Curug Malela, Niagara Mini Indonesia

Pada tahun 2013 lalu, saat weekend terakhir menjelang puasa atau tepatnya pada hari Sabtu rasa bosan menyelimuti saya di pagi itu. Sekitar setahun lebih kosong dari aktivitas touring semenjak saya dirawat di RS karena penyakit maag kronis. Otomatis perasaan menggebu-gebu untuk kembali touring mengendarai motor kesayangan ke luar kota terlebih lagi beberapa hari kedepan akan masuk Ramadhan. Kontan saja tanpa pikir panjang lagi saya bulatkan tekad untuk pergi touring hari itu juga. Dan tempat yang saya putuskan untuk saya tuju adalah Curug Malela.

Curug Malela sering diistilahkan oleh para netizen sebaga Niagara Mini Indonesia, karena memang bentuknya yang mirip air terjun Niagara dalam skala yang kecil. Posisi Curug Malela berada di perbatasan Cianjur dan Kab. Bandung Barat. Bila mendengar posisinya yang berada di antara Cianjur dan Bandung Barat terkesan dekat dari Jakarta namun ternyata akses menuju kesana tidaklah semudah yang dibayangkan. Untuk menuju Curug Malela bisa diakses melalui Cianjur atau melalui Cimahi, Bandung. Saya memutuskan mengaksesnya melalui Cimahi, Bandung.

Setelah memantapkan tekad untuk touring hari itu juga, maka sekitar jam 10 pagi saya bertolak dari Jakarta memacu Honda Tiger Revo saya melewati Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang dan Cimahi. Sesampai di Cimahi, petunjuk jalan menuju Curug Malela sudah kelihatan yang mengharuskan saya belok ke kanan. Dalam benak saya, suatu tempat wisata bila dituliskan di petunjuk jalan di atas jalan raya berarti tempat tersebut mudah diakses dan banyak dikunjungi. Maka ketika melihat petunjuk jalan tersebut saya berpikir lokasi sudah dekat.

Namun setelah 2 jam berkendara dari Cimahi (termasuk satu jam macet-macetan karena berbarengan dengan pendukung Persib yang hendak ke stadion Jalak Harupat) lokasi yang dituju tidak kesampaian juga. Rasa lelah menghantui tubuh saya maklum karena kondisi belum 100% fit semenjak sakit dan akhirnya penyakit maag saya kambuh saat itu. Kepala pusing dan keleyengan dicampur rasa paranoid memaksa saya untuk menepi disebuah pom bensin mencari mushalla dan tidur sejenak. Selepas tidur kondisi sedikit membaik namun tidak cukup untuk membulatkan keberanian saya untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya memutuskan kembali ke Cimahi, kebetulan disana ada rumah saudara saya yang kosong sehingga saya bisa beristirahat total menghabiskan malam, leyeh-leyeh serta mencari kuliner yang enak di Cimahi malam itu.

Pagi harinya badan terasa cukup fit untuk melanjutkan perjalanan, maka tekad mencapai Curug Malela pun kembali dilanjutkan pagi itu. Jalanan pagi itu di Cimahi cukup lengang sehingga riding begitu enak untuk dinikmati ditengah udara Bandung yang ada dingin-dinginnya. Istirahat sebentar di Cililin untuk nyabu (nyarap bubur) kemudian perjalanan dilanjutkan kembali terus melintasi terusan waduk Saguling, menelusuri jalan yang semakin lama semakin kecil menaiki gunung dan berkelok-kelok serta sudah tidak bisa dikatakan mulus lagi aspalnya.

945917_4964750965310_1619851478_n

Perkebunan teh Rongga

Sekitar 2,5 jam berlalu perjalanan tanpa kemacetan namun masih belum ada tanda-tanda berarti yang menunjukkan Curug Malela tinggal sepandangan mata, saya pun tiba di perkebunan teh Rongga. Dan akhirnya setengah jam lagi berkendara dari perkebunan teh tersebut tibalah saya di gerbang/gapura selamat datang Curug Malela. Akhirnya sampai juga pikir saya, namun ternyata alih-alih senang karena sudah tiba di tujuan justru dari gerbang selamat datang tersebutlah tantangan yang sesungguhnya dimulai untuk mengakses Curug Malela. Di gerbang selamat datang tersebut saya tidak dipungut bayararan sepeser pun untuk memasuki kawasan Curug Malela sekalipun disitu terlihat ada pos penjagaan namun tidak ada orang yang menjaganya, dari situ saja saya sudah melihat kejanggalan dari tempat wisata ini.

