Qualification Result MotoGP Sachsenring 2012 – Stoner Pole, Pertarungan Juara Dunia mulai dari Nol lagi

Setelah insiden tabrakan antara Lorenzo dan Bautista pekan lalu di Assen yang membuat keduanya kehilangan poin, membuat persaingan perebutan juara dunia khususnya antara Lorenzo (Yamaha Factory) dengan Stoner (Repsol Honda) dimulai dari nol lagi. Karena keduanya sama-sama memiliki poin 140. Sementara itu Pedrosa (Repsol Honda) menguntit keduanya dengan selisih poin 19. Hal inilah yang membuat MotoGP Seri Sachsenring akan cukup menarik dilihat persaingannya.

Stoner sedikit mendapat keuntungan di balapan esok karena mampu start di posisi pole, sedangkan Lorenzo harus puas start di posisi kelima. Namun bukan perkara mudah bagi Stoner mengungguli Lorenzo meski berbeda posisi start cukup signifikan. Hal ini mengingat di beberapa kali race, Lorenzo-lah justru yang selalu mengungguli Stoner setelah Lorenzo tertinggal cukup jauh terlebih dahulu.

Well… Drama balapan seperti apakah yang akan tersaji nanti di sachsenring tentunya akan menampilkan pertarungan sengit 2 pembalap di atas juga jangan dilupakan Dani Pedrosa yang start di posisi ketiga notabene juara dua kali berturut-turut di Sachsensring ini bisa saja tampil merubah drama pertarungan antara Stoner-Lorenzo menjadi pertarungan segi tiga.

eni MOTORRAD GRAND PRIX DEUTSCHLAND
MotoGP Qualifying Practice Classification
2012

Sachsenring, Saturday, July 07, 2012
Pos. Num. Rider Nation Team Bike Km/h Time Gap 1st/Prev.
1 1 Casey STONER AUS Repsol Honda Team Honda 271.2 1’31.796
2 11 Ben SPIES USA Yamaha Factory Racing Yamaha 276.6 1’31.989 0.193 / 0.193
3 26 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 271.0 1’32.081 0.285 / 0.092
4 35 Cal CRUTCHLOW GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 273.8 1’32.288 0.492 / 0.207
5 99 Jorge LORENZO SPA Yamaha Factory Racing Yamaha 276.4 1’32.381 0.585 / 0.093
6 6 Stefan BRADL GER LCR Honda MotoGP Honda 269.7 1’32.510 0.714 / 0.129
7 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Team Ducati 272.7 1’32.795 0.999 / 0.285
8 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 272.8 1’33.205 1.409 / 0.410
9 46 Valentino ROSSI ITA Ducati Team Ducati 273.1 1’33.217 1.421 / 0.012
10 41 Aleix ESPARGARO SPA Power Electronics Aspar ART 263.5 1’33.900 2.104 / 0.683
11 19 Alvaro BAUTISTA SPA San Carlo Honda Gresini Honda 260.7 1’34.088 2.292 / 0.188
12 8 Hector BARBERA SPA Pramac Racing Team Ducati 263.5 1’34.542 2.746 / 0.454
13 5 Colin EDWARDS USA NGM Mobile Forward Racing Suter 252.8 1’34.649 2.853 / 0.107
14 14 Randy DE PUNIET FRA Power Electronics Aspar ART 259.6 1’34.651 2.855 / 0.002
15 54 Mattia PASINI ITA Speed Master ART 256.6 1’34.938 3.142 / 0.287
16 9 Danilo PETRUCCI ITA Came IodaRacing Project Ioda 250.1 1’35.590 3.794 / 0.652
17 51 Michele PIRRO ITA San Carlo Honda Gresini FTR 257.8 1’35.595 3.799 / 0.005
18 68 Yonny HERNANDEZ COL Avintia Blusens BQR 259.1 1’35.962 4.166 / 0.367
19 22 Ivan SILVA SPA Avintia Blusens BQR 256.4 1’36.183 4.387 / 0.221
20 77 James ELLISON GBR Paul Bird Motorsport ART 253.7 1’36.355 4.559 / 0.172
21 2 Franco BATTAINI ITA Cardion AB Motoracing Ducati 254.1 1’36.438 4.642 / 0.083

Iklan

Final Result MotoGP Qatar 2012 – Jadi Raja Baru Losail, Lorenzo Tebar Ancaman untuk Merebut Juara Dunia 2012

MotoGP musim 2012 baru saja dimulai di sirkuit Losail, Qatar. Menghasilkan Jorge Lorenzo sebagai juara baru di sirkuit ini sekaligus menggusur dominasi Casey Stoner yang biasanya menjadi langganan juara di sirkuit tersebut. Hal ini juga sekaligus sebagai psy war dan ancaman bagi perebutan juara dunia MotoGP 2012. Mengapa demikian, karena memang dari hasil race perdana ini potensi, kekuatan dan kelemahan masing-masing pembalap melalui perpaduan dengan motor-motor mereka terlihat simulatif dalam sebuah persaingan yang sesungguhnya. Sebagaimana hal itu terlihat pula pada musim 2011 di sirkuit yang sama.

