I Miss You

I’m spending my time
Watching the sun go down
I fall asleep to the sound
Of “tears of a clown”
A prayer gone blind
I’m spending my time

#roxette

image

Iklan

Malam

Terkadang kita berada pada sebuah dimensi dimana kebenaran dan kesalahan menjadi relatif.

Kebenaran yang melahirkan rindu yang pahit, menghibur diri atas nama pengorbanan dan ketulusan sekalipun tetap menaruh harapan akan sebuah titik dalam kenisbian. Meregang hasrat dan terjerembab dalam lamunan pada akhirnya berusaha beralih, berlari sekalipun tak bisa bersembunyi.

Kemudian tentang sebuah kesalahan yang datang sekonyong-konyong dan bertahta pada sebuah media yang kita tak punya kuasa mengusirnya, ada hak prerogatif disana yang tak bisa diintervensi oleh airmata, jeritan dan mimik palsu.

Sementara di seberang sana, mereka melenggang dengan raut bangga seolah merengkuh keabadian dan kesejatian. Cenderung membuat mereka lupa diri untuk kemudian menghukumi kami dengan pandangan konservatif. Jangankan pertolongan atau pemakluman, secercah gumam empati pun tak ada dalam kamus lintasan pikiran mereka.

Lalu apa arti sebuah rasa yg agung, fitrah yang seyogyanya indah bila kami harus tercecer dalam romansa atau tertatih dalam takwa. Ingat, kami hanya manusia, sekali lagi manusia dan tidak pernah berubah menjadi malaikat meski sekejap mata maka kami bisa kalah.

Curug Malela, Niagara Mini Indonesia

Pada tahun 2013 lalu, saat weekend terakhir menjelang puasa atau tepatnya pada hari Sabtu rasa bosan menyelimuti saya di pagi itu. Sekitar setahun lebih kosong dari aktivitas touring semenjak saya dirawat di RS karena penyakit maag kronis. Otomatis perasaan menggebu-gebu untuk kembali touring mengendarai motor kesayangan ke luar kota terlebih lagi beberapa hari kedepan akan masuk Ramadhan. Kontan saja tanpa pikir panjang lagi saya bulatkan tekad untuk pergi touring hari itu juga. Dan tempat yang saya putuskan untuk saya tuju adalah Curug Malela.

Curug Malela sering diistilahkan oleh para netizen sebaga Niagara Mini Indonesia, karena memang bentuknya yang mirip air terjun Niagara dalam skala yang kecil. Posisi Curug Malela berada di perbatasan Cianjur dan Kab. Bandung Barat. Bila mendengar posisinya yang berada di antara Cianjur dan Bandung Barat terkesan dekat dari Jakarta namun ternyata akses menuju kesana tidaklah semudah yang dibayangkan. Untuk menuju Curug Malela bisa diakses melalui Cianjur atau melalui Cimahi, Bandung. Saya memutuskan mengaksesnya melalui Cimahi, Bandung.

Setelah memantapkan tekad untuk touring hari itu juga, maka sekitar jam 10 pagi saya bertolak dari Jakarta memacu Honda Tiger Revo saya melewati Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang dan Cimahi. Sesampai di Cimahi, petunjuk jalan menuju Curug Malela sudah kelihatan yang mengharuskan saya belok ke kanan. Dalam benak saya, suatu tempat wisata bila dituliskan di petunjuk jalan di atas jalan raya berarti tempat tersebut mudah diakses dan banyak dikunjungi. Maka ketika melihat petunjuk jalan tersebut saya berpikir lokasi sudah dekat.

Namun setelah 2 jam berkendara dari Cimahi (termasuk satu jam macet-macetan karena berbarengan dengan pendukung Persib yang hendak ke stadion Jalak Harupat) lokasi yang dituju tidak kesampaian juga. Rasa lelah menghantui tubuh saya maklum karena kondisi belum 100% fit semenjak sakit dan akhirnya penyakit maag saya kambuh saat itu. Kepala pusing dan keleyengan dicampur rasa paranoid memaksa saya untuk menepi disebuah pom bensin mencari mushalla dan tidur sejenak. Selepas tidur kondisi sedikit membaik namun tidak cukup untuk membulatkan keberanian saya untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya memutuskan kembali ke Cimahi, kebetulan disana ada rumah saudara saya yang kosong sehingga saya bisa beristirahat total menghabiskan malam, leyeh-leyeh serta mencari kuliner yang enak di Cimahi malam itu.

