Lorenzo dan Spies, sebelumnya ada Rossi ‘The Doctor’.

3. Ducati Class

Tahun ini motor keluaran Ducati (Desmosedici GP 11) memang nampak bermasalah, kekurang stabilan dan sulit menemukan set up yang pas membuat motor ini under performa mengingat karakter motor tersebut yang liar. Bayangkan, seorang pembalap 9 kali juara dunia yaitu Valentino Rossi harus mengalami musim terburuk di sepanjang sejarang keikutsertaannya di MotoGP semenjak ia mengendarai GP11 ini. Alih-alih melakukan perbaikan dengan mengeluarkan GP11.1 untuk Rossi, malah Rossi harus start di posisi paling buncit ketika race di Sachsenring lalu, dan finish dibawah motor keluaran Suzuki (XRG1).

Satu lagi motor yang masuk dalam kelas ini adalah GSV-R-nya Suzuki yang tahun ini ditunggangi oleh Alvaro Bautista.

Skill Pembalap:

1. Kelas Atas

Di kelas ini ada 4 pembalap, yaitu Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner. Saya masih menempatkan Rossi di urutan pertama meskipun saat ini ia berada di peringkat empat klasemen, karena memang ia seorang dokter bagi kemampuan motor, seorang seniman di sirkuit yang mampu mempertontonkan skillnya hingga membuat penonton yakin bahwa Rossi lah yang akan menang ketika dia harus fight, dan juga ia seorang legenda hidup MotoGP saat ini. Rossi pernah 7 kali juara dunia dengan 3 motor berbeda (Honda NSR 500, Honda RC211V dan Yamaha M1) itu artinya kedigdayaan Rossi tidak terlalu dipengaruhi oleh jenis motornya. Adapun sekarang, saya melihat karna Ducati Desmosedici GP 11 terlalu memble untuk bersaing dengan motor-motor kelas Honda dan Yamaha, meski demikian ia bisa menjadi yang terbaik di antara pembalap-pembalap kelas papan menengah di klasemen sementara. Bahkan masih di atas Ben Spies yang menunggang motor M1 dengan kontribusi full dari pabrikan Yamaha.

Di bawah Rossi bersaing 3 pembalap tersebut di atas dengan skill yang rata-rata sama, namun kalau saya disuruh mengurutkan ya jadinya Lorenzo, Pedrosa dan Stoner. Namun persaingan ketat menuju juara dunia tahun ini sedang memportontonkan Stoner vs Lorenzo, sedangkan Pedrosa masih belum lepas dari dirundung malang (kesialan) cedera terus dari tahun lalu, meski masih belum menutup kemungkinan baginya buat juara.

2. Kelas Menengah

Andrea Dovizioso

Di kelas ini ada 3 pembalap, 2 dari Honda dan satu dari Yamaha yaitu; Dovizioso (Repsol Honda), Spies (Yamaha Factory) dan Simoncelli (San Carlo Honda Gressini).

Spies memiliki mental yang telah menyamai seniornya yaitu Dovizioso, namun Dovi nampak diuntungkan dengan superioritas motor RC212V, Sedangkan Simoncelli yang juga mendapat dukungan dari HRC namun mental figternya terlihat masih kurang, terbukti ia selalu dikalahkan baik oleh Spies maupun Dovizioso, sekalinya dia pernah melewati pembalap kelas atas seperti Pedrosa dan Lorenzo, tapi harus dibuat jatuh dua pembalap tersebut.

3. Kelas Bawah

Tentunya pembalap-pembalap yang ada di kelas ini adalah pembalap-pembalap yang tidak termasuk di 2 kelas di atas.

Well siapa yang akan juara tahun ini? Nampaknya pilihan yang tersisa hanya Stoner dan Lorenzo.

Pedrosa Fantastiso – Final Result MotoGP Estoril 2011

Dani Pedrosa

Ckckckckckc….. 4 jempol lah melihat penampilan Pedrosa di gelaran Sesi ketiga Motogp 2011 di sirkuit Estoril Portugal. Seolah hendak mempermainkan Lorenzo karena selama 24 lap terlihat sekali Pedrosa sengaja memperlambat laju motornya ketika hampir mengovertake Lorenzo di straight. Namun di lap 25 Lorenzo seolah kaget karena dengan mudah Pedrosa mengovertake dia, dan langsung saja di 4 lap tersisa itu Lorenzo tertinggal jauh oleh Pedrosa.

