Antara Proyeksi Kaderisasi dan Riuh-Rendah Syi’ar-syi’ar Kebesaran Dakwah

397648_4125966196215_403219075_n

Seorang aktivis dakwah, tak bisa dipungkiri adalah orang-orang yang pintar, kreatif dan dinamis. Mereka selalu saja memiliki banyak ide untuk merekrut para pemuda-pemudi untuk menghadiri acara-acara Islami yang menarik, seperti pesantren kilat Ramadhan, study wisata dan lain-lainnya yang inti dari acara tersebut adalah memperkenalkan kepada para peserta apa itu Islam dan kebanggakan terhadap Islam.

Dalam program tersebut selalu diupayakan digelar mata-mata acara yang menarik dan tidak menjemukan, mulai dari permainan yang menyenangkan seperti games hikmah, jerit malam dan tadabbur alam, acara ilmiah dan wawasan seperti ceramah umum, diskusi dan mentoring hingga acara-acara pemenuhan spiritualitas seperti tahajjud berjama’ah dan muhasabah. Semua mata acara tersebut dikemas dan dirancang sedemikian rupa dalam satu program rekrutmen kader-kader baru atau calon aktivis dakwah yang baru oleh sebuah instansi dakwah tertentu seperti Rohis sekolah atau kampus, remaja masjid ataupun mengatasnamakan yayasan-yayasan yang bergerak di bidang sosial keagamaan.

Dari semua kemasan acara tersebut, satu hal yang harus menjadi orientasi para aktivis dakwah adalah kaderisasi dan pendidikan yang berkesinambungan. Aktivis dakwah harus bisa mengarahkan, meyakinkan dan menekankan bahwa kader-kader baru yang direkrut tersebut siap mengikuti program kaderisasi dan pendidikan yang berkelanjutan yang biasanya berbentuk taklim setiap pekannya dalam kelompok-kelompok kecil (5-10 orang) dengan satu pembimbing (murabbi) dari aktivis dakwah tersebut.

Satu acara yang paling memiliki muatan ke arah tersebut adalah acara mentoring. Yaitu peserta dikelompokkan dalam satuan-satuan kecil (5-10 orang) mengadakan ta’lim melingkar di pimpin oleh seorang mentor. Tema yang dibahas adalah tema Islami dan dakwah yang lebih mendalam lagi bahkan mungkin disertai dengan diskusi.

307219_4126966501222_929459509_n

Sebaiknya kelompok mentoring ini dibentuk sesuai rencana program taklim pekanan yang berkelanjutan tersebut sehingga bisa jadi anggota-anggota mentoring ini adalah peserta-peserta yang tempat tinggalnya berdekatan, sekolahnya sama, kelasnya sama atau peserta yang memiliki hobby yang sama atau pertimbangan lainnya. dan dipegang oleh seorang mentor yang memang sudah diproyeksikan untuk menjadi pembimbing mereka pada taklim pekanan berikutnya. Sang mentor ini selain memberikan wawasan keislaman yang mendalam, juga berulang kali menekankan kepada para peserta mentoring bahwa kita akan melanjutkan mentoring ini dalam bentuk taklim rutin pekanan. Closingnya adalah para peserta sudah bisa menyepakati kapan dan dimana acara taklim rutin pekanan perdana bisa dimulai. Dari situ dimulailah proses kaderisasi dan pendidikan berkesinambungan untuk membentuk para peserta rekrutmen tersebut menjadi pribadi muslim yang kuat dan aktivis dakwah yang siap turun membantu perjalanan dakwah selanjutnya.

Mata-mata acara lain meskipun kurang memiliki muatan seperti diatas sekuat mentoring, tetap juga harus diselipkan penekanan akan progress pembinaan berkelanjutan, sehingga perserta selalu diingatkan bahwa setelah acara ini mereka harus mengikuti program follow up pembinaannya.

Jadi, keberhasilan program rekrutmen kader-kader dakwah baru bukanlah pada besarnya jumlah peserta, kesan menyenangkan dari peserta atau bahkan besarnya semangat para peserta mengikuti semua mata acara. Tetapi keberhasilan program rekrutmen adalah ketika program pembinaan berkelanjutan (follow up) dah acara tersebut bisa terlaksana. Karena AKTIVIS DAKWAH BERORIENTASI PADA KADERISASI DAN PENDIDIKAN, BUKAN PADA RIUH-RENDAH SYI’AR-SYI’AR KEBESARAN.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s