 

IMG00398-20130616-0944

Welcome gate Curug Malela

Sebagaimana disebutkan di atas, tantangan justru dimulai dari gerbang selamat datang. Yup setelah melewati gerbang ini jalur sangat tidak karu-karuan. Tanjakan, turunan disertai jalan yang hancur seperti habis di bom karena penuh kerikil dan batu-batu tajam. Kadangkala harus melewati jalanan tanah yang becek dan berlumpur, belum lagi harus berpapasan dengan truk-truk besar pengangkut kayu. Sungguh ini bukanlah medannya motor Tiger sekalipun Tiger adalah motor penjelajah. Medan ini benar-benar off road dan cuma layak dilewati oleh motor-motor semisal Kawasaki KLX.

Setelah satu jam berkutat dengan perjalanan yang menantang tersebut, tibalah saya di penghujung jalan yang tidak bisa dilalui motor lagi, selanjutnya motor harus diparkir ditempat tersebut. Suasana disitu sangat sepi, hanya ada dua buah warung dan selain saya ada 3 motor Bajaj Pulsar 200 yang merupakan milik pengunjung lainnya. Motor pun saya parkir di depan warung sambil beristirahat dan bertanya-bertanya kepada pemilik warung tersebut.

1013676_4967493353868_1031284799_n

Dari tempat parkiran motor, untuk mencapai lokasi Curug Malela dibutuhkan berjalan kaki kurang lebih sejauh 1,5 km melewati persawahan dan sedikit semak. Setelah itu barulah kita tiba di Curug Malela, Niagara Mini Indonesia. Sayangnya ketika saya kesana saat itu sedang musim penghujan sehingga air cenderung keruh kecoklatan mengurangi keindahan Curug Malela sendiri.

malela

Tidak terlalu berlama-lama di Curug Malela, selanjutnya saya putuskan untuk kembali ke parkiran motor dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Setelah mengisi perut, saya pun bertolak menuju Jakarta namun kali ini saya memutuskan untuk tidak mengambil jalur Cimahi, tapi saya mengambil jalur yang langsung menuju ke Cianjur dengan harapan bisa memangkas jarak. Yup jarak memang terpangkas tapi waktu tempuh sama saja, hal ini dikarenakan jalan rusak yang harus ditempuh untuk bisa keluar ke jalan raya terusan Cianjur lebih panjang dan lebih hancur daripada jalan yang keluar menuju Cimahi.

Jalan keluar menuju Cianjur membelah hutan dan sangat hancur sekali, sangat berbahaya dikala hujan yang kebetulan saat itu pun sedang hujan, sehingga dua kali saya terjatuh dari motor sampai menyebabkan luka karena kaki saya menghantam bongkahan batu jalanan.

Butuh 2 jam melalui jalan hancur tersebut hingga akhirnya tiba di jalan raya dengan aspal mulus yang mengarahkan kita ke kota Cianjur untuk 1 jam perjalanan kemudian.

IMG_20160306_090941[1]

Iklan

Kalimat Indah Dr. ‘Aidh al Qarni

اقرأوا و عوا:

عبارة جمیلة للدكتور عائض القرني ـَـَََـَ     

         نحن لا نملك تغییر الماضي
            و لا رسم المستقبل ..
         فلماذا نقتل انفسنا حسرة
        على شيئ لا نستطیع تغییره؟

  الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
             فانظر الى السحاب
           و لا تنظر الى التراب ..

           اذا ضاقت بك الدروب
             فعلیك بعلام الغیوب
      و قل الحمدلله على كل شيئ

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
  الأولى غرقت والثانية حملت البشرية

     التوفيق من الله سبحانه وتعالى

       نحن لسنا السكان الأصليين
          لهذا الكوكب الأرض !!
       بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
           حيث كان أبونا أدم
            يسكن في البداية
           لكننا نزلنا هنا مؤقتاً 
        لكي نؤدّي اختبارا قصيرا
            ثم نرجع بسرعة ..

فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه،
والآخر في النار

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..

والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب .  تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )

فعش حياتك لله – تكن أسعد خلق ﷲ
اللهم لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم  سلطانك
Bacalah dan simak!

Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
Jg tdk bisa menggariskan masa depan
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dgn penyesalan?
Atas apa yg sdh tdk bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
Maka, tataplah awan dan jgn lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sdh sempit,
kembalilah ke Allah yg Maha Mengetahui yg gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

Taufik hanya dari Allah swt

Kita bukanlah penduduk asli bumi,
asal kita adalah surga
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 salih,
Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan,
sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.

Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yg lain di neraka.

Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

Hidup ini adalah cerita pendek,
dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah,
Lalu hisab (yg hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.

Maka, Hiduplah utk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.

Ya Rabb utkmu segala puji yg layak utk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu!

Kesehatan adalah kekayaan

Beberapa bulan terakhir ini ketika saya melihat statistik kunjungan blog ini, postingan doa memohon kesembuhan dari penyakit selalu mejadi postingan dengan hits teratas hampir setiap harinya. Dan dari sekitar 300 postingan/tulisan/artikel terhitung hingga hari ini dengan total jumlah kunjungan blog ini yang sudah mencapai 34.900 hits lebih terlihat bahwa postingan doa memohon kesembuhan memiliki hits teratas dengan total 3.900 hits lebih hingga hari ini, itu pun belum termasuk yang tampil dalam bentuk home page / archives, padahal postingan tersebut baru diposting sejak 21 April 2012 sedangkan blog ini sudah ada sejak Februari 2010 (hampir 3 tahun).

Tentu hal ini menandakan betapa banyak orang-orang yang sedang sakit dan mereka berharap sembuh dari sakitnya, seraya mencari tahu perihal do’a apa yang merupakan tuntutan agama dan dicontohkan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dengan harapan Allah segera mengangkat penyakitnya dan memberi kesehatan sedia kala.

544390_3452465199111_142801171_nSaya sendiri memosting doa itu kala saya sedang ditimpa penyakit yang cukup berat dan mengganggu sehingga menyebabkan harus dirawat dan sampai sekarang pun masih dalam kontrol dokter selalu (nyengir mode on:)

Yang jelas…. Penyakit memang merupakan sebuah momok menakutkan bagi manusia. Karena ia adalah perampas kenikmatan dan kekayaan. Dari semua pengalaman itu saya semakin menyadarinya (sebelumnya sih sudah sadar juga, mungkin masih kurang) bahwa penerapan pola hidup sehat merupakan sebuah hal mutlak yang tak bisa diabaikan.

Pola hidup sehat dibangun oleh tiga hal. Pola makan, Olahraga tepat dan pola pikir sehat. Namun dari beberapa tulisan dan artikel yang saya baca, saya menemukan fakta bahwa 70% penyakit disebabkan oleh pola pikir yang tidak sehat.

Pola pikir tidak sehat bukan berarti seorang itu gila. Tapi maksudnya adalah orang tersebut diliputi oleh stress berlebihan, cemas dan angan-angan yang kelewat batas yang demikian melemahkan sistem imun tubuh sehingga penyakit mudah datang dan inilah yang disebut penyakit psikosomatis/somatisasi. Teori dan pengobatan penyakit jenis ini sudah begitu banyak dan bisa kita temui dan cari di dunia maya. Namun yang praktis dan terdekat dengan diri dan jiwa kita untuk mengobati penyakit ini adalah agama. Bukan berarti orang-orang yang terkena penyakit ini menandakan agamanya buruk, tetapi mungkin faktor kepribadian yang memiliki kelainan yang diluar kendali pikiran sadar. Maka maksudnya kembali kepada agama adalah dengan kembali lebih menghayati lagi nilai-nilai spiritualitas yang diajarkan oleh agama dalam membangun kesehatan jiwa, seperti keikhlasan, tawakkal/pasrah, optimisme dan kebahagiaan serta lainnya.

Jagalah kesehatan kita karena sehat itu sangat mahal. Sehat itu sangat mahal bukan semata karena bila sakit akan menguras kekayaan kita, tetapi ketika kita kehilangan kesehatan kita maka saat itu kita sedang menjadi manusia yang tidak produktif.