Seperti kata Matteo (komentator), Pedrosa benar-benar pintar karena dia sengaja tidak buru-buru mengovertake Lorenzo karna hendak mempelajari lawannya ini sehingga dia mengetahui kapan harus cepat dan kapan harus lambat.

Lorenzo sendiri bukan berarti tidak pintar, justru dia sangat pintar dengan performa motor Yamaha M1 yang dibawah Honda RC212V ini, dia masih bisa bersaing di antara serbuan rider-rider Honda. Jadi memang hanya karena performa motornya saja yang tidak mendukung kualitasnya sebagai juara dunia.

Yang tak kalah menariknya adalah kalahnya Rossi (Ducati) beberapa meter saja menjelang garis finish dari Dovizioso (Honda), setelah selama balapan berlangsung Rossi selalu mengasapi Dovi. Motor-motor Repsol Honda (RC212V) tahun ini memang luar biasa performanya.

By the way, Pedrosa fastastiso laah….

Berikut final result lengkapnya:

bwin GRANDE PREMIO DE PORTUGAL

MotoGP Race Classification 2011 

Estoril, Sunday, May 01, 2011

Pos. Points Num. Rider Nation Team Bike Km/h Time/Gap
1 25 26 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 153.2 45’51.483
2 20 1 Jorge LORENZO SPA Yamaha Factory Racing Yamaha 153.0 +3.051
3 16 27 Casey STONER AUS Repsol Honda Team Honda 152.8 +7.658
4 13 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team Honda 152.3 +16.530
5 11 46 Valentino ROSSI ITA Ducati Team Ducati 152.3 +16.555
6 10 5 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 151.4 +32.575
7 9 7 Hiroshi AOYAMA JPN San Carlo Honda Gresini Honda 151.1 +38.749
8 8 35 Cal CRUTCHLOW GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 151.0 +40.912
9 7 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Team Ducati 150.2 +54.887
10 6 14 Randy DE PUNIET FRA Pramac Racing Team Ducati 150.0 +59.697
11 5 24 Toni ELIAS SPA LCR Honda MotoGP Honda 149.9 +1’00.374
12 4 65 Loris CAPIROSSI ITA Pramac Racing Team Ducati 149.8 +1’01.793
13 3 19 Alvaro BAUTISTA SPA Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 148.6 +1’24.370
Not Classified
11 Ben SPIES USA Yamaha Factory Racing Yamaha 149.8 16 Laps
17 Karel ABRAHAM CZE Cardion AB Motoracing Ducati 136.6 27 Laps
Not Starting
58 Marco SIMONCELLI ITA San Carlo Honda Gresini Honda 0 Lap
8 Hector BARBERA SPA Mapfre Aspar Team MotoGP Ducati 0 Lap

Moto GP Qatar 2011 Final Result

Casey Stoner dengan RC212V, perpaduan puncak antara skill dan performa

Yup seperti sudah dapat diperkirakan dari hasil beberapa kali free practice, akhirnya Stoner dengan Honda RC212V-nya mampu menunjukkan konsistensinya sebagai kampiun di sirkuit Losail GP Qatar 2011, sekaligus memperpanjang rekornya menjadi juara 4 kali berturut-turut di sirkuit ini. Nampaknya memang pabrikan Honda telah meracik tandem yang tepat antara Stoner sebagai rider yang memiliki skill yang baik dengan RC212V motor yang terlihat paling perform.

Jorge Lorenzo layak mendapatkan hasil kerja kerasnya sebagai peringkat ke-2 dalam memperbaiki hasil semenjak free practice, kualifikasi hingga race. Dia mampu mengatasi kekurangan performa motor Yamaha-nya dari Honda yang terlihat beberapa kali over taken dalam straight side by side di track lurus oleh Pedrosa, namun di balas dengan in side over taking dalam beberapa kali tikungan. Ini sekaligus menunjukkan kepantasannya sebagai juara bertahan.

