Nakasuga Gantikan Lorenzo di Sepang – Bagaimana Motor Podium bila dibawa Pembalap Lain

Kita pernah melihat motor Pedrosa ditunggangi oleh Aoyama dan motor Aoyama dipakai oleh Akiyoshi, ataupun motor Bautista dipakai oleh Hopkins. Namun tidak terlalu menarik untuk diperhatikan karena memang baik Pedrosa, Aoyama dan Bautista bukanlah pembalap yang langganan podium meskipun Pedrosa pernah menjuarai race beberapa kali.

Namun kali ini, motor Yamaha YZR M-1 Lorenzo yang merupakan langganan podium akan dikendarai oleh rider lain. Disinilah menariknya, apakah dengan rider lain motor ini tetap akan mencapai podium. Kita akan melihatnya akhir pekan ini di sirkuit Sepang Malaysia, karena Lorenzo akan digantikan oleh M1 test rider asal Jepang yaitu Katsuyuki Nakasuga.

Tentu akan ada beban mental dan nama besar bagi Nakasuga menunggangi M1 Lorenzo di race. Bila ternyata ia tak berhasil podium tentu disini kita akan melihat bahwa memang Lorenzo tak diragukan sebagai pembalap kuat yang mampu memaksimalkan potensi motor sesuai dengan kemampuan motor tersebut bahkan mungkin lebih dari itu.

Hari ini Stoner Menjajal Motor Prototype Honda 2012

Libur dua pekan menjelang GP Catalunya Spanyol, Honda Racing Coorporation memanfaatkannya untuk menjajal motor prototype Honda terbaru di sirkuit Jerez, motor ini disiapkan untuk Moto GP 2012. Motor ini sebelumnya sudah di-test ride oleh Kousuke Akiyoshi dan Shinichi Ito di sirkuit Suzuka bulan April lalu. Sayangnya test ride kali ini tanpa kehadiran Dani pedrosa yang cedera di Le Mans beberapa hari yang lalu. Sehingga hanya Casey Stoner saja yang menjajal motor tersebut pada hari ini.

Proyek motor prototype terbaru ini memang sudah disiapkan oleh HRC dari tahun 2009 untuk menyambut regulasi Moto GP tahun 2012 yang mengharuskan motor berkapasitas mesin 1000 cc dengan maksimal bore 81 mm 4 slinder.

Hal yang paling krusial dari mesin 1000 cc ini adalah mengenai konsumsi bahan bakar. Regulasi 2012 yang mengharuskan kapasitas tangki tetap 21 liter sebagaimana motor 800 cc sebelumnya. Untuk menghadapi hal ini, Repsol mengirimkan para pakar ke Jepang dan para insyinyur ke Repsol Technology Centre untuk mengembangkan bahan bakar dan pelumas bagi motor ini dengan bertujuan bisa mendapatkan bahan bakar yang tidak hanya efisien tapi juga memberikan kinerja maksimal.

Bagaimana tanggapan Casey Stoner mengenai persiapan motor prototype Honda yang akan dia tunggangi pada balapan Moto GP 2012 nanti:

“Semuanya berjalan sangat baik, sangat positif. Menyenangkan rasanya mengendarai motor 1000 cc lagi, merasakan mesin dan tenaganya. Saya menikmati hari pertama ini karena semua yang kami usahakan sepertinya bekerja, tidak ada keluhan. Hal yang mengecewakan adalah Dani tidak ada disini menjajal motor ini karna ia begitu penting untuk pengembangan motor ini. Saya harap HRC bisa segera mendapatkan masukan darinya karna kami membutuhkan sebanyak mungkin data agar kami siap untuk musim berikutnya. Kami tidak memfokuskan pada sesuatu yang spesial hari ini, hanya untuk mengerti bagaimana motor ini bekerja, bagaimana motor bereaksi ketika braking dan hal-hal seperti itulah sambil mempertimbangkan beberapa masalah yang kami dapati di motor 800 cc. Pengeremannya sepertinya lebih kuat, stabilitas di depan ketika memasuki sudut sepertinya sangat bagus, dan tentu kami ingin mengetahui bagaimana penyaluran tenaganya, dan ternyata sangat lembut jadi tak ada masalah. Secara umum kami tidak melakukan perubahan settingan terlalu banyak dari yang ada di 800 cc sekarang dan rasanya sangat sama. Jadi ini cukup bagus.”

sumber: www.motogp.com

Honda Adalah Motor – Motor Adalah Honda

Judul diatas memang kalimat yang bermakna salah, tapi paling tidak kalimat di atas cukup menjadi mindset masyarakat atau menguasai alam bawah sadar mereka ketika mendengar kata “Honda” atau “Motor”. Dan saat ini sepertinya masih belum ada pabrikan lain yang secara signifikan menggedor mindset tersebut khususnya di Indonesia (kalau ngelitikin iya mungkin ada, Yamaha-red).

Ketika saya pergi ke Aceh, orang-orang disana bila ingin mengatakan “naik motor” maka mereka akan mengucapkan “naik honda” meskipun motor yang dinaikinya Yamaha, Suzuki atau Kawasaki. Nah bahkan untuk kasus tersebut, judul di atas bukan hanya bermain di tataran alam bawah sadar masyarakat saja kan.

Berbicara motor kencang, motor nyaman, motor antik dan lain-lain rasanya ada di merek yang satu ini.

Lalu bagaimana nama Honda di kancah Moto GP sendiri, yang merupakan ajang paling bergengsi untuk menunjukkan merek pabrikan yang mampu menampilkan motor paling kencang, berperforma, stabil dan lain lain. Ternyata Honda menguasai statistik semua kelas moto GP, dari yg 125 cc sampai kelas Moto GP nya sendiri (800 cc/500 cc).

Berikut statistiknya:

Results for: Constructor World Championship winners in 125cc in all seasons.

Times Constructor
15 Honda
11 Aprilia
7 MV Agusta
4 Derbi
4 Garelli
4 Minarelli
4 Mondial
4 Yamaha
3 Morbidelli
3 Suzuki
2 MBA
1 Kawasaki
1 KTM
1 NSU – Not Recognized

Results for: Constructor World Championship winners in 250cc in all seasons.

Times Constructor
19 Honda
14 Yamaha
9 Aprilia
5 MV Agusta
4 Kawasaki
3 Moto Guzzi
2 Benelli
1 Harley Davidson
1 Mondial
1 NSU
1 NSU – Not Recognized
1 Harley Davidson – Not Recognized

Results for: Constructor World Championship winners in MotoGP / 500cc in all seasons.

Times Constructor
18 Honda
16 MV Agusta
14 Yamaha
7 Suzuki
3 Norton
3 Gilera
1 AJS
1 Ducati
1 Gilera – Not Recognized

hmmmm… ada yg sedikit lucu dari statistik di atas. Ducati yang nota bene jualan motor dari balapan, ternyata dari doeloe sampai sekarang cuma sekali-sekalinya jadi juara dari seluruh kelas, yaitu di kelas Moto GP pada tahun 2007 dengan penunggangnya Casey Stoner asal Australia. Sehingga wajar Stoner disebut-sebut sebagai satu-satunya pembalap yang bisa menaklukkan keganasan kuda besi made in Italy itu.

Akhir kata dari saya…. “Saya bukan FBH”. kaboooeerr……