Baca juga artikel terkait:

indah dan bahagianya hidup sehat

indah dan bahagianya hidup sehat

Penyakit Psikosomatik (Somatisasi), harus Disembuhkan Sendiri

Gejalanya ada dan cukup mengganggu, seperti sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, nyeri punggung, insomnia, tapi biasanya dokter tak menemukan penyakitnya. Kalau demikian Anda menderita apa yang disebut somatisasi, dan hanya diri sendiri yang bisa menyembuhkannya

Dalam beberapa bulan ini hampir setiap bulan Sally (29) menemui dokter. Ia khawatir hal terburuk terjadi pada dirinya, kanker. Betapa tidak? Konsultan komputer yang tinggal di Atlanta, AS, ini sudah lebih dari tiga tahun menderita sakit perut kronis dan sakit kepala. Anehnya, dokter belum juga menemukan penyakit yang dideritanya. Karena itu ia setuju dilakukan serangkaian pemeriksaan sekali lagi.

Dengan gugup Sally meremas-remas tisu di tangannya sambil menantikan vonis dokter. Tapi ternyata pemeriksaan menunjukkan hasil negatif. Hal yang semestinya menggembirakan itu justru mengesalkan karena berarti penderitaannya masih akan berlanjut. “Kami tak menemukan penyakit Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anda benar-benar sehat,” kata dokter itu sambil menaruh berkas laporan itu di meja kerjanya.

Setengah putus asa seminggu kemudian, Sally menemui dokter lain. Kali ini masih tentang penyakit “aneh”nya yang tak kunjung sembuh itu. Oleh dokter yang terakhir ini ia dinyatakan menderita somatisasi, yaitu manifestasi penderitaan emosional dalam bentuk gejala fisik yang tidak jelas. Kondisi aneh yang membikin frustrasi dokter dan pasien. Tak terhitung berapa juta biaya dihabiskan untuk ke dokter, pelbagai pemeriksaan dan pengobatan yang akhirnya tidak manjur itu. Syukur, telah ditemukan cara efektif untuk menanggulangi dan meringankan derita akibat somatisasi.

Tak berbahaya tapi mencemaskan
“Somatisasi sebenarnya merupakan proses normal lantaran derita emosional terwujud menjadi gejala-gejala fisik,” jelas Steven Locke, MD, kepala bagian medis Harvard Pilgrim Health Care, lembaga perawatan kesehatan terbesar di New England, AS. Gejalanya berkisar dari yang wajar-wajar saja, seperti muka memerah, sampai yang menakutkan, seperti nyeri dada yang hebat.

Tingkatan manifestasi somatisasi ini pun ada bermacam-macam. Beberapa orang hanya mengalami sedikit gejala, sementara yang lainnya banyak.

“Bila gejalanya ringan-ringan saja, somatisasi sebenarnya tidak berbahaya,” lanjut Locke. “Bukankah kita semua pernah mengalami derita emosional dengan gejala fisik, seperti sakit kepala? Bedanya, pada penderita somatisasi ekstrim, gejala fisik itu dapat sampai berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupannya.”

Untuk memahami somatisasi secara benar, harus dimengerti hubungan antara perasaan (emosi), tingkah laku, dan gejala fisik awal. Pikiran dan tubuh, merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. Tidak ada emosi yang dialami tanpa ditemani manifestasi fisik dari emosi itu. Demikian juga tidak akan ada sensasi fisik tanpa adanya manifestasi emosional dari pengalaman fisik itu. Jadi, mereka saling berhubungan dan tidak mungkin dipisahkan. Akibatnya, pada saat seseorang mengalami penderitaan secara emosional, semisal pertengkaran atau permusuhan, tidak puas terhadap diri sendiri, kekecewaan atau kehilangan seseorang tanpa dukungan dari lingkaran terdekatnya, maka semua itu akan termanifestasi di badan dengan berbagai macam gejala.

Menurut Kurt Kroenke, MD, guru besar ilmu kedokteran di Indiana University School of Medicine, sekaligus peneliti somatisasi, gejala tak jelas yang dialami oleh penderita penyakit ini meliputi banyak hal. Misal, nyeri dada, pening, sakit kepala, sakit punggung, sesak napas, insomnia, sakit pada bagian perut, mati rasa dan perih, sembelit, serta letih.

Ada banyak faktor yang berkaitan dengan gangguan somatisasi. Yang menarik, sekitar separuh dari pasien mengalami kecemasan atau depresi, meskipun umumnya dapat ditanggulangi sehingga gejala-gejalanya dapat dikurangi. Uniknya, gejala somatisasi cenderung dialami para wanita daripada kaum pria. Bahkan hasil penelitian menunjukkan, pasien wanita pada umumnya pernah mengalami pelecehan fisik atau seksual. Faktor umum lain, kondisi keluarga yang berantakan.

