Lorenzo perpanjang kontrak di Yamaha hingga 2014


Di tengah rumor kepindahannya ke Repsol Honda yang mengiminginya dengan gaji besar demi mengisi kehilangan pembalap bertalenta, Casey Stoner mulai musim 2013. Ternyata justru Lorenzo malah memperpanjang kontraknya bersama Yamaha hingga tahun 2014 menurut sumber DetikCom.

Nampaknya Yamaha merasa khawatir asset berharga yang dimilikinya ini berpindah ke Honda, rival terberat mereka. Sehingga jauh-jauh hari sebelum kontrak Lorenzo habis segera diperpanjang kembali. Karna Yamaha tahu bahwa pembalap yang paling kompetitif, kuat dan cerdas yang masih ada di MotoGP kini tinggal Lorenzo dan Valentino Rossi. Bila Lorenzo pergi mungkin sulit bagi Yamaha untuk menarik kembali Rossi masuk ke skuad mereka.

Gayung bersambut, Lorenzo yang memang sudah betah di Yamaha merasa senang dengan perpanjangan kontraknya tersebut. Berikut tanggapan Lorenzo terkait perpanjangan kontraknya tersebut:

“Aku diperlakukan seperti bagian dari keluarga Yamaha sejak 2008, dan aku sangat senang bekerja dengan mereka,”

“Sekarang aku bisa fokus pada kompetisi dan aku ingin segera melunasi kepercayaan Yamaha padaku, dimulai di Silverstone akhir pekan ini.”

“Mimpiku adalah mengakhiri karier dengan Yamaha, dan itu semakin mendekati kenyataan,”

Well… Dengan dipastikannya Lorenzo berada di Yamaha, nampaknya kubu Repsol Honda makin galau mencari pengganti Casey Stoner. Tidak kompetitifnya Pedrosa setelah sekian lama berada di Repsol Honda mempuat mereka harus mengalihkan perhatian kepada pembalap lain. Sedangkan Marc Marquez, pembalap incaran Repsol Honda yang saat ini masih di kelas Moto2 menurut aturan tidak bisa langsung memperkuat Repsol Honda sebagai tim pabrikan. Kini tinggal satu rumor yang tersisa, akankah Valentino Rossi kembali ke Repsol Honda yang merupakan tim pertamanya di MotoGP. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi bila Ducati masih saja belum mampu memberikan motor yang kompetitif untuknya.

Iklan

Qualification Result MotoGP Malaysia – Pedrosa Pole, Repsol Honda Lanjutkan Dominasi

Nampaknya suhu atmosfir persaingan di MotoGP telah mereda. Tak ada yang perlu dikejar lagi oleh Stoner, juara dunia sudah di tangan, BMW M Award pun sudah diraihnya. Sementara itu pesaingnya Lorenzo pun sudah kukuh di posisi kedua klasemen, terlebih lagi pada seri kali ini ia absen. Tentu hal-hal di atas akan membuat race MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang esok akan lebih kurang kompetitif dibanding sebelumnya.

Meski demikian, Repsol Honda terus melanjutkat dominasinya dengan menempatkan semua pembalapnya di posisi teratas kualifikasi secara berurutan. Dan kali ini giliran the Spaniard Pedrosa yang meraih pole, entah karena Stoner yang di posisi kedua bermain aman tidak ngotot lagi atau memang Pedrosa layak meraih pole. Hal ini juga menunjukkan masih adanya persaingan antara Pedrosa dan Dovizioso dalam rangka memperebutkan posisi ketiga klasemen. Dovizioso yang akan hengkang dari Honda tahun depan tentu tak mau kalah dari Pedrosa dan akan menunjukkan kualitasnya di sisa waktu yang ada.

Persaingan lain tentu akan ditunjukkan oleh Rossi dan Simoncelli, dua sahabat baik ini sedang cucuk-cucukan di klasemen dengan poin yang sama.

Yamaha…???

Pemandangan ironi justru terlihat di kubu tim Yamaha Factory Racing. Dengan absennya Lorenzo dan tidak fitnya kondisi Spies akibat kecelakaan keduanya di Philip Island lalu, kini kedua pembalap andalan Yamaha Factory yaitu Spies dan Nakasuga menduduki peringkat paling buncit di kualifikasi.

