4 Sudut

4 sudut mengapit pembaringanku
4 sudut mendekap tubuhku
4 sudut memenjara pandanganku
4 sudut ku dera gelisahku

Dari 4 sudut fatamorgana itu datang
Congkak dan angkuh mereguk arak nafsu
Naif bahwa alam memberi restu
Bahkan baru saja kutapaki langkah palsu

Kiranya hanya di atas 4 sudut hidupku
Melangkah, berlari, peluh dan kata-kata
Baru dirasa puas kala ku menggila di atasnya
Tak sadar alam pun murka

Pasukan Tuhan berpaling
Para pelaknat angkat bicara
Waktu pun mencekik
Saudara pun buta

Wahai Tuhan,
Engkau begitu penyayang
Tak seberapa yang telah hilang
Selama Engkau datang

Di atas 4 sudut aku rela
Rela menangis, mendera jiwa yang gerah
Rela bersedih, menerima titah dengan pasrah
Rela tertidur, tanpa sosok dan mimpi yang indah

Kepada 4 sudut aku berharap
Jangan pernah lagi engkau menjerit
Karena aku hanya Takut kepada Tuhan-Ku
Aku hanya meminta kepada Tuhan-ku
Tanpa manis ambigu masa-masa lalu
Dalam kenangan 4 sudutmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s