Kontroversi Insiden Lorenzo-Bautista, Keberuntungan bagian dari Juara

Sebelum MotoGP seri Assen, Belanda, Lorenzo memiliki keunggulan 25 poin atas juara bertahan, Stoner di klasemen sementara pembalab. Berbekal laju positif kemengan tiga kali beruntun, Lorenzo berupaya memperlebar jarak kembali dari Stoner dalam rangka memperkuat misinya merebut kembali gelar juara dunia MotoGP yang pernah ia raih di tahun 2010.

Namun ironis yang terjadi, balapan baru memulai lap pertama bahkan di tikungan pertama, Lorenzo harus jatuh karna ditabrak oleh Bautista yang crash karena telat braking. Dari sisi sportivitas jelas kejadian ini sangat disayangkan, sebab salah satu pembalap yang diunggulkan untuk menang harus mengakhiri balapan tanpa satu poin pun karena kesalahan yang dibuat pembalap lain.

Berbagai tanggapan kemudian bermunculan. Stoner sendiri, rival utama Lorenzo sangat menyayangkan kejadian tersebut dan merasa bahwa kemenangannya di Assen tidak perlu dibanggakan karena tidak mendapatkan perlawanan dari Lorenzo saat race. Rossi berkelakar dengan menyebut bahwa kemenangan Honda di Assen semata disebabkan oleh Bautista bukan karena pemilihan ban yang tepat buat Stoner. Race Direction dan FIM sendiri