Namun Yamaha sedikit terhibur oleh penampilan Colin Edwards yang mengejutkan bisa start pada posisi ke empat setelah dominasi pembalap Repsol Honda. Nampaknya Edwards yang tahun 2012 akan pindah ke BMW-Suter pun layaknya Dovizioso, hendak mengakhiri musim ini seindah mungkin.

Well… Meski sudah tidak ada lagi persaingan juara dunia, paling tidak persaingan-persaingan dan ambisi lain dari pembalap-pembalap yang berkepentingan di atas tersebut mungkin akan menghibur kita yang menyaksikan Moto GP seri Malaysia di Sepang kali ini.

Berikut hasil lengkapnya;

SHELL ADVANCE MALAYSIAN MOTORCYCLE GP

MotoGP Qualifying Practice Classification 2011⁠⁠ 

Sepang, Saturday, October 22, 2011

Pos./Num./Rider/Nation/Team/Bike/Km/h/Time/Gap 1st/Prev.

1/26/Dani PEDROSA/SPA/Repsol Honda Team/Honda/315.3/2’01.462
2/27/Casey STONER/AUS/Repsol Honda Team/Honda/315.6/2’01.491/0.029 / 0.029
3/4/Andrea DOVIZIOSO/ITA/Repsol Honda Team/Honda/313.0/2’01.666/0.204 / 0.175
4/5/Colin EDWARDS/USA/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/308.9/2’02.010/0.548 / 0.344
5/58/Marco SIMONCELLI/ITA/San Carlo Honda Gresini/Honda/309.0/2’02.105/0.643 / 0.095
6/69/Nicky HAYDEN/USA/Ducati Team/Ducati/311.3/2’02.172/0.710 / 0.067
7/7/Hiroshi AOYAMA/JPN/San Carlo Honda Gresini/Honda/312.7/2’02.254/0.792 / 0.082
8/19/Alvaro BAUTISTA/SPA/Rizla Suzuki MotoGP/Suzuki/312.2/2’02.332/0.870 / 0.078
9/46/Valentino ROSSI/ITA/Ducati Team/Ducati/307.5/2’02.395/0.933 / 0.063
10/35/Cal CRUTCHLOW/GBR/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/307.9/2’02.756/1.294 / 0.361
11/14/Randy DE PUNIET/FRA/Pramac Racing Team/Ducati/308.2/2’02.939/1.477 / 0.183
12/65/Loris CAPIROSSI/ITA/Pramac Racing Team/Ducati/307.9/2’03.077/1.615 / 0.138
13/17/Karel ABRAHAM/CZE/Cardion AB Motoracing/Ducati/310.7/2’03.438/1.976 / 0.361
14/8/Hector BARBERA/SPA/Mapfre Aspar Team MotoGP/Ducati/310.8/2’03.619/2.157 / 0.181
15/24/Toni ELIAS/SPA/LCR Honda MotoGP/Honda/311.3/2’03.646/2.184 / 0.027
16/11/Ben SPIES/USA/Yamaha Factory Racing/Yamaha/305.6/2’03.678/2.216 / 0.032
17/89/Katsuyuki NAKASUGA/JPN/Yamaha Factory Racing/Yamaha/302.7/2’04.072/2.610 / 0.394

Final Result MotoGP Australia – Casey Stoner Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) - Juara Dunia MotoGP 2011

Casey Stoner (Repsol Honda) – Juara Dunia MotoGP 2011

Akhirnya Casey Stoner memastikan dirinya sebagai Juara Dunia MotoGP 2011 di kampungnya sendiri sekaligus menjadi hadiah buat ulang tahunnya sendiri yang jatuh tepat pada hari ini. Sekaligus membuktikan Stoner sebagai King of Philip Island selama 5 tahun berturut-turut.

Yamaha Factory Absen, Honda merajalela

Dengan absennya tim Yamaha Factory Racing, praktis race seperti Honda OMR (One Make Race) yang lain cuma bisa buntutin jauh dari belakang seolah cuma sebagai penggembira saja. Bagaimana tidak, dengan absennya tim pabrikan Yamaha yang merupakan satu-satunya tim yang mampu menggerecokin tim Honda, Honda begitu merajalela dirace dengan menempatkan 4 motornya sekaligus finish berurutan di depan.

Simoncelli mampu memperbaiki prestasi tertingginya di MotoGP dengan meraih podium kedua setelah menang duel dengan Dovizioso menjelang finish.