Pagi harinya badan terasa cukup fit untuk melanjutkan perjalanan, maka tekad mencapai Curug Malela pun kembali dilanjutkan pagi itu. Jalanan pagi itu di Cimahi cukup lengang sehingga riding begitu enak untuk dinikmati ditengah udara Bandung yang ada dingin-dinginnya. Istirahat sebentar di Cililin untuk nyabu (nyarap bubur) kemudian perjalanan dilanjutkan kembali terus melintasi terusan waduk Saguling, menelusuri jalan yang semakin lama semakin kecil menaiki gunung dan berkelok-kelok serta sudah tidak bisa dikatakan mulus lagi aspalnya.

945917_4964750965310_1619851478_n

Perkebunan teh Rongga

Sekitar 2,5 jam berlalu perjalanan tanpa kemacetan namun masih belum ada tanda-tanda berarti yang menunjukkan Curug Malela tinggal sepandangan mata, saya pun tiba di perkebunan teh Rongga. Dan akhirnya setengah jam lagi berkendara dari perkebunan teh tersebut tibalah saya di gerbang/gapura selamat datang Curug Malela. Akhirnya sampai juga pikir saya, namun ternyata alih-alih senang karena sudah tiba di tujuan justru dari gerbang selamat datang tersebutlah tantangan yang sesungguhnya dimulai untuk mengakses Curug Malela. Di gerbang selamat datang tersebut saya tidak dipungut bayararan sepeser pun untuk memasuki kawasan Curug Malela sekalipun disitu terlihat ada pos penjagaan namun tidak ada orang yang menjaganya, dari situ saja saya sudah melihat kejanggalan dari tempat wisata ini.

 

IMG00398-20130616-0944

Welcome gate Curug Malela

Sebagaimana disebutkan di atas, tantangan justru dimulai dari gerbang selamat datang. Yup setelah melewati gerbang ini jalur sangat tidak karu-karuan. Tanjakan, turunan disertai jalan yang hancur seperti habis di bom karena penuh kerikil dan batu-batu tajam. Kadangkala harus melewati jalanan tanah yang becek dan berlumpur, belum lagi harus berpapasan dengan truk-truk besar pengangkut kayu. Sungguh ini bukanlah medannya motor Tiger sekalipun Tiger adalah motor penjelajah. Medan ini benar-benar off road dan cuma layak dilewati oleh motor-motor semisal Kawasaki KLX.

Setelah satu jam berkutat dengan perjalanan yang menantang tersebut, tibalah saya di penghujung jalan yang tidak bisa dilalui motor lagi, selanjutnya motor harus diparkir ditempat tersebut. Suasana disitu sangat sepi, hanya ada dua buah warung dan selain saya ada 3 motor Bajaj Pulsar 200 yang merupakan milik pengunjung lainnya. Motor pun saya parkir di depan warung sambil beristirahat dan bertanya-bertanya kepada pemilik warung tersebut.

1013676_4967493353868_1031284799_n

Dari tempat parkiran motor, untuk mencapai lokasi Curug Malela dibutuhkan berjalan kaki kurang lebih sejauh 1,5 km melewati persawahan dan sedikit semak. Setelah itu barulah kita tiba di Curug Malela, Niagara Mini Indonesia. Sayangnya ketika saya kesana saat itu sedang musim penghujan sehingga air cenderung keruh kecoklatan mengurangi keindahan Curug Malela sendiri.

malela

Tidak terlalu berlama-lama di Curug Malela, selanjutnya saya putuskan untuk kembali ke parkiran motor dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Setelah mengisi perut, saya pun bertolak menuju Jakarta namun kali ini saya memutuskan untuk tidak mengambil jalur Cimahi, tapi saya mengambil jalur yang langsung menuju ke Cianjur dengan harapan bisa memangkas jarak. Yup jarak memang terpangkas tapi waktu tempuh sama saja, hal ini dikarenakan jalan rusak yang harus ditempuh untuk bisa keluar ke jalan raya terusan Cianjur lebih panjang dan lebih hancur daripada jalan yang keluar menuju Cimahi.

Jalan keluar menuju Cianjur membelah hutan dan sangat hancur sekali, sangat berbahaya dikala hujan yang kebetulan saat itu pun sedang hujan, sehingga dua kali saya terjatuh dari motor sampai menyebabkan luka karena kaki saya menghantam bongkahan batu jalanan.

Butuh 2 jam melalui jalan hancur tersebut hingga akhirnya tiba di jalan raya dengan aspal mulus yang mengarahkan kita ke kota Cianjur untuk 1 jam perjalanan kemudian.

IMG_20160306_090941[1]

Kalimat Indah Dr. ‘Aidh al Qarni

اقرأوا و عوا:

عبارة جمیلة للدكتور عائض القرني ـَـَََـَ     

         نحن لا نملك تغییر الماضي
            و لا رسم المستقبل ..
         فلماذا نقتل انفسنا حسرة
        على شيئ لا نستطیع تغییره؟

  الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
             فانظر الى السحاب
           و لا تنظر الى التراب ..

