Kesia-siaan

img00005-20110615-0926.jpgKamu tahu sayang, bukan kehilanganmu yang terasa begitu menyakitkan. Betapa cinta suci yang membara oleh fitrah adalah kekuatan besar yang mengalir di nadi jiwa, mata air bahagia, inspirasi dan kedamaian. Karenanya ku rela mengurai benang-benang takdirku, berontak dan melawan. Ku rela mengalir dalam penantian yang tak pernah kutau muaranya. Namun mengapa pada akhirnya kuhanya berada di pusaran dan semakin tenggelam sedangkan waktuku sudah tak lama lagi.

Kamu tahu sayang, bukan nelangsa hati karna kepergianku darimu yang kuratapi. Tapi sosok-sosok suci, lembut dan tulus yang kubiarkan menjauhiku karena buta mataku oleh racun semumu. Memaksaku mempercayai apa yang tak kupercaya. Bahwa karma telah menaungiku bersama awan hitam dan lorong kelam.

Kamu tahu sayang, bukan sayang sungguh disayang untuk menghapus wajah indahmu dalam pahatan hatiku yang membuat air mataku kering. Tapi seakan tak bisa dipercaya bahwa perjalanan panjang selama ini di atas duri, menerjang ombak dan menembus badai tetap saja ku berdiri untuk berkata aku cinta, aku rindu dan aku sayang. Tapi sekedar titik cahaya di lorong purnama pun tak dapat kulihat.

Tapi sudahlah sayang, semuanya memang harus dihentikan sebelum waktuku benar-benar habis. Nelangsa dan kehancuran hati ini tidak ada artinya dibanding meratapi kesia-siaan sebuah perjuangan dan jatuh bangun perjalanan menggapai sebuah cita-cita dan angan. Sekalipun ku tak bisa menjejal persepsi kau salah, maka persepsi itulah yang harus ku telan sendiri dari sosok-sosok suci, lembut dan tulus itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s