Pedrosa….. hmmmm pembalap ini memang selalu terlihat ga konsisten dalam lap tiap lapnya seperti dalam banyak race di tahun sebelumnya, setelah sebelumnya sempat memimpin, namun kalah mental oleh Stoner dan Lorenzo. Di track lurus Pedrosa memang terlihat perkasa tetapi di belokan ia seringkali kehilangan race line yang akhirnya dimanfaatkan oleh Lorenzo untuk menaklukkannya. Bahkan di akhir-akhir balapan dia semakin tertinggal jauh dari Lorenzo. Masih untung bisa naik podium, kalau saja race di perpanjang 3-4 lap lagi sepertinya dia akan dilewati oleh rekan setimnya sendiri Dovisiozo.

Well Done Stoner, tapi hati-hati Lorenzo rapi bener ngetracknya.

Berikut hasil lengkapnya:

1 25 27 Casey STONER AUS Repsol Honda Team Honda 166.5 42’38.569
2 20 1 Jorge LORENZO SPA Yamaha Factory Racing Yamaha 166.3 +3.440
3 16 26 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 166.2 +5.051
4 13 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team Honda 166.2 +5.942
5 11 58 Marco SIMONCELLI ITA San Carlo Honda Gresini Honda 166.1 +7.358
6 10 11 Ben SPIES USA Yamaha Factory Racing Yamaha 165.9 +10.468
7 9 46 Valentino ROSSI ITA Ducati Team Ducati 165.5 +16.431
8 8 5 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 164.8 +26.293
9 7 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Team Ducati 164.8 +27.416
10 6 7 Hiroshi AOYAMA JPN San Carlo Honda Gresini Honda 164.7 +28.920
11 5 35 Cal CRUTCHLOW GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 164.3 +34.539
12 4 8 Hector BARBERA SPA Mapfre Aspar Team MotoGP Ducati 164.3 +34.829
13 3 17 Karel ABRAHAM CZE Cardion AB Motoracing Ducati 164.1 +37.957
Not Classified
24 Toni ELIAS SPA LCR Honda MotoGP Honda 162.8 4 Laps
65 Loris CAPIROSSI ITA Pramac Racing Team Ducati 142.4 21 Laps
14 Randy DE PUNIET FRA Pramac Racing Team Ducati 0 Lap

Warna-warna MotoGP 2011

Casey Stoner dengan RC212V, perpaduan puncak antara skill dan performa, SATU HATI EUUUUYY....

Beberapa jam menjelang opening season Moto GP 2011 di Qatar membuat sebagian orang penggemar olahraga balap motor termasuk saya menanti-nanti. Kira-kira akan seperti apa persaingan Moto GP kali ini. Banyak warna psikologis dan teknis yang akan menjadi faktor sugesti para riders untuk membetot throtle gas kuda besi mereka.

Mulai dari Jorge Lorenzo yang kembali ingin membuktikan bahwa dirinya memang yang terbaik, karna musim sebelumnya belum cukup menjadi bukti bahwa ia yang terbaik terkait persoalan yang dialami beberapa pesaingnya seperti Rossi dan Pedrosa yang menderita cedera.

Bagi Rossi sendiri, bisa jadi musim ini menjadi revenge atas sakit hatinya dijadikan anak tiri oleh Yamaha setelah kemunculan Lorenzo, padahal ia telah menyumbangkan sejumlah gelar juara dunia di atas M1 milik Yamaha.

Bagi Stoner, wah ini suatu pembuktian mengingat dialah satu-satunya pembalap yang sukses menjinakkan Ducati Desmosedici. Sekarang dia telah dipadu dengan motor berperforma terbaik Honda RC 212V. Terbukti dalam hampir tiap sesi latihan dia selalu menjadi kampiun dan pada kualifikasi GP pembuka ini pun menempati pole position. Terbukti perkataan Lorenzo sebelumnya bahwa yang paling ditakuti di musin ini bukanlah Rossi dengan Ducati-nya tapi Stoner dengan RC 212C-nya.

Bagi Pedrosa, entahlah bila pada tahun ini sang mantan juara dunia di 250 cc ini tidak bisa membuktikan yang terbaik, bisa jadi kebintangannya akan redup dan kurang dilirik lagi oleh tim-tim besar.

Bagi Spies, sebuah kehormatan baginya untuk bisa bersanding di Tim Pabrikan Yamaha (bukan di tim satelit lagi) sehingga tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

Dan lain-lain, Gooooo……..!!!!!