New Year…. So What….???

tahun baru

Tahun baru telah tiba, 2012 telah berganti menjadi 2013. Menjelang subuh ini saya terbangun, dan hmmmmm masih tipe pagi yang sama, udara yang sama hanya tanggalnya saja yang sudah berbeda. Tak ada kesan sejarah yang bermakna spiritualitas tinggi yang perlu direnungi dari pergantian tahun ini. Lalu apa yang mereka rayakan semalam, hingga menjelang subuh ini mungkin mereka masih mendengkur terkulai lemas hanya untuk menunggu hitungan 3-2-1 teng tengah malam telah tiba, serentak iblis dan tentaranya pun berpesta pora.

Tahun masehi dengan tahun hijriah secara konseptual matematis dalam perspektif al Qur’an tidaklah berbeda karena dalam surat Ar Rahman Allah berfirman:

“Matahari dan bulan memiliki perhitungan”

Jadi memang tidak perlu antipati terhadap penggunaan tahun masehi karena ia pun diakui eksistensi-nya oleh al Qur’an sebagai sesuatu yang memiliki perhitungan. Kebetulan saja penemunya adalah orang Mesir kuno. Namun ada refleksi sejarah yang berbeda sangat kental dalam sejarah penggunaan tahun masehi dan tahun hijriah.

Bila tahun masehi pertama kali dipergunakan oleh kaisar Romawi untuk penanggalan kaum mereka yang tak memiliki kejelasan momentum apa starting poin-nya karena notabene kaum Romawi hanya mengambil penemuan peradaban Mesir kuno tersebut. Sedangkan tahun hijriah mulai digunakan oleh khalifah Umar bin Khatthab sebagai penanggalan kaum muslimin dimana starting pointnya peristiwa Hijrah Rasulullah dan kaum muslimin saat itu, dimana hijrah menjadi titik kulminasi perjuangan Islam untuk menjadi lebih eksis dan akselerasi dakwahnya pun semakin meluas sehingga setelah itu kemenangan demi kemenangan begitu banyak diraih.

Jadi dalam perayaan tahun baru dari dua metode penanggalan tersebut dalam bentuk refleksi serta hikmah dan makna spiritualitas yang merupakan nilai kemuliaan manusia itu bersumber, jelas keduanya memiliki kontradiksi yang sangat besar untuk dirayakan. Apakah kita hendak merayakan tahun baru masehi dengan merefleksi sebuah kebudayaan (Romawi) yang nota bene bukan kebudayaan kita dan agamanya (Nasrani dan Majusi/penyembah api) bukan agama kita sebagai seorang Muslim. Ya pantas saja perayaan tahun baru masehi hanya berisi kembang api, kemubaziran bahkan seks bebas (astaghfirullah ya Allah ampuni dosa hamba). Karena memang dari awalnya seperti itu, dan kita ternyata hanya mengikuti saja, bukankah Rasulullah pernah menegaskan bahwa barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka ia bagian dari kaum tersebut.

Kalaupun ada sebagian kecil (semoga semakin banyak dan populis) yang merefleksikan pergantian tahun ini dengan muhasabah atau mengevaluasi diri di masjid-masjid agar tahun yang baru ini lebih baik dari tahun yang lalu, tentu hal ini jauh lebih baik dilakukan. Dan tak perlu kita mencap refleksi tahun baru masehi di masjid-masjid dengan bentuk seperti ini sebagai perbuatan bid’ah apalagi taqlid kufri. Karena toh perhitungan masehi (matahari) diakui oleh al Qur’an dan kegiatan mereka bernilai ibadah dan positif.

Begitu pula dengan tahun baru hijriah sebagai sebuah peristiwa sejarah yang penuh makna bagi umat Islam tentu tak ada salahnya bila dirayakan dalam sebuah bentuk refleksi diri untuk menjadi lebih baik lagi serta menggali makna dari peristiwa hijrah tersebut. Namun bila pada akhirnya tahun baru Islam pun dirayakan dalam bentuk kemubadziran dan kesia-siaan maka tak akan bedanya dengan penyakit masyarakat yang kronis dalam perayaan tahun baru masehi.

Mari kita melihat esensi dan substansi yang bermakna spiritualitas tinggi sebagai sumber kemuliaan manusia dalam memaknai setiap perjalanan kehidupan dunia ini, semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi insan yang lebih baik lagi di tahun baru ini maupun tahun baru yang akan datang bila memang kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah ta’aalaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s