Dua Fakta Unik terkait Fenomena Film The Innocence of Moslem

Berikut dua fakta unik dan mengherankan terkait fenomena kontroversi film The Innocence of Moslem yang memunculkan kemarahan kaum muslimin di seluruh dunia karena film tersebut berisi penistaan agama.

Pengadilan menolak Gugatan Artis Film The Innocence of Moslem

Pengadilan California menolak gugatan Cindy Lee Garcia, artis film The Innocence of Moslem. Hakim di pengadilan tinggi Los Angeles Luis Lavin mengatakan dia menolak sebagian gugatan Garcia, karena laki-laki yang diyakini membuat film tersebut tidak mendapatkan salinan gugatan. Permintaan untuk membatasi sementara (tayangan film) ditolak, kata hakim Lavin seperti yang dilansir BBC, Jum’at (21/9).

Cindy Lee Garcia memperkarakan penayangan film yang menghina Nabi Muhammad SAW itu karena merasa ditipu. Ia memperkarakan sang produser Nakoula Basseley alias Sam Bacile. Tak hanya Nakoula, Cindy juga menggugat Youtube agar menarik video menghina umat Islam itu dari server mereka.

Hadiah 900 Juta Rupiah

Menteri Perkeretaapian Pakistan, Ghulam Ahmad Bilour, Sabtu (22/9/2012) menawarkan hadian US $ 100.000 atau sekitar Rp 900 juta bagi pembunuh pembuat film The Innocence of Moslem.

“Saya mengumumkan hari ini, si penghujat adalah orang berdosa yang telah berbicara omong kosong tentang nabi. Siapa yang membunuh dia, aku akan menghadiahinya dengan US $ 100.000.”

Shura no Hana (The Flower of Carnage) Ost. Kill Bill

Shindeita…Asa ni…
Tomorai no…Yuki ga furu…
Hagure inu no…Touboe…
Geta no…Otokishimu…

Iin na naomosa…Mitsumete aruku…
Yami wo dakishimeru…Janomeno kasa hitotsu…
Inochi no michi wo…Yuku onna…
Namida wa tooni…Sutemashita…

Furimuita…Kawa ni…
Toozakaru…Tabinohima…
Itteta tsuru wa…Ugokasu…
Naita…Ame to kaze…

Kieta mizu mo ni…Hotsure ga miutsushi…
Namida sae misenai…Janomeno kasa hitotsu…
Urami no michi wo…Yuku onna…
Kokoro wa tooni…Sutemashita…

Giri mo nasake mo…Namida mo yume no…
Kinou mo ashita mo…Henno nai kotoba…
Urami no kawa ni…Mi wo yudanete…
Honma wa tooni…Sutemashita…

By: Meiko Kaji
Download lagu ini di sini

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Bunga Pembantaian

Di sebuah pagi yang mematikan, mengubur salju yang turun
Lolongan anjing yang tersasar dan suara geta (bakyak) memecah kesunyian
Aku berjalan dengan beratnya langit di pikiranku
Merangkul kegelapan malam dengan payung kayu di tangan
Menapaki jalan kehidupan seorang wanita
Air mata jatuh ke tanah mengiringi seluruh perjalanan

Mengikuti sungai yang memutar, jalan ini membawaku jauh dari cahaya
Kebekuan ini membuat tidak bisa bergerak, membuat hujan dan angin pun menangis
Es dari kolam yang beku merefleksikan siluet rambut wanita
Hanya saja aku tidak bisa menunjukkan air mataku dengan payung di tangan
Menapaki pahitnya jalan seorang wanita
Hatinya jatuh ke tanah sepanjang perjalanan ini

Kehormatan, iba, air mata dan mimpi-mimpi

Kemarin, hari ini… Semuanya tanpa harapan yang perlu diungkap
Lantas aku berkomitmen melempar tubuh ini ke sungai kegetiran
Seorang wanita yang jatuh ke tanah mengisi seluruh perjalanan ini

The Company Men

Sebuah film drama yang disutradai oleh John Wells dan dimainkan oleh beberapa bintang kenamaan seperti Ben Affleck (Bobby Walker), Tommy Lee Jones (Gene McClary) dan Kevin Costner (kakak ipar Boby  Walker).