Somatisasi juga cenderung dialami sejak usia muda. Gejalanya mulai muncul ketika pasien berusia kurang dari 30 tahun. “Kalau gejala fisik yang tidak jelas itu baru muncul di usia 50 atau 60 tahun, kecil sekali kemungkinan itu kasus somatisasi. Dalam kasus seperti itu, dokter mesti mencari kemungkinan adanya gangguan depresi atau kecemasan,” jelas Kroenke.

Metode pertolongan diri
Ada beberapa metode untuk membantu penderita somatisasi. Salah satunya yang berhasil adalah yang diselenggarakan Personal Health Improvement Program, yang diadakan Harvard Pilgrim Health Care selama enam minggu.

Kursus itu mengajarkan beberapa kecakapan, terutama bagaimana mengamati sensasi dalam tubuh dan pikiran, serta perasaan yang muncul, tanpa terburu-buru menduga penyebabnya.

“Dengan sikap netral, mereka bisa lebih menghayati pengalaman itu. Selesai berlatih selama periode itu, orang jadi meningkat kesadarannya terhadap somatisasi dan dapat menanggulanginya sebelum gejala itu menyebabkan penyakit betulan,” kata Locke.

Dalam program itu pasien juga belajar menangani permintaan dan janji, termasuk tega menolak permintaan bila memang tak dapat memenuhinya. Ini untuk menghindari beban janji itu kelak yang bisa menimbulkan juga rasa kesal. “Hidup itu penuh dengan permintaan, janji, dan penolakan. Kita perlu belajar bagaimana mengkomunikasikan permintaan, apakah kita sebagai pihak penerima atau pemberi, supaya relasi kita dengan orang lain terpelihara baik. Yang penting, jangan sampai kita ‘tertimbun’ oleh beban janji yang tidak dapat dipenuhi atau kekesalan yang menumpuk,” jelas Locke.

Personal Health Improvement Program memiliki tingkat keberhasilan yang sangat baik. Hasil pengamatan terhadap penderita selama setahun, menunjukkan penurunan angka kunjungan dokter 50% bagi penderita yang melaksanakan program itu. Malah pada kasus-kasus yang berat, kunjungan ke dokter berkurang sampai dua pertiganya saja. Selain menurunkan kadar somatisasi, depresi, dan kecemasan, fungsi kemasyarakatan para penderita juga meningkat.

Kalau program pertolongan diri sendiri, semacam Personal Health Improvement Program tidak tersedia di sekitar kita, berikut ini tip yang barangkali bisa membantu.