Pedrosa harus mengakui kekuatan ambisi Dovizioso untuk membantah Honda yang telah menganakitirkannya. Ia pun gagal naik podium karna kalah tangguh dan konsisten dari Dovizioso.

Race berjalan sebenarnya cukup seru, kurangnya karna tidak terjadi persaingan sengit antara pabrikan di lintasan. Honda terlalu digdaya buat Ducati dan Suzuki, dengan mudah sercara beruntun Simoncelli, Dovizioso dan Pedrosa mengovertake Hayden dan Bautista.

Rossi yang start di posisi ke-11 mampu merangsek di posisi ke-7. Untuk kemudian melewati rekan setimnya yang kesulitan melawan Bautista, namun naas ketika sudah melewati Bautista di tikungan, Rossi terjatu yang mungkin karena sirkuit mulai basah karena hujan.

Karena hujan yang mulai turun pula beberapa pembalap lain terjatuh, padahal sudah disiapkan motor pengganti buat mereka. Abraham, Aoyama, Crutchlow dan Bautista pun menjadi korban. Namun Abraham sedikit beruntung karna masih bisa menghidupkan motornya.

Di 4 lap terakhir nampaknya hujan lebih besar sehingga beberapa pembalap mengganti motornya, namun 4 pembalap Honda di depan lebih memilih mengamankan posisi dengan melambat, disinilah menjadi momen bagi Simoncelli untuk mencuri kembali podium 2 yang sempat diambil Dovizioso.

Stoner sangat lihai melibas jalanan yang sudah basah meski dengan ban yang memang bukan disiapkan melintasi lintasan basah dan akhirnya ia pun menjadi Juara Dunia MotoGP 2011 sekaligus dua kali menjadi juara dunia motoGP dengan tim dan pabrikan yang berbeda (Ducati dan Honda)

Moto2

Sementara dari Moto2, Marquez yang start paling buncit karena penalti begitu menggila hingga mampu meraih podium 3. Namun itu tak cukup buatnya tuk mengamankan posisinya di puncak klasemen karena rivalnya Bradl finish kedua. Dengan demikian Bradl merebut kembali puncak klasemen dari Marquez dengan selisih 3 poin. Pertarungan pun akan berlanjut di Sepang dan Valencia.

Berikut hasil lengkapnya:

Pos./Points/Num./Rider/Nation/Team/Bike/Km/h/Time/Gap

1/25/27/Casey STONER/AUS/Repsol Honda Team/Honda/171.4/42’02.425
2/20/58/Marco SIMONCELLI/ITA/San Carlo Honda Gresini/Honda/171.3/+2.210
3/16/4/Andrea DOVIZIOSO/ITA/Repsol Honda Team/Honda/171.2/+2.454
4/13/26/Dani PEDROSA/SPA/Repsol/Honda Team/Honda/170.5/+13.160
5/11/5/Colin EDWARDS/USA/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/169.3/+30.886
6/10/14/Randy DE PUNIET/FRA/Pramac Racing Team/Ducati/168.1/+48.800
7/9/69/Nicky HAYDEN/USA/Ducati Team/Ducati/166.4/+1’16.314
8/8/24/Toni ELIAS/SPA/LCR Honda MotoGP/Honda/164.9/1 Lap
9/765/Loris CAPIROSSI/ITA/Pramac Racing Team/Ducati/164.6/1 Lap
10/6/17/Karel ABRAHAM/CZE/Cardion AB Motoracing/Ducati/156.1/2 Laps

Not Classified

19/Alvaro BAUTISTA/SPA/Rizla Suzuki MotoGP/Suzuki/171.9/4 Laps
7/Hiroshi AOYAMA/JPN/San Carlo Honda Gresini/Honda/170.6/4 Laps
35/Cal CRUTCHLOW/GBR/Monster Yamaha Tech 3/Yamaha/170.6/4 Laps
46/Valentino ROSSI/ITA/Ducati Team/Ducati/172.2/14 Laps

*) klasemen pembalap, konstruktor dan tim klik disini

Lorenzo dan Spies Absen di Race MotoGP Australia – Stoner di Ambang Persiapan Selebrasi Juara

Race MotoGP Australia yang sebelumnya menjanjikan pertarungan sengit antara calon kuat juara dunia 2011 Stoner dengan juara bertahan 2010 Lorenzo tidak akan terlihat. Hal ini disebabkan Lorenzo tidak akan ikut race tersebut setelah mengalami cedera cukup serius di empat jarinya karena crash pada lap terakhir sesi warm up. Bahkan jari manis kirinya sampai putus sehingga ia segera diterbangkan ke Melbourne untuk segera menjalani operasi.