Paket motor Yamaha sepertinya sangat friendly menerima perubahan sematan mesin dari 800 cc (2011) ke 1.000 cc (2012). Hal ini terbukti dari kompetitifnya pembalap-pembalap mereka di Losail seperti Lorenzo yang menjadi juara, Crutchlow dan Dovizioso masing-masing di posisi 4 dan 5. Terlihat begitu mulusnya Yamaha YZR-M1 melahap tikungan. Sedikit kelemahan M1 adalah top speed-nya di straight yang kalah dibandingkan Ducati (Desmosedici GP12) dan Honda (RC213V). Namun berkat skil dan mental pengendaranya kelemahan ini menjadi hampir tidak berarti, terbukti Lorenzo yang merupakan pembalap kuat dan bermental tinggi mampu menjadi juara melalui momen overtaking terhadap Stoner dan Pedrosa di tikungan. Begitu pula Crutchlow dan Dovizioso (posisi 4 dan 5) yang hampir tak tersentuh oleh pesaing-pesaing sekelasnya dari pabrikan lain seperti Hayden (Ducati, 6), Bautista (Honda Gresini, 7), Bradl (LCR Honda, 8) dan Barbera (Ducati Pramac, 9)

Honda khususnya Repsol Honda, setelah begitu mendominasi di musim 2011, kali ini mengalami problem serius pada paket motornya setelah mengalami perubahan mesin ke 1.000 cc. Sebagaimana yang dikeluhkan Stoner sehari menjelang race di Losail mengenai chatter (getaran) yang muncul ketika memasuki tikungan. Stoner kali ini hanya sanggup berada di posisi 3. Di lap-lap awal problem chatter ini masih sedikit tertutupi oleh keberanian Stoner memaksimalkan motornya dan kondisi ban yang masih bagus, terbukti ia mampu menyalip Lorenzo yang memang sudah start dari posisi pole bahkan sempat meninggalkan Lorenzo 1,9 detikan. Namun pada lap-lap akhir keberanian tersebut justru menjadi bumerang bagi Stoner. Motor dengan problem chatter yang begitu dipaksakan sangat membuat boros ban sehingga pada akhir-akhir race performa Stoner pun semakin kendor sehingga disalip kembali oleh Lorenzo. Di sini terlihat kelemahan Casey Stoner sebagai pembalap yang kurang siap menerima problem motornya – sebagaimana yang pernah terjadi ketika ia di Ducati dulu -, dan strategi yang memang kurang tepat.

Berbeda dengan Dani Pedrosa rekan setimnya yang nampaknya lebih stabil. Ia cukup mampu mengimbangi Lorenzo. Ia sempat mengovertake Lorenzo di straight kemudian diovertake kembali ditikungan. Bahkan sebenarnya ia merasa mampu menjadi juara di Losail terlihat dari ekspresi kekecewaannya di akhir balapan. Namun karena waktunya terbuang untuk melewati Stoner terlebih dahulu sehingga lap yang tersisa tidak cukup untuk mengejar Lorenzo yang makin didekatinya.

Untuk Ducati, nampaknya masih belum bisa mengandalkan sang legenda, juara dunia 7 kali, Valentino Rossi yang juga masih belum mampu keluar dari problem chatter motornya yang memang sudah dikeluhkan dari tahun sebelumnya. Justru Hayden lah yang signifikan tuk diandalkan oleh Ducati untuk mencoba bersaing di papan atas.

Well… Berkaca dari kasus Honda dan Ducati tahun ini khususnya sementara ini di Losail, Qatar, istilah “power is nothing without control” benar-benar berlaku. Honda dan Ducati yang unggul di power dan top speed tak mampu mengalahkan Yamaha melalui perpaduan kestabilan motor, skil, teknik dan strategi pembalapnya.

