Jika

Barry Calvin Ginting _ID_

Iklan

Senang dan Ketemu

Seandainya Anda tidak senang ketemu saya, entah karena tidak percaya pada hidup saya, entah karena benci, dengki atau apapun — saya berdoa semoga Allah memperkenankan kita berdua untuk terhindar dari pertemuan, dalam bentuk dan cara apapun selama hidup kita di dunia.

Tapi seandainya Anda senang bertemu saya, sebagaimana saya sangat senang berjumpa dengan Anda semua, apalagi secara langsung — mohon maaf saya tidak berdoa semoga Allah mempertemukan kita.

Doa saya adalah: Semoga Allah menghemat waktu Anda, enerji Anda, pikiran dan seluruh potensialitas hidup Anda — tidak melalui jalan di mana Anda dipertemukan dengan saya, melainkan Anda dipertemukan dengan segala sesuatu yang memang benar-benar Anda butuhkan secara hakiki.

Sumber: Caknun

Air bukan Batu

air-hujandakwatuna.com – Allah…, berilah izin padaku, agar rasa sakit di hatiku adalah rasa sakit “air”, bukan rasa sakit “batu”, sebab : Air, selalu
kembali ke hilir, yang mana hilirnya adalah samudra kasih dan sayangMU yang harus kulalui dengan berarung jeram di sungai kesabaran. Bukannya batu, yang tak mampu berpindah dan
menetap di hatiku selamanya, berlumut, dan tak membiarkanku hidup dalam ketenangan pemaafan.

Air, yang suci dan mensucikan segala. kekhilafan, yang menyejukkan panasnya kemarahan, yangakan menetesi hati yang keras itu agar lebih lembut terhadapku. Bukannya batu, yang kokoh tak terpecahkan, saling menghancurkan dan tak ada harapan apapun di dalamnya, batu yang merusakkan hubungan cinta jadi dendam dan benci semata.

Air, yang mampu melewati tiap-tiap celah batu karang dengan anggun dan elegan, mengikuti arus tapi tetap pada kesetiaan wujudnya, bukanlah batu yang tak mau kalah diterjang air
sederas sungai, ia kuat dan tetap pongah, berbangga menjadi pijakan kedengkian hati.

Air, yang mampu merubah bentuknya, ia mampu menguapkan prasangka, menyublimkan emosi jiwa, bahkan mengembunkan kemarahan, bukan seperti batu, ia terus di situ, tanpa ragu, bertumbuk, meninggi dan merubah diri menjadi gunung keangkuhan yang sulit ku daki, sedang mata air “maaf” ada di puncak tertinggi.

Allah, tidaklah Engkau lupa, bahwa aku adalah pendendam terlama dalam sejarah keluarga, maka, tolonglah aku dengan terus “menegur” hatiku, “menyapa” ingatku, dan terus “pantau” perkembangan kesabaranku. Didiklah aku dalam pondok ilmu ikhlas yang tak perlu keras tapi menderas, berilah aku petualangan emosi yang tetap bersantun dan berbudi pekerti agar tak lekas pergi kedamaian ini. Kumohon Rabbi, terimalah penawaranku ini. Aamiin.

Sumber: Dakwatuna.com

Akhir Sejarah Cinta Kita

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum

suatu saat alam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah melekat dan menyatukan
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
kemana cinta akan berakhir
disaat tak ada akhir.

Anis Matta

Harusnya Cinta

Cinta tanpa pandangan, membosankan
Cinta tanpa sentuhan, menyakitkan
Cinta tanpa belaian, sia-sia
Karna pandangan, sentuhan dan belaian adalah benteng
Benteng dari cinta tuk ku arungi samudera hidup yg pahit
Badai yg mengharu biru jiwa
Gelombang yg merusah pikiran
Tawar dengan sejuk pandanganmu
Tenang denga indah sentuhanmu
Bersahabat dgn tulus belaianmu

Cinta tanpa kebersamaan
Hanya menambah pahit dan beban perasaan

Hakikat Rinduku

268643_4144567141227_1099124418_n

Ketika Allah menciptakan rindu

Ketika Allah menciptakan hampa

Ketika Allah menciptakan semua rasa sakit itu

Ketika Allah menjamin tak ada penciptaan yang sia-sia

Ketika itu pula semua memang penuh makna

Makna dan daya ledak bagi pribadi-pribadi yang tangguh.

Pribadi-pribadi yang selalu kembali kepada rahmat dan kasih-Nya

Sejauh apapun ia telah pergi, kerinduan pada Allah membuatnya kembali

 

Aduhai lembayung pagi, temani rindu dan isi hampaku

Rasuki hatiku dengan makrifat cinta Pencipta-mu

Hingga tenang hati ini dalam puncak rasa

dan kokohnya jiwa berteriak menggelora

Sehingga ku alpa pada kesemuan jiwa dan fatamorgana

Harus Terpisah

Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung
Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba, mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Bayangkan.. bayangkan ku hilang, hilang tak kembali,
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untuk ku rindukan

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Ini harusnya kita coba saling melupakan
Lupakan, lupakan kita pernah saling bersama

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

(Cakra Khan)