Dengan absennya Lorenzo, sepertinya Stoner di ambang persiapan selebrasi juara dunianya tahun ini. Karna cukup baginya finish di posisi keenam maka ia tak akan terkejar lagi.

jari manis kiri Lorenzo putus

jari manis kiri Lorenzo putus

Disaster for Yamaha

Nampaknya pekan ini menjadi pekan yang sangat buruk bagi bagi Tim Yamaha Factory Racing. Karena bukan hanya Lorenzo yang harus absen. Ben Spies team mate-nya pun memastikan diri terlebih dahulu absen dari race karena mengalami benturan keras di kepala saat babak kualifikasi yang membuatnya sulit konsentrasi. Karna hal tersebut tim memutuskan Spies mundur dari race agar tidak membahayakan pembalap lain.

Yah, sepertinya race akan berjalan kurang seru dengan absennya para punggawa Yamaha. Karena hanya tim ini lah yang menjadi pengganggu laju Stoner di depan sehingga race menjadi tidak membosankan.

Menimbang-nimbang Masa Depan Dovizioso di MotoGP, terkait kehengkangannya dari Honda ke Yamaha

Akhirnya Dovizioso memutuskan labuhan hatinya untuk membalap di MotoGP 2012 bersama tim satelit Yamaha Tech 3 menggantikan Colin Edwards untuk menjadi tandem sang debutan Cal Crutchlow. Ia menganggap kepindahannya ini sebagai sebuah tantangan baru buatnya.

Well, sejauhmana signifikansinya seorang Dovizioso – yang belum pernah menjadi juara dunia di kelas MotoGP – dengan kedudukannya di antara para pembalap yang tampil di ajang paling bergengsi kelas MotoGP sehingga ia membutuhkan sebuah tantangan baru, padahal kita tahu sejauhmana kompetitifnya tim Yamaha Tech 3 yang sulit bersaing dengan Honda Gresini sekalipun.

Bila ia ingin menembus menjadi seorang pembalap utama tim pabrikan, rasanya Lorenzo terlalu kuat untuk digantikan mengingat Lorenzo adalah orang kedua setelah Rossi yang paling mampu memaksimalkan kekuatan YZR-M1 di tengah superioritas Honda RC213V. Atau bila ia ingin menggantikan posisi Spies rasanya terlalu dini untuk menggantikan seorang Spies yang merupakan pembalap potensial yang menjadi rookie of the year tahun lalu, terlebih ia mampu beberapa kali meraih podium dengan M1-nya bahkan sempat juara.

Adalah sebuah keberuntungan baginya memasuki skuad tim Repsol Honda yang memiliki daya kompetisi kuat dengan sokongan dana dan sumber daya besar. Sekalipun kini ia kalah bersaing dengan Stoner dan Pedrosa sehingga tahun 2012 ia dipisahkan dari tim Repsol, namun ia tetap dijamin mendapat RC213V anyar, namun bedanya ia diminta bergabung dengan tim satelit Honda LCR.

Melihat semua fakta di atas, adalah kurang proporsional bagi seorang Dovizioso dengan berpikiran mencari tantangan baru di tim Yamaha Tech 3. Reformasi justru seharusnya berada di dirinya sendiri, bagaimana ia bisa memanfaatkan setiap peluang dan daya dukung yang sedang menghampirinya tuk menjadi pembalap papan atas bahkan juara. Rasanya sudah sering kita mendengar penilaian terhadap Dovizioso bahwa ia bukanlah seorang pembalap bertipe fighter.

Bila ia sudah mencapai prestasi yang signifikan di MotoGP barulah alasan kepindahan akan memiliki relevansi yang layak. Namun yang kini ia butuhkan adalah perkembangan dan perkembangan demi meraih prestasi puncaknya, nampaknya potensi itu lebih terlihat di Honda saat ini untuknya.