Bercerita tentang kegelisahan pria amerika (Bobby Walker, Gene McClary dan Phil Woodward yg diperankan oleh Chris Cooper), ketika mimpi indah kehidupan di Amerika yang sudah mereka raih terusik oleh PHK dari sebuah perusahaan tempat mereka bekerja (GTX) yang disebabkan oleh penurunan nilai saham.

Bobby Walker yang bergelar MBA, yang pertama kali dipecat sebelumnya adalah seorang kepala bagian Penjualan di perusahaan tersebut. PHK telah menggoncangkan hidupnya, namun untuk menghindari rasa malu dia tetap berusaha mempertahankan rumah mewahnya, mobil Porsche miliknya dan kebiasaan bermain golf demi mempertahankan reputasinya sebagai pria sukses berkelas, padahal gaya hidup ini begitu menguras anggaran mereka. Hal inilah yang menjadi pemicu konflik antara dia dan istrinya. Beruntung dia mempunyai istri yang hebat yang setia mendampinginya dalam keadaan susah, dengan kebijaksanaan istrinya berhasil membuat Bobby untuk bisa hidup sederhana dgn menjual rumah dan mobil mewahnya untuk kemudian tinggal di rumah orang tuanya dan meninggalkan kebiasaan bermain golf, dan untuk membantu suaminya tersebut ia rela tuk kembali kerja paruh waktu sebagai karyawan sebuah rumah sakit. Dari situ mereka mencoba untuk bangkit kembali.

Tidak mudah bagi mereka untuk bangkit karena karakter Bobby yang high class employee minded. Berulangkali lowongan pekerjaan ditolaknya karna ia tak rela dihargai dengan gaji yang hanya setengah dari gajinya di GTX, begitu pula berulang kali ia ditolak dari beberapa perusahaan karna terdapat banyak MBA muda dan fresh yang bersaing dengannya. Namun ketika keadaan semakin mendesak, ia mau menuruti permintaan kakak ipar dan istrinya untuk bekerja kepada kakak iparnya sebagai kuli bangunan sambil tetap mencari pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya. Dari kakak iparnya pula ia belajar makna sebuah kerja keras dan keteguhan serta kesabaran dalam menjalani hidup di tengah resesi ekonomi yang melanda Amerika.

Naas bagi Phil Woodward, rasa malu dan frustasinya karna dipecat dan juga penolakan dari perusahaan temannya agar ia diterima bekerja di perusahaan tersebut karena usianya yang sudah mencapai 60 tahun benar-benar telah membuat ia kehilangan kendali dan memutuskan bunuh diri di garasi mobilnya. Kejadiaan ini benar-benar membuat duka kedua temannya (Bobby dan Gene) dan sedikit banyak mempengaruhi sikap keduanya untuk lebih sabar dan berpikir keras untuk memperbaiki kehidupan mereka kembali.

Tidak sesulit Bobby dan Phil, Gene McClary yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi dan anggota dewan perusahaan di GTX lebih bisa bersikap bijak dan tenang menghadapi kenyataan PHK ini. Ia adalah orang yang terakhir di PHK bahkan sebelumnya ia dinobatkan GTX sebagai The Man of The Year atau karyawan terbaik yang paling berperan memajukan GTX. Namun karena kerasnya penentangannya terhadap PHK ribuan karyawan atas nama kemanusiaan, membuat dia pula harus di PHK dari perusahaan tersebut, sekali lagi demi konsep kapitalisme atau kenaikan nilai saham.

