Kemandirian Nasihat Diri

Semua dari kita pasti pernah merasakan galau atau ditimpa musibah, kesedihan dan lainnya. Pada saat itu ada dua pilihan buat kita; putus asa atau bangkit. Ketika memilih bangkit seringkali kita mencari sumber inspirasi dan motivasi diri untuk menggugah jiwa dan pikiran kita sehingga menjadi kekuatan untuk bangkit atau paling tidak tidak berlarut dalam kegalauan dan kesedihan tersebut untuk kemudian menatap hidup baru. Misalnya, membaca buku-buku motivasi, mendengarkan nasihat-nasihat Mario Teguh, mendengarkan ceramah.

Namun nyatanya masalah tidak pernah datang sekali dalam hidup kita. Ia bisa datang berkali-kali selama masih ada nafas yang kita hela. Seringkali disaat itu, kita lupa dengan motivasi dan inspirasi yg telah membuat kita bangkit sebelumnya, atau teori motivasi dan inspirasi tersebut sudah terdengar usang di telinga kita. Sehingga akhirnya kita mencari, mencari dan mencari lagi sumber-sumber inspirasi dan memotivasi yang bisa menjadi sumber kekuatan kita untuk bangkit atau keluar dari masalah tersebut. Karna pada kenyataannya seseorang yang jatuh untuk kedua kalinya membutuhkan motivasi dan inspirasi yang selalu lebih ‘besar dan hebat’ dari motivasi dan inspirasi yang telah membuatnya bangkit sebelumnya.

Lantas apakah kita berpikir hanya akan selalu menjadi pencari motivasi dan inspirasi diri saja, hanya akan menjadi pendengar Mario Teguh saja. Pernahkah kita berpikir bahwa kita bisa menjadi seorang Mario Teguh, bahwa kita bisa menjadi seorang yang berdiri di mimbar untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain. Atau minimal kita menjadi seorang yang bisa memunculkan motivasi dan inspirasi bagi diri kita melalui olah pikir diri kita sendiri dengan segenap ilmu dan pengetahuan yang kita miliki sehingga menjadi teori-teori yang senantiasa baru laksana mutiara yang tak ada habisnya.

Nyatanya ketika kita mendengarkan ceramah, nasihat, motivasi dan inspirasi dari orang lain, beberapa menit setelah itu ternyata hanya beberapa persen yang masih kita ingat. Lantas berapa persen yang masih tersisa setelah berlalu beberapa hari, bulan dan tahun. Semua menguap dan menghilang. Begitulah yang terjadi bila motivasi dan inspirasi yang kita terima hanya menjadi penghibur hati penghilang galau dan sedih. Bukan menjadi sebuah tindakan nyata.

Tahukah anda teori mengenai akhlak. Akhlah adalah kebiasaan yang dilakukan terus menerus sehingga pelakunya mudah melakukannya dan tidak keberatan sedikitpun. Begitupula setiap inspirasi dan motivasi yang kita terima, haruslah dilaksanakan berkesinambungan sehingga menjadi sebuah kebiasaan hingga akhirnya kebiasaan itu menjadi mudah buat kita lakukan bahkan dengan senang hati kita melakukannya saat itulah teori motivasi dan inspirasi yang kita terima telah menjadi akhlak diri kita.

Dengan demikian semua inspirasi dan motivasi yang kita terima tersimpan kokok dalam bentuk akhlak dan pola pikir, untuk selanjutnya keluar kembali dari mulut dan batin kita baik dalam rangka membangkitkan diri ketika kita jatuh kembali atau memotivasi orang lain, tentunya dengan redaksi baru berdasar daya olah argumentasi kita sendiri. Sehingga akan begitu banyak Mario Teguh-Mario Teguh di dunia ini yang mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain.

Akhir kata mari renungkan firman Allah berikut:

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah tercabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki (QS Ibrahim: 24-27)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s