Sedangkan untuk pembalap-pembalap CRT (Claiming Rule Team) nampaknya masih hanya menjadi penggembira untuk meramaikan peserta MotoGP musim ini saja meskipun Colin Edward (Suter) mampu mendekati pembalap prototype yang paling lambat – Ben Spies (Yamaha) – hampir 1 detikan, namun hal itu sepertinya dikarenakan adanya problem yang sedang dialami Ben Spies itu sendiri

COMMERCIALBANK GRAND PRIX OF QATAR

MotoGP Race Classification 2012

Pos/Points/Num./Rider/Nation/Team/Bike/Km/h/Time/Gap

1/25/99/Jorge LORENZO/SPA/Yamaha Factory Racing/Yamaha/166.2/42’44.214
2/20/26/Dani PEDROSA/SPA/Repsol Honda Team/Honda/166.1/+0.852
3/16/1/Casey STONER/AUS/Repsol Honda Team/Honda/166.0/+2.908
4/13/35/Cal CRUTCHLOW/GBR/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/165.1/+17.114
5/11/4/Andrea DOVIZIOSO/ITA/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/165.0/+17.420
6/10/69/Nicky HAYDEN/USA/Ducati Team/Ducati/164.3/+28.413
7/9/19/Alvaro BAUTISTA/SPA/San Carlo Honda Gresini/Honda/164.3/+28.446
8/8/6/Stefan BRADL/GER/LCR Honda MotoGP/Honda/164.3/+29.464
9/7/8/Hector BARBERA/SPA/Pramac Racing Team/Ducati/164.2/+31.384
10/6/46/Valentino ROSSI/ITA/Ducati Team/Ducati/164.0/+33.665
11/5/11/Ben SPIES/USA/Yamaha Factory Racing/Yamaha/162.6/+56.907
12/4/5/Colin EDWARDS/USA/NGM Mobile Forward Racing/Suter/162.5/+58.088
13/3/14/Randy DE PUNIET/FRA/Power Electronics Aspar/ART/161.7/+1’10.650
14/2/68/Yonny HERNANDEZ/COL/Avintia Blusens/BQR-FTR/161.4/+1’15.943
15/1/41/Aleix ESPARGARO/SPA/Power Electronics Aspar/ART/160.7/+1’26.733
16/-/22/Ivan SILVA/SPA/Avintia Blusens/BQR-FTR/159.7/+1’43.327
17/-/54/Mattia PASINI/ITA/Speed Master/ART/159.5/+1’47.419
18/-/77/James ELLISON/GBR/Paul Bird Motorsport/ART/159.2/+1’51.882
-/-/51/Michele PIRRO/ITA/San Carlo Honda Gresini/FTR/110.6/7 Laps

Not Classified

9/Danilo PETRUCCI/ITA/Came IodaRacing Project/Ioda/158.8/7 Laps
17/Karel ABRAHAM/CZE/Cardion AB Motoracing/Ducati/154.0/15 Laps

MotoGP Malaysia Cancelled – Dunia Balap Berduka, Marco Simoncelli Meninggal Dunia

Dunia balap kembali berduka pada hari ini, karena telah kehilangan seorang pembalap berpotensi Marco Simoncelli yang tengah berlaga di GP Malaysia sirkuit Sepang.

Kecelakaan terjadi ketika race lap kedua berlangsung, Simoncelli yang sedang battle dengan Bautista melakukan cornering terlalu ekstrim sehinga motornya kehilangan grip, naas ketika ia terjatuh dan masih memegang kendali motornya, dibelakangnya datang Colin Edwars dan Valentino Rossi dalam kecepatan tinggi. Tabrakan tak bisa dihindari, kalau menurut penglihatan saya sepertinya Simoncelli terlindas motor Edwards sampai-sampai helmet Simoncelli lepas. Efwards sendiri mendapatkan dampak buruk dari accident tersebut sehingga bahunya disposisi. Sementara Rossi masih bisa selamat meski merasakan tubrukan dari Edwards.

Red flag segera berkibar, semua pembalap pun memasuki pit. Setelag sempat dikabarkan Simoncelli siuman namun ia kembali kritis, seluruh tim medis diarahkan untuk proses penanganan Simoncelli dan race pun dibatalkan. Namun ternyata Simoncelli tak tertolong hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Dunia balap khususnya MotoGP pun kembali berduka dengan kepergian salah satu pembalapnya.

Kelalaian Marshal Membuat Marquez Terancam Gagal Menjadi Juara Dunia Moto2

Pada sesi latihan pertama Moto2 seri Malaysia di Sepang hari Jum’at lalu, Marc Marquez (Catalunya Caixa) dan dua pembalap lainnya Jules Cluzel (NGM Forward Racing) dan Bradley Smith (Tech 3 Racing) mengalami crash yang cukup keras di salah satu sudut yang basah sirkuit Sepang.

Setelah melalui penyelidikan, race direction menemukan fakta bahwa marshal sirkuit sepang telah lalai memberitahukan melalui pengibaran bendera untuk menunjukkan bahwa sudut tersebut basah dan berbahaya. Atas kelalaian ini menyebabkan jatuhnya 3 rider Moto2 cukup keras bahkan Bradley Smith harus mengalami patah tulang selangka. Atas insiden tersebut organizer sirkuit Sepang didenda 15.000 Euro.

Bagi Marquez sendiri, kelalaian marshal tersebut telah menyebabkan dirinya terancam meraih juara dunia Moto2 tahun ini. Bagaimana tidak, akibat insiden tersebut Marquez memutuskan tidak ikut latihan kedua dan ketika demi alasan recovery cideranya, dan meskipun ia paksakan mengikuti kualifikasi namun hasilnya sangat mengecewakan, ia harus puas berada di urutan 36, 5 detik jauh lebih lambat dari rival utamanya yang juga sedang mengincar juara dunia Stefan Bradl (Viessmann Kiefer Racing) yang menempati urutan kedua kualifikasi.

Bila Bradl mampu menjuarai race Sepang dan Marquez tidak mampu finish minimal di posisi ke-13 maka gelar juara dunia sudah dikunci oleh Bradl. Tentu hal ini bukan sesuatu yang sulit terjadi mengingat kondisi Marquez yang cedera dan sangat tidak fit, terbukti di kualifikasi ia tak sanggup bersaing dengan pembalap papan atas atau menengah sekalipun. Berbeda dengan seri Australia lalu dimana Marquez yang start di posisi paling buncit karena penalti namun mampu finish di podium 3 karena memang kondisinya cukup baik.

Yang jelas race Moto2 Sepang kali ini akan menjadi race yang sangat krusial bagi 2 pembalap tersebut. Bagi Marquez dan timnya sendiri tentu tengah dilimbungi oleh kekhawatiran gelar juara dunia kali ini gagal diraihnya setelah konsistensi Marquez terlihat begitu gemilang semenjak seri ke-4 di Le Mans Prancis hingga sekarang mampu menjuarai 7 race dan 11 podium. Namun kerja keras tersebut gagal hanya karna kelalaian seorang marshal sirkuit. Pantas saja Dorna mendenda pihak penyelenggara.

Selain Juara Dunia, Casey Stoner juga Menjuarai BMW M Award

Tahukah anda, bahwa selain telah memastikan dirinya sebagai juara dunia MotoGP 2011 di Philip Island Australia pekan lalu, Casey Stoner pembalap dari tim Repsol Honda juga sudah memastikan dirinya sebagai kampiun BMW M Award bahkan dengan selisih poin lebih fantastis dibanging klasemen race dari peringkat kedua Jorge Lorenzo, yaitu dengan selisih 86 poin. Otomatis dengan dua race tersisa, Stoner sudah tidak mungkin terkejar lagi oleh para pesaingnya.

BMW M Award adalah ajang penghargaan bagi pembalap MotoGP dimana poin penilaiannya diambil dari hasil kualifikasi setiap seri MotoGP. Pembalap yang lebih sering menghasilkan posisi start terbaiklah yang akan memperoleh penghargaan tersebut. Maka wajar bila Marco Simoncelli mampu menduduki peringkat ketiga klasemen BMW M award ini hingga seri Australia lalu, karna ia juga dikenal sebagai jagoan kualifikasi setelah Stoner.

Berikut posisi klasemen BMW M Award terakhir hingga seri Australia pekan lalu:

Pos./Rider/Bike/Nation/Points
1/Casey Stoner/Honda/AUS/360
2/Jorge Lorenzo/Yamaha/SPA/274
3/Marco Simoncelli/Honda/ITA/241
4/Ben Spies/Yamaha/USA/215
5/Dani Pedrosa/Honda/SPA/208
6/Andrea Dovizioso/Honda/ITA/179
7/Colin Edwards/Yamaha/USA/109
8/Nicky Hayden/Ducati/USA/104
9/Cal Crutchlow/Yamaha/GBR/95
10/Valentino Rossi/Ducati/ITA/87
11/Hector Barbera/Ducati/SPA/79
12/Alvaro Bautista/Suzuki/SPA/77
13/Randy De Puniet/Ducati/FRA/65
14/Hiroshi Aoyama/Honda/JPN/65
15/Karel Abraham/Ducati/CZE/51
16/Loris Capirossi/Ducati/ITA/19
17/Toni Elias/Honda/SPA/12

Final Result MotoGP Australia – Casey Stoner Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) - Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) – Juara Dunia MotoGP 2011

Akhirnya Casey Stoner memastikan dirinya sebagai Juara Dunia MotoGP 2011 di kampungnya sendiri sekaligus menjadi hadiah buat ulang tahunnya sendiri yang jatuh tepat pada hari ini. Sekaligus membuktikan Stoner sebagai King of Philip Island selama 5 tahun berturut-turut.

Yamaha Factory Absen, Honda merajalela

Dengan absennya tim Yamaha Factory Racing, praktis race seperti Honda OMR (One Make Race) yang lain cuma bisa buntutin jauh dari belakang seolah cuma sebagai penggembira saja. Bagaimana tidak, dengan absennya tim pabrikan Yamaha yang merupakan satu-satunya tim yang mampu menggerecokin tim Honda, Honda begitu merajalela dirace dengan menempatkan 4 motornya sekaligus finish berurutan di depan.

Simoncelli mampu memperbaiki prestasi tertingginya di MotoGP dengan meraih podium kedua setelah menang duel dengan Dovizioso menjelang finish.

Pedrosa harus mengakui kekuatan ambisi Dovizioso untuk membantah Honda yang telah menganakitirkannya. Ia pun gagal naik podium karna kalah tangguh dan konsisten dari Dovizioso.

Race berjalan sebenarnya cukup seru, kurangnya karna tidak terjadi persaingan sengit antara pabrikan di lintasan. Honda terlalu digdaya buat Ducati dan Suzuki, dengan mudah sercara beruntun Simoncelli, Dovizioso dan Pedrosa mengovertake Hayden dan Bautista.

Rossi yang start di posisi ke-11 mampu merangsek di posisi ke-7. Untuk kemudian melewati rekan setimnya yang kesulitan melawan Bautista, namun naas ketika sudah melewati Bautista di tikungan, Rossi terjatu yang mungkin karena sirkuit mulai basah karena hujan.

Karena hujan yang mulai turun pula beberapa pembalap lain terjatuh, padahal sudah disiapkan motor pengganti buat mereka. Abraham, Aoyama, Crutchlow dan Bautista pun menjadi korban. Namun Abraham sedikit beruntung karna masih bisa menghidupkan motornya.

Di 4 lap terakhir nampaknya hujan lebih besar sehingga beberapa pembalap mengganti motornya, namun 4 pembalap Honda di depan lebih memilih mengamankan posisi dengan melambat, disinilah menjadi momen bagi Simoncelli untuk mencuri kembali podium 2 yang sempat diambil Dovizioso.

Stoner sangat lihai melibas jalanan yang sudah basah meski dengan ban yang memang bukan disiapkan melintasi lintasan basah dan akhirnya ia pun menjadi Juara Dunia MotoGP 2011 sekaligus dua kali menjadi juara dunia motoGP dengan tim dan pabrikan yang berbeda (Ducati dan Honda)

Moto2

Sementara dari Moto2, Marquez yang start paling buncit karena penalti begitu menggila hingga mampu meraih podium 3. Namun itu tak cukup buatnya tuk mengamankan posisinya di puncak klasemen karena rivalnya Bradl finish kedua. Dengan demikian Bradl merebut kembali puncak klasemen dari Marquez dengan selisih 3 poin. Pertarungan pun akan berlanjut di Sepang dan Valencia.

Berikut hasil lengkapnya:

Pos./Points/Num./Rider/Nation/Team/Bike/Km/h/Time/Gap

1/25/27/Casey STONER/AUS/Repsol Honda Team/Honda/171.4/42’02.425
2/20/58/Marco SIMONCELLI/ITA/San Carlo Honda Gresini/Honda/171.3/+2.210
3/16/4/Andrea DOVIZIOSO/ITA/Repsol Honda Team/Honda/171.2/+2.454
4/13/26/Dani PEDROSA/SPA/Repsol/Honda Team/Honda/170.5/+13.160
5/11/5/Colin EDWARDS/USA/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/169.3/+30.886
6/10/14/Randy DE PUNIET/FRA/Pramac Racing Team/Ducati/168.1/+48.800
7/9/69/Nicky HAYDEN/USA/Ducati Team/Ducati/166.4/+1’16.314
8/8/24/Toni ELIAS/SPA/LCR Honda MotoGP/Honda/164.9/1 Lap
9/765/Loris CAPIROSSI/ITA/Pramac Racing Team/Ducati/164.6/1 Lap
10/6/17/Karel ABRAHAM/CZE/Cardion AB Motoracing/Ducati/156.1/2 Laps

Not Classified

19/Alvaro BAUTISTA/SPA/Rizla Suzuki MotoGP/Suzuki/171.9/4 Laps
7/Hiroshi AOYAMA/JPN/San Carlo Honda Gresini/Honda/170.6/4 Laps
35/Cal CRUTCHLOW/GBR/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/170.6/4 Laps
46/Valentino ROSSI/ITA/Ducati Team/Ducati/172.2/14 Laps

*) klasemen pembalap, konstruktor dan tim klik disini

Marc Marquez Terkena Penalti, Pimpinan Klasemen Pembalap dan Juara Dunia akan Lepas Darinya?

Pada sesi latihan kedua gelaran Moto2 seri Australia terjadi tabrakan keras antara Marc Marquez dengan pembalap asal Thailand Ratthapark Wilairot. Tabrakan terjadi sesaat setelah chequered flaq dikibarkan untuk kedua pembalap ini dimana Marquez menghantam keras Wilairot dari belakang.

Setelah melakukan review terhadap insiden tersebut, race direction memutuskan Marquez bersalah karena melakukan ‘irresponsible manner’ (berkendara tanpa bertanggungjawab) yang menyebabkan bahaya bagi pembalap lain, hal ini merupakan pelanggaran pasal 1.21.2 regulasi kejuaran dunia di bawah FIM. Atas dasar tersebut Marquez dijatuhi hukuman 1 menit tambahan bagi lap time kualifikasinya besok.

Hukuman ini menjadi sangat riskan baginya karena kemungkinan besar posisi pimpinan klasemen yang baru saja direbutnya dari Stefan Bradl di Motegi lalu, akan kembali melayang ke tangan Bradl karena saat ini Bradl hanya terpaut satu poin saja dari Marquez.

Berbeda dengan MotoGP, Moto2 merupakan ajang balapan motor prototype dengan spek mesin sama semuanya, yaitu sama-sama bermesin 600 cc keluaran Honda, hanya sasis yang membedakan motor-motor tersebut. Bila di Motegi lalu dalam seri MotoGP, Stoner bisa dengan mudah melewati pembalap-pembalap lain setelah kehilangan waktu karena keluar lintasan dan bisa kembali ke posisi tiga. Atau Dovizioso dan Simoncelli yang bisa kembali berjaya di posisi 4 dan 5 setelah kena penalti. Hal itu terjadi karena motor-motor yang mereka gunakan jauh lebih kompetitif dibandingkan motor-motor lainnya karena berbeda mesin. Tentu hal ini sulit terjadi di Moto2, Maka sangat sulit bagi Marquez tuk mendekati Bradl apalagi melewatinya kalau bukan karena Bradl crash out.

Keriskanan ini diperparah lagi dengan hanya tersisa 2 seri untuk menyelesaikan kejuaran dunia Moto2 ini. Coba kita bayangkan, dengan tambahan 1 menit bagi lap time kualifikasinya tentu dapat dipastikan ia akan start paling belakang, dengan spek mesin yang sama di antara para pembalap, sudah cukup sulit bagi Marquez untuk meraih 1 poin saja di Australia ini, dan bila Bradl berhasil meraih podium maka ia akan merebut pimpinan Klasemen dengan perkiraan unggul 20 poin dari Marquez. Lalu di dua seri tersisa selanjutnya Meskipun akan dimenangkan oleh Maruez, mungkin sudah cukup bagi Bradl meraih podium kedua di dua seri tersisa tersebut untuk mengantarkannya meraih juara dunia Moto2 musim ini.

Beginilah sebuah kompetisi, menuntut konsentrasi penuh tanpa kelalaian sedikitpun bagi seorang pembalap meskipun ia sudah di atas angin.  Apakah hal ini menunjukkan ketidak siapan Marquez sang debutan Moto2 mengatur ritme mentalnya, seperti di awal-awal kejuaran 2011 ini ia sering terjatuh. Teramat sangat disayangkan sikap ini baginya, ditengah rencana promosinya ke kelas MotoGP tahun depan.