Lingkaran yang tidak lagi Tersambung

cincin patahKite memang perlu membedakan antara sistem, sarana, pelaku dan terapan. Namun dalam konteks idealisme dakwah Islam komprehensifitas atas keempat hal diatas adalah sebuah keniscayaan tersendiri yang mencerminkan kebenaran sistem tersebut, kesehatan sarananya, keshalihan pelakunya dan keshahihan penerapannya. Pada akhirnya hasil-hasilnya adalah sebuah perbaikan di pribadi, keluarga, masyarakat dan dunia.

Jelas, meragukan sebuah sistem adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir. Namun perpisahan terhadap 3 hal yang tersisa di atas adalah buah dari kekecewaan yang teramat dalam atas gagalnya sebuah komprehensivitas. Adakah sebuah kebersamaan harus terus dipertahankan bersama sebuah parsialitas kesatuan umat, saat hal tersebut tidak lagi berdampak signifikan bagi perbaikan diri dan manfaat ukhrawi. Sedangkan bisa jadi di sisi sana ada sebuah parsialitas lagi yang mendengungkan komprehensivitas dan bisa jadi mereka benar, hanya perlu kita mencoba memahaminya saja dengan sebuah kemerdekaan fikrah.

Ketika sebuah sistem teramat agung dan sempurna. Namun sarananya begitu makin keropos tanpa ada reformasi sistematis memperbaikinya. Pelakunya begitu banyak diisi oleh oknum yang tegak di atas pepesan kosong ukhuwah dan retorika. Dan penerapannya seolah berjalan di tempat untuk tidak menyebut mundur kebelakang bila menoleh perkembangan politik dan umat serta masyarakat saat ini. Pada saat  itulah kita sedang berada pada lingkaran yang tidak lagi tersambung, cincin yang patah atau parahnya sebuah semangat yang semu dan tujuan yang fatamorgana. Tapi di sisi lain diri kita tetap harus terus belajar dan memperbaiki diri agar bisa mengajari dan memperbaiki orang lain. Ingat, tanggung jawab sejalan waktu semakin besar seiring pertambahan usia, perkembangan keluarga dan polemik masyarakat, politik dan negara.

Maka janganlah kalian nistai dia dengan ketidakberadaannya karena kalian sudah tau rambu-rambunya dari al Qur’an, begitu pula isyarat dari sang murabbi kita berikut ini.

كم فينا و ليس منا, و كم منا و ليس فينا

Betapa banyak yang bersama kita tapi bukan berasal dari kita, dan betapa banyak yang dari kita namun tidak bersama-sama kita.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s