Namun, berbekal relasi dan jaringannya yang besar serta distimulus oleh kematian Phil, ia mencoba bangkit dari keterpurukan dengan mendirikan sebuah perusahaan baru nan sederhana di sebuah pelabuhan. Dan ia merekrut beberapa rekan dan ex karyawan GTX yang telah di PHK tersebut termasuk Bobby.

Akhirnya Bobby telah memenangkan kehidupan ini atas egonya sendiri, bahwa ada hal yang lebih berharga dari kesepakatan hidup mewah di Amerika, dialah kesahajaan dan kerja keras dalam membangun kehidupan meski dari titik nol.

Di sisi lain, film ini juga menampilkan kondisi kepribadian penduduk Amerika yang dikungkung oleh sistem kapitalisme dan mental wirausaha adalah mental terbaik dalam menghadapi dinamika kehidupan dunia.

A Way Back Into Love

I’ve been living with a shadow overhead
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past, I just can’t seem to move on

I’ve been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I’ve been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
Oh oh oh

I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere

I’ve been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I’m open to your suggestions

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end

There are moments when I don’t know if it’s real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I’ll be there for you in the end

(Alex Fletcher & Shopie Fisher)

My Name is Khan

Satu lagi film yang mengangkat nuansa religi islam kembali diminati masyarakat di Indonesia khusunya Jakarta. Namun uniknya kali ini film ini dibuat oleh sutradara asing tidak seperti dua film sebelumnya yang merupakan film lokal (Ayat-ayat cinta dan Ketika Cinta Bertasbih).  Film yang berdurasi 2,5 jam ini sepertinya baru diputar di bioskop mahal di jakarta (Plaza Senayan dan Plaza Indonesia).

Film yang dibintangi bintang film kenaamaan Bollywood ini (Shahrukh Khan dan Kajol) memang begitu asyik untuk dinikmati, selain alur cerita yang cukup mengharukan diiringi juga warna komedi yang manis dan romantis.

Bumbu Kental Pluralisme

Film ini memang menggambarkan indahnya akhlak seorang muslim yang begitu jujur dan memiliki keperdulian, cinta dan kasih sayang terhadap orang lain termasuk non muslim, sehingga berbekal inilah alur cerita berakhir pada pengakuan bahwa terorisme bukanlah ekuivalensi dari Islam.

Yah itu memang positif, tapi ada bumbu yang sangat kental terasa dalam film ini manakala sang figur muslim ta’at tersebut menikahi seorang wanita Hindu (musyrik) hanya karena hasrat yg muncul dari suara dan kecantikan, mungkin ditambah lagi karna sikap baik wanita itu yang yaah normatif kok sebagai seorang manusia. Tentu ini bukanlah suatu akhlak seorang muslim yang benar-benar memahami teori akidah dengan benar. Dan inilah sebuah bentuk pluralisme, dan secara statement begitu jelas terungkap dalam film tersebut “manusia itu hanya ada dua : manusia baik dan manusia jahat” sehingga dengan dalih itu pula sang figur muslim menikahi seorang gadis Hindu.

Mengapa bumbu pluralisme ini begitu kental, karena memang dikemas dengan kemasan romantisme yang saaaaangat digandrungi masyarakat. Tidak bermaksud mengatakan serta-merta yang menonton film tersebut akan meniru prilaku sang figur muslim tersebut. Yang jelas proses perang pemikiran berjalan memang cukup lama dan tidak terasa, maka bagi seorang muslim yang peka dengan fenomena ini tentu memiliki kekhawatiran dengan debut film seperti ini.

Bukan hanya pernikahan lintas agama yang ditampilkan di sini, juga ditampilkan sang figur muslim pun ikut bernyanyi di gereja, berdo’a bersama. Persis sekali dengan manifestasi doktrin kaum liberalis yang sedang di sebarkan di masyarakat.

Bagi seorang muslim yang memiliki pemahaman akidah yang kuat dan benar tentu akan kecewa menonton film ini karna sebelumnya mereka melihat review yang cukup menarik mengenai perjalanan hidup seorang muslim India di negeri paman Sam