           اذا ضاقت بك الدروب
             فعلیك بعلام الغیوب
      و قل الحمدلله على كل شيئ

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
  الأولى غرقت والثانية حملت البشرية

     التوفيق من الله سبحانه وتعالى

       نحن لسنا السكان الأصليين
          لهذا الكوكب الأرض !!
       بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
           حيث كان أبونا أدم
            يسكن في البداية
           لكننا نزلنا هنا مؤقتاً 
        لكي نؤدّي اختبارا قصيرا
            ثم نرجع بسرعة ..

فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه،
والآخر في النار

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..

والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب .  تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )

فعش حياتك لله – تكن أسعد خلق ﷲ
اللهم لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم  سلطانك
Bacalah dan simak!

Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
Jg tdk bisa menggariskan masa depan
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dgn penyesalan?
Atas apa yg sdh tdk bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
Maka, tataplah awan dan jgn lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sdh sempit,
kembalilah ke Allah yg Maha Mengetahui yg gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

Taufik hanya dari Allah swt

Kita bukanlah penduduk asli bumi,
asal kita adalah surga
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 salih,
Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan,
sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.

Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yg lain di neraka.

Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

Hidup ini adalah cerita pendek,
dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah,
Lalu hisab (yg hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.

Maka, Hiduplah utk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.

Ya Rabb utkmu segala puji yg layak utk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu!

Tentang Sebuah Rasa

image

Sebuah tata nilai yang tak adil, yang telah berakar dalam persepsi kultur dan budaya, bersumber dari gengsi dan egoisme serta memilah-milah dari mata air agama yang suci, seraya akan berkata; kamu seharusnya tak begini atau begitu. Namun disini nuraniku bersuara.

Tak ada yang menyuruhmu terlihat begitu indah. Tak ada yang memaksaku menabur rasa sebagaimana tak ada yang menghalangiku untuk menuainya menjadi senyuman yang penuh makna, pandangan yang tendensius atau sikap yang berbunga. Semua datang begitu saja sebagaimana sebuah pertemuan tanpa rencana.

Lantas siapa yang telah mengaturnya. Adalah bodoh untuk mengatakan bukan Tuhan. Lalu apakah kami harus menyalahkan Tuhan, tidak!!!

Ya kami akan bertoleransi terhadap ketidakadilan kalian, namun biarkan kami tetap menanam dan memupuk sebuah rasa yang suci sambil memandangi takdir Tuhan dan mencoba berjalan diatasnya.

Dan ketika Tuhan berkehendak kebaikan bagi kami, maka kalian dengan segenap sumpah serapah pun tak pernah memiliki arti lagi.

Kesia-siaan

img00005-20110615-0926.jpgKamu tahu sayang, bukan kehilanganmu yang terasa begitu menyakitkan. Betapa cinta suci yang membara oleh fitrah adalah kekuatan besar yang mengalir di nadi jiwa, mata air bahagia, inspirasi dan kedamaian. Karenanya ku rela mengurai benang-benang takdirku, berontak dan melawan. Ku rela mengalir dalam penantian yang tak pernah kutau muaranya. Namun mengapa pada akhirnya kuhanya berada di pusaran dan semakin tenggelam sedangkan waktuku sudah tak lama lagi.

Kamu tahu sayang, bukan nelangsa hati karna kepergianku darimu yang kuratapi. Tapi sosok-sosok suci, lembut dan tulus yang kubiarkan menjauhiku karena buta mataku oleh racun semumu. Memaksaku mempercayai apa yang tak kupercaya. Bahwa karma telah menaungiku bersama awan hitam dan lorong kelam.

Kamu tahu sayang, bukan sayang sungguh disayang untuk menghapus wajah indahmu dalam pahatan hatiku yang membuat air mataku kering. Tapi seakan tak bisa dipercaya bahwa perjalanan panjang selama ini di atas duri, menerjang ombak dan menembus badai tetap saja ku berdiri untuk berkata aku cinta, aku rindu dan aku sayang. Tapi sekedar titik cahaya di lorong purnama pun tak dapat kulihat.

Tapi sudahlah sayang, semuanya memang harus dihentikan sebelum waktuku benar-benar habis. Nelangsa dan kehancuran hati ini tidak ada artinya dibanding meratapi kesia-siaan sebuah perjuangan dan jatuh bangun perjalanan menggapai sebuah cita-cita dan angan. Sekalipun ku tak bisa menjejal persepsi kau salah, maka persepsi itulah yang harus ku telan sendiri dari sosok-sosok suci, lembut dan tulus itu.