Dan kalau sedikit kita coba hubungkan dengan fakta dibalik layar, dimana HRC lebih mendahului merampungkan agreement kontrak dengan Simoncelli daripada Dovizioso, bahkan Simoncelli sudah melakukan test ride RC213V padahal secara prestasi Dovizioso jauh lebih baik dari Simoncelli di klasemen maupun jumlah podium. Tidak berlebihan nampaknya bila disimpulkan hengkangnya Dovi dari Honda ke musuh bebuyutannya Yamaha lebih karena rasa sakit hatinya karna dianaktirikan HRC.

Selamat berjuanglah Dovi…!!!

Akurasi Speedometer Honda Tiger Revo dan Honda Scoopy

Sebagian para biker mungkin sudah mengetahui bahwa kecepatan yang ditampilkan speedometer baik yang digital maupun analog pada setiap sepeda motor harian pasti tidak mempresentasikan kecepatan yang sebenarnya. Sepertinya hal ini dilakukan oleh pabrikan untuk efek kehati-hatian yang ekstra kepada setiap biker. Namun seberapa jauh sih tingkat penyimpangan kecepatan yang tampil di speedometer sebuah kendaraan dibandingkan kecepatan sebenarnya.

Nah pada tulisan singkat ini, saya membuat tes sederhana mengkomparasikan kecepatan motor yang tampil di speedometer dengan kecepatan di GPS yang dijalankan oleh program Runtastic Blackberry App. Motor yang saya gunakan untuk ditest adalah Honda Tiger Revo keluaran tahun 2008 dan Honda Scoopy tahun 2011. Pengetesan untuk Honda Tiger saya lakukan sebanyak 4 sesi yaitu pada kecepatan yang tertera pada speedometer sebesar 40 kph, 60 kph, 80 kph dan 100 kph. Ingin dilanjutkan sesi ke-5 Honda Tiger untuk kecepatan 120 kph namun tak ada jalan yang cukup kosong untuk mendukung sesi tersebut, maka dicukupi saja hingga 100 kph. Kemudian untuk Honda Spacy, karna motor masih berstatus inreyen maka tes hanya dilakukan 2 sesi pada kecepatan yang tertera di speedometer 40 kph dan 60 kph.

Berikut hasilnya saya tampilkan dalam bentuk tabel:

Test Result
Honda Tiger Revo 2008
Session Speedometer GPS (Runtastic) Deviasi %
1 40 kph 37,2 kph 2,8 7,53
2 60 kph 56,6 kph 3,4 6,01
3 80 kph 72,8 kph 7,2 9,89
4 100 kph 90,5 kph 9,5 10,50
Average 8,48
Test Result
Honda Scoopy 2011
Session Speedometer GPS (Runtastic) Deviasi %
1 40 kph 28,3 kph 11,7 41,34
2 60 kph 52,8 kph 7,2 13,64
Average 27,49

Perbandingan dengan Kawasaki Ninja 150L dan Yamaha Byson

Lalu bagaimana dengan jenis motor lainnya? Berhubung motor yang bisa saya gunakan hanya dua di atas, maka tes motor jenis lain untuk Kawasaki Ninja 150L dan Yamaha Byson saya contek hasilnya dari Bro IWB dimana tesnya dilakukan dengan aplikasi yang sama dan sudah direport di blognya sendiri terlebih dahulu.

Test Result
Kawasaki Ninja 150L 2011
Session Speedometer GPS (Runtastic) Deviasi %
1 80 kph 62 kph 18 29,03
2 120 kph 91,8 kph 28,2 30,99
Average 30,01
Test Result
Yamaha Byson
Session Speedometer GPS (Runtastic) Deviasi %
1 80 kph 75,6 kph 4,4 5,82
2 108 kph 102,5 kph 5,5 5,37
Average 5,59

Nah berdasarkan data-data diatas kita bisa melihat bahwa Yamaha Byson adalah motor yang paling memiliki keakuratan speedometer dibanding kecepatan di GPS (ya mungkin benar kata mas IWB karna faktor impor dari India yang dikenal memiliki akurasi speedometer lebih baik), sedangkan Kawasaki Ninja 150L adalah motor yang paling menyeleweng jauh speedometernya. Dan khusus untuk Honda Scoopy terdapat keanehan pada kecepatan 40 kph di speedometer yang menyimpang teramat jauh dari kecepatan GPS (41,34 %) namun terkoreksi cukup signifikan pada sesi 2 hingga menjadi 13,64%.

Jadi kira-kira menurut saya bila 3 motor (Tiger, Ninja 150L dan Byson) dijejerkan pada kecepatan 90 kph menurut GPS, maka speedometer Tiger akan menampilkan kecepatan 100 kph, Ninja akan menampilkan 117 kph dan Byson akan menampilkan 95 kph.

Saya sebagai pengguna Honda Tiger Revo tersebut pernah mencapai top speed 125 kph di speedometer yang artinya kira-kira kecepatan real menurut GPS adalah 113 kph. Nah untuk menyamai kecepatan ini maka Ninja 150L perlu mencapai speed 147 kph di speedometernya (wooow… gimana ga gede kepala tuh rider ninja kalo mo mentokin motornya ke speed tersebut), sedangkan Byson untuk menyamainya perlu mencapai speed 119 kph di speedometer (denger-denger sih ada yang bisa mencapai speed mengendarai Byson hingga 120 kph di speedometer).

Jadi menurut saya, top speed tidaklah menjadi sesuatu yang dibanggakan bagi pengguna motor-motor sport harian, karena sepertinya ‘hampir sama’, namun yang membedakan adalah akselerasinya.

*)Note: Semua motor tersebut dalam keadaan orisinil (standard pabrikan).

‘Team Order Detected’ pada tim Yamaha Factory Racing

Bagi anda yang menyaksikan dengan seksama pertarungan race MotoGP Aragon kemarin khususnya pada battle perebutan podium 3 tentu akan melihat Lorenzo memberi aba-aba kepada Spies rekan setimnya di Yamaha Factory Racing.

Ya, pada perebutan podium ketiga tersebut memang Lorenzo dan Spies cukup kewalahan menghadapi Simoncelli yang notabene memakai motor Honda RC212V dengan spek mesin yang sama dengan motor Stoner dan Pedrosa yang menempati urutan 2 dan 3.

Simoncelli mampu dengan mudah mengovertake Lorenzo di straight untuk kemudian mengovertake Spies dengan manis di tikungan. Namun tak lama kemudian ia membuat kesalahan terlalu late braking sehingga menyebabkan ia keluar lintasan dan kembali dilewati oleh Spies dan Lorenzo.

Nah setelah itu giliran Lorenzo yang mengovertake Spies, ketika proses overtaking itulah Lorenzo memberi aba-aba kepada Spies dengan tangan seolah ia menyuruh Spies untuk menghalang-halangi Simoncelli saja agar Simoncelli gap time-nya bisa membesar darinya dan mengamankan posisi Lorenzo di podium 3 agar gap-nya di klasemen dengan Stoner tidak terlalu membesar. Namun naas bagi Spies karna menuruti aba-aba itu ia pun menjadi korban, karna ternyata ia tak mampu terlalu lama menahan Simoncelli hingga akhirnya ia dapat dilewati oleh Simoncelli dan benar-benar tidak bisa mengejar lagi hingga finish. Akhirnya Spies hanya bisa finish di urutan kelima.

Bila memang demikian pantaskah team order ini berlaku bagi sebuah tim besar yang berulang kali mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia (Rossi dan Lorenzo). Tidak bisakah pembalap-pembalap Yamaha tersebut bertarung sportif seperti yang dipertontonkan oleh Pedrosa dan Stoner di San Marino lalu.

Saat itu Stoner yang sedang di posisi kedua di belakang Lorenzo membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisinya dari ancaman Lorenzo di klasemen. Tapi ternyata ia malah diovertake Pedrosa rekan setimnya sehingga gap-nya dengan Lorenzo di klasemen makin mendekat lagi dibanding bila ia finish kedua di San Marino tersebut.

Namun, apa yang dikatakan Pedrosa mengenai hal ini: “Saya pikir yang terkuat lah yang harus menang, saya senang bila Stoner menang karna ia menggunakan motor yang saya kembangkan, dan saya senang bila Lorenzo yang menang karna ia rekan senegara saya.”

Tentu Pedrosa juga ingin menang, jadi tak perduli rekan setimnya sedang menjaga jarak aman diklasemen, kalau ia sedang lemah ya harus dilewati. Semoga Spies mampu tampil mandiri mempertontonkan keahliannya tanpa dibayang-bayangi Lorenzo sang juara dunia, sehingga persaingan MotoGP akan lebih seru lagi. Tidak melulu didominasi oleh Honda