Recik-recik Kehidupan

“Bulan purnama memerah pecah tertutup awan hitam, malam pekat di bumi kian kelam, laksana bumi tak tau arti bulan. Biarlah bulan bicara sendiri, biarlah bintang kan menjadi saksi.”

“Kau selalu kurindukan, kau selalu ku nanti, penat sudah pikiran bersama hidup, sesak nian hati bersama dunia, jikalah bukan dakwah dan jihad,tak tersisa satu penghibur jiwa dan pelepas dahaga, ku rindu kau datang tapi jangan sekali-kali kau datang kecuali bersama taubat dan syahaadah, datanglah engkau, hampirilah aku wahai kematian.”

“Membayangkan cinta dan kasih sayang bidadari di surga. Allahumma baarik lii.”

“Meski salah, semua sudah terlanjur, banyak hal yang telah diungkap. Hanya mencoba berbicara tentang saat ini, bukan masa lalu. Maka semua ini butuh sebuah sikap.”

“Akhirnya momen itu datang juga, tetap waspada bahwa ia hanyalah stimulus. Jawaban semua ini adalah totalitas, dan kunci totalitas kesemuanya adalah Totalitas “Kembali”, sungguh Allah teramat sangat merindukannya dan janganlah tersia-siakan kerinduan-Nya bersamaan dengan momen ini.”

“Maafku tuk semua orang yang telah terzhalimi, semua ini karena kita manusia. Hidup ini terlalu singkat meski hanya untuk satu angan manusia yang tak berbatas kecuali oleh KEMATIAN.”

“Teka-teki kesejatian, sebelum menerka dan menerki mereka, menerka dulu kesejatian diri.”

“Hati yang lugu atau hati yang pemurah, ketika berulang kali menelan pil pahit tapi masih saja membangun tsiqah, dan ternyata memang semua ini karena obsesi untuk umat begitu besar meski merasa hasilnya belum seberapa.”

“Begitu banyak orang yang mendapatkan hidayah melalui kebesaran sebuah momen, akan tetapi bila tidak diiringi kebesaran ilmu yang lebih besar dari momen tersebut maka hidayah itu akan mudah tereduksi, untuk mengembalikan hidayah tersebut akan membutuhkan momen yang jauh lebih besar dari sebelumnya karena kebesaran momen sebelumnya telah terasa basi, parahnya momen yang baru ini akan terasa jauh lebih pahit hingga seolah jalan ini terlalu sempit.”

“Mengais-ngais hikmah di antara puing-puing kehidupan, berlomba dengan kesedihan, kekecewaan dan keputus-asaan. Hikmah itu memang bukan milik mereka, tapi menunggu hingga menguap dan merasuk ke dalam dada yang bersih adalah menyesakkan.”

“Islam Memang mengatur urusan cinta dengan sangat tepat dan berdaya guna atau kalau boleh dikatakan daya ledak. Namun bila tidak dimoderasi oleh jiwa yang membaca kecenderungan diri maka mungkin saja cinta itu tetap akan menjadi bumerang. Maka sebuah keputusan yang tepat sangat berarti di sini, karena itu baru ku bisa mengerti orang-orang yang terlambat, selamat berjuang!!”

“Adalah sebuah anugerah ketika mendapati kejernihan dan ketulusan hati orang lain, karena perkara kerahasiaan hati adalah mutlak dan kegamangannya adalah niscaya. Kebohongan seringkali terlihat indah, rekayasa terlihat nyata, kejujuran tak ternilai oleh tutur kata, akan tetapi kejernihan dan ketulusannya bagaimanapun jalannya akan terasa. Terimakasih pada orang2 yang mencurahkan kejernihan dan ketulusan hatinya, sebuah amal yang luar biasa. Baarakallahu lakum jamii’an.”

“Tak ada yang lebih membuat kita sengsara di dunia selain sempit dan dangkal hati, betapa indah doa nabi Musa as “rabbisyrahlsii shadri…..”

“Senyumlah ketika mereka masih membutuhkanmu, semoga kelak mereka tersenyum ketika kamu membutuhkan mereka”

“Kasih sayang dan cinta hanya dapat terasa lewat perbuatan dan pengorbanan apapun yang kita miliki, bukan dengan puisi, senandung dan kata-kata, meski mungkin ia bagiannya. Kasih sayang dan cinta adalah PEMBUKTIAN bukan PEMBALASAN.”

“Jika seseorang beramal karna ingin dilihat manusia maka itu adalah syirik, karena menyekutukan Allah dalam ibadah, jika seseorang tidak jadi beramal karna takut dilihat manusia itulah riya. Maka beramallah dan beristighfarlah!”

“Sekali lagi tentang keikhlasan, sekali lagi tentang keikhlasan, sekali lagi tentang keikhlasan dan seterusnya tentang keikhlasan, untuk dakwah lah, untuk membangun ekonomi umat lah. Fenomena keikhlasan ini memang telah membuat mata ini menagis, hati pilu dan bibir pun kelu.”

“Sebuah cinta yang murni tak berbatas kecuali oleh kecintaan pada Allah, kebesarannya tak bergeming oleh gejolak materi, kesejatiannya tak lenyap oleh secuil kotoran dunia. Maka cinta palsu hanya akan terombang-ambing oleh gelombang hasrat dan fatamorgana. Beruntunglah pencinta sejati.”

“Sekali lagi mengenai diam, bahwa dia adalah bahasa universal yang terkadang ketika diterjemahkan dalam bahasa verbal dapat menimbulkan kesalahan fatal.”

“Keikhlasan juga dipengaruhi oleh visi dan misi kita melakukan sesuatu, tidak ada yang bisa menilai kejernihan visi dan misi kita melainkan Allah dan perenungan jiwa kita untuk menguat hati kita yang terdalam. Semoga hati-hati yang jernih selalu menebar benih dan buah amal yang produktif bagi dakwah.”

4 responses to “Recik-recik Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s