  • Cari dokter yang serius menangani Anda dan gejala-gejala yang Anda alami. Artinya dokter yang mau mendengarkan keluhan pasien, tanpa cepat-cepat merekomendasikan pelbagai pemeriksaan. “Saya anjurkan dokter umum atau dokter keluarga saja, bukan spesialis,” kata Kroenke.
  • Jangan mengharapkan kesembuhan secara cepat. Mungkin dokter perlu waktu 6 – 12 bulan untuk sungguh-sungguh memahami riwayat dan gejalanya. Periksakan diri terhadap gangguan depresi atau kecemasan. Obat depresi banyak mengurangi gejala somatisasi.
  • Jangan biarkan gejala gangguan somatisasi sampai melumpuhkan aktivitas karena malah akan semakin memperburuk kondisi kita. Usahakan sedapat mungkin untuk mempertahankan gaya hidup normal, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan keluarga. Jika penderita mencoba melakukan aktivitas seperti biasa, lama-kelamaan gejala itu akan cenderung berkurang.
  • Buatlah buku harian untuk mencatat gejala-gejala yang timbul. Catat apa yang sedang Anda lakukan dan rasakan saat gejala-gejala tersebut menyerang. Catatan ini akan memberikan wawasan mendalam tentang penyebab somatisasi dan berguna untuk mengambil langkah yang lebih baik, saat gejala itu muncul lagi.
  • Tiap hari sisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan bermeditasi. “Ini akan membantu mengenali dan memunculkan perasaan yang terpendam,” jelas Locke. Perasaan yang selama ini ditekan sehingga tidak disadari dapat muncul ke permukaan. Sesungguhnya, mengakrabi suasana jiwa, perasaan dan pikiran sendiri yang biasanya tidak disadari adalah proses yang alami. Dengan cara ini, pemecahan persoalan dapat diperoleh tanpa harus mengakibatkan gangguan somatik.
  • Olahraga secara teratur mampu mengurangi stres dan juga menyehatkan. Semisal jalan-jalan sekitar tempat tinggal kita atau olahraga seperti tenis. Tentu saja olah raga perlu diatur sesuai usia dan kondisi fisik.
  • Perhatikan menu makanan sehari-hari. Kafein, misalnya, dapat menyebabkan serangan panik, yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas, berdebar-debar, dan sakit dada. “Penderita somatisasi mesti mempertimbangkan kembali menu mereka, kalau perlu membicarakannya dengan ahli gizi, siapa tahu ada bahan makanan yang bisa memicu timbulnya gejala,” saran Locke.
  • Jika banyak mengalami masalah dalam pergaulan, cari kursus yang mengajarkan cara-cara efektif untuk mengenali diri dan ketrampilan berkomunikasi. Kurang bisa berkomunikasi dengan baik mengakibatkan stres, yang dapat termanifestasi pada berbagai macam gejala.
  • Sadarilah bahwa selalu ada yang tidak dapat diubah dalam hidup. “Ini kebijaksanaan yang kami ajarkan,” ujar Marcia Orlowski, manager pelatihan dan pengembangan klien dengan Harvard Pilgrim Health Care’s Personal Health Improvement Program. Karena itu apa gunanya memikirkan hal tersebut? Ironisnya, “Banyak orang stres berat karena memikirkan hal-hal di luar kekuasaan mereka,” tambah Orlowski.

Bersedia memaafkan, baik diri sendiri maupun orang lain. Ini memungkinkan kita bergerak ke hal lain dalam hidup dan tidak terpaku merenungi, menyesali, kesal tentang suatu kejadian. (Don Vaughan/Rye)

Sumber: Tempo Interaktif, 8 Agustus 2001

Resume Buku: The Miracle of Endorphin

“Manusia adalah makhluk yang sejatinya dilahirkan untuk hidup sehat”

74791_3973931235436_1012017730_nDemikianlah keyakinan Dr. Haruyama. Pakar kesehatan holistik ini beralih dari sistem pengobatan yang berorientasi pada gejala menuju penanganan kesehatan sebelum penyakit datang. Melalui “revolusi besar di otak”, Dr. Haruyama menemukan keajaiban hormon kebahagiaan – diproduksi otak – yang bisa meningkatkan daya tahan alami tubuh. Tak hanya membeberkan keajaiban hormon kebahagiaan dan cara terbaik untuk merangsang produksinya, Dr Haruyama pun memberikan kiat-kiat praktis mengapa:

  • Jangan berhenti mendadak setelah berolahraga.
  • Hindari olahraga berat setelah usia 25 tahun.
  • Massa otot mempengaruhi kelancaran peredaran darah.
  • Berlari santai atau berjalan kaki lebih membakar lemak daripada olahraga berat.
  • Jalan kaki/olahraga ringan bisa menurunkan kadar gula darah dan membakar lemak.
  • Hampir semua obat-obatan adalah racun bagi tubuh.

Dengan menerapkan kiat-kiat Dr. Haruyama, seperti berjalan kaki minimal 5.000 langkah sehari, banyak makan fermentasi kedelai, dan senantiasa memicu sekresi hormon kebahagiaan, kita tak harus mengonsumsi segunung obat sehingga biaya perawatan kesehatan pun akan turun drastis.

Berikut ringkasan isi buku The Miracle of Endorphin:

  • Kita seharusnya bisa hidup 125 tahun. Rentang hidup hewan-hewan bertulang belakang adalah lima kali periode pertumbuhan otak mereka. Karena otak pada manusia bertumbuh hingga usia 25 tahun, berarti rentang hidup manusia 5 x 25 = 125 tahun.
  • Manusia tidak datang ke dunia untuk menjadi sakit. Bahwa ternyata penyakit-penyakit tetap ada, sering berkaitan dengan kenyataan bahwa tidak seorang pun yang merasa bahwa: “Menjadi sakit itu tidak normal.
  • Pada kulit manusia, hidup beragam mikroorganisme yang baik dan jahat, yang dapat melindungi kulit jika mereka hidup berdampingan secara harmonis. Alergi dan penyakit kulit datang jika keseimbangan ini terganggu.
  • Hendaknya kita tidak memakan sayuran yang berasal dari pertanian yang serangga atau mikroorganisme tidak hidup lagi di atas dan di dalam tanahnya. Sebuah lingkungan, tempat manusia hidup bersaing dengan makhluk hidup lain untuk memperoleh makanan, akan jauh lebih sehat.
  • Intisari berpikir positif terletak pada kemampuan kita untuk melihat sesuatu secara positif meskipun kita sama sekali tidak menemukan hal positif di sana – dan bahkan jika kedua orang tua yang kita cintai meninggal dunia, jangan marah kepada Tuhan, tetapi berpikir, “Apa pun yang terjadi padaku adalah yang terbaik untukku.”
  • Perintah otak seharusnya dianggap sebagai “perintah Tuhan”. Tuhan menginginkan kita agar berjuang untuk aktualisasi diri.
  • Sebuah cara hidup yang dibenarkan oleh setiap orang adalah cara hidup mulia dan bahagia, yang tidak menuai kritik dari orang lain – cara hidup seperti ini berarti aktualisasi diri. Dan karena hal ini merupakan tujuan jalan hidup manusia, hal itu akan mengantarkan pada kebahagiaan tertinggi.
  • Yang membedakan otak manusia dengan kebanyakan makhluk hidup lainnya adalah pembagian fungsi antara kedua belahan otak. Bagian sebelah kiri bertanggung jawab untuk kemampuan-kemampuan bahasa dan logika, bagian kanan untuk perasaan dan intuisi.
  • Otak kiri utamanya menyimpan semua informasi dari kehidupan individu (seseorang) sejak kelahirannya. Bagian otak ini berfungsi berdasarkan prinsip menang/kalah atau suka/tidak suka.
  • Dalam otak kanan, otak yang kita “warisi” dari tempat jiwa, tersimpan ratusan ribu kali lebih banyak informasi daripada di otak kiri. Penggunaan otak kanan yang benar dapat mewujudkan bentuk kesadaran tertinggi manusia.
  • Latihan visualisasi dan penggunaan indra yang tepat akan membukakan pintu ke belahan otak kanan dan mengaktifkan sekresi hormon kebahagiaan.
  • Perbedaan antara umur yang panjang dan umur yang pendek bergantung pada apakah seseorang lebih banyak menggunakan otak kanan atau otak kiri.
  • Bakat-bakat alami, seperti bisa melukis dengan baik atau memiliki tala mutlak, terpendam di dalam ingatan bawaan. Pada orang (yang berbakat) rupanya bakat-bakat ini sewaktu-waktu bisa muncul kembali ke permukaan pada jenjang kehidupan mana pun.
  • Untuk memproduksi gelombang alfa, dibutuhkan sebuah keyakinan. Jika memiliki keyakinan, kita tidak lagi menjadi korban keadaan, dan kita menjadi lebih mudah untuk berpikir positif.
  • Sangat sering dikatakan bahwa manusia adalah hewan yang hidup sepenuhnya berdasarkan prinsip kesenangan. Dari sudut pandang endorphin, kita adalah makhluk hidup yang berjuang sampai akhir demi sekresi hormon-hormon kebahagiaan yang memuaskan.
  • Setiap individu dilahirkan dengan tujuannya masing-masing. Jika kita menyadari tujuan ini, endorphin aklan dikeluarkan sebagai ganjaran. Kita pun akan diantarkan pada perasaan puas tiada tara, vitalitas tak kenal lelah, serta berpikir yang terarah.
  • Dianjurkan untuk mencuci wajah beberapa kali dalam sehari dan memijat dengan baik tsubo (titik akupunktur) di wajah. Praktik ini tidak saja berdampak mempercantik kulit, juga merangsang sejumlah organ dalam, terutama otak dan sekresi hormon-hormon kebahagiaan.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, sistem saraf parasimpatik hanya mendominasi pada saat tidur. Dalam keadaan terjaga hal itu bisa dicapai melalui meditasi. Praktik otogenik membuka akses menuju pengalaman meditatif.
  • Praktik otogenik merupakan satu jenis hipnosis diri yang melepaskan banyak hormon kebahagiaan, dan menambah kekuatan penyembuhan diri. Metode sederhana ini memiliki spektrum penggunaan yang luas, mulai dari penyembuhan penyakit dengan cara menghilangkan stress sampai dengan pengembangan bakat-bakat khusus.
  • Pada praktik otogenik, praktik hangat adalah yang paling dianjurkan.
  • Dengan bernapas dalam-dalam, prostaglandin yang berkumpul di bagian bawah paru-paru dikirimkan ke dalam aliran darah. Senyawa ini menetralkan oksigen aktif dan melebarkan pembuluh darah.

Penulis: Lahir di Kyoto, Shigeo Haruyama tumbuh dalam keluarga dokter tradisional Jepang, dan telah terbiasa dengan akupunktur, moxa, serta shiatsu sejak remaja. Lulus dari kedokteran, Haruyama berpraktik sebagai dokter bedah. Sejak 1987, dia membuka klinik pribadi yang memadukan pengobatan ala timur dan barat, terutama dalam rangka strategi kesehatan prefentif.

Sumber: Buku The Miracle of Endorphin, penerbit Kaifa, PT Mizan Pustaka.

Menikmati Penyakit dan Ikhlas di atasnya

Ingatlah saat Anda sakit

1. Jangan mengeluh. Yakinlah bahwa apa saja yg menimpa diri anda baik yang menyenangkan atau sebaliknya sudah ditakdirkan Allah.

”Sesungguhnya apa yg Allah takdirkan menimpa anda tidak akan meleset dari diri anda. Dan apa yang Allah takdirkan meleset dari diri anda, tidak akan menimpa anda” (HR.abu Daud)

2. Menyadari bhw semua ketentuan Allah adalah baik, tidak ada yg jelek. Seringkali kita mengucapkan
“subhanallah” yg berarti maha suci Allah. Apa maksudnya? Maksudnya adalah Allah maha sempurna sehingga semua yg berasal dari Allah itu sempurna, tdk ada cacat, buruk, aib, terdapat kekurangan,dll..

“Boleh jadi kamu tdk menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu, Allah mengetahui sementara kalian tidak mengetahui” (QS. Albaqarah 216)

3. Sakit adalah tanda seseorang dicintai Allah.

“Barang siapa yg Allah kehendaki kebaikan ada pd dirinya, DIA akan memberinya musibah” (HR.bukhari)

“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-NYA niscaya Allah akan menyegerakan musibah baginya di dunia, dan jika Allah menghendaki keburukan bagi hambaNYA niscaya Allah membiarkannya dengan dosanya sehingga Allah membalasnya pada hari kiamat” (HR.At-Tirmidzi)

4. Sakit adalah sarana seseorang mengetahui betapa bernilainya nikmat kesehatan.

“Sehat itu mahkota diatas kepala org yg sehat, tdk ada yg bisa melihatnya kecuali org yg sakit”

5. Jika anda merasakan sangat menderita dengan sakit yang anda alami, ketahuilah bahwa anda bukanlah orang yg paling menderita, banyak orang lain yang lebih menderita karena sakitnya.

“Lihatlah org yg lebih rendah dari kalian, janganlah melihat yang lebih tinggi, dengan demikian kalian tidak akan memandang rendah nikmat Allah” (HR.muslim)

6. Jika sakit yg anda derita terasa paling berat dibandingkan dengan orang-orang sakit di sekitar anda, berharaplah semoga hal itu adalah tanda bahwa anda lebih dicintai Allah.

Nabi ditanya ttg siapakah yg paling berat cobaannya? Beliau menjawab; “Para nabi kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya. Seseorang itu diberi cobaan sesuai tingkatan keimananya. Jika imannya kuat maka cobaannya besar dan jika imannya lemah maka dia diuji sesuai kadar imannya. Seorang hamba senantiasa diberi cobaan sehingga dia berjalan di muka bumi tanpa dosa” (HR.Tirmidzi)

7. Bersabarlah ketika anda sakit.

“Tidaklah sakit, keletihan, dan kesedihan menimpa seorang mukmin hingga kecemasan yg meliputinya melainkan dihapuskan kesalahan-kesalahannya” (HR.Muslim)

“Mengagumkan urusan org mukmin itu, sesungguhnya seluruh urusannya baik, tidak ada orang yg bisa demikian kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur maka itu baik baginya dan jika mendapatkan perkara yg tdk menyenangkan dia bersabar maka itu juga baik baginya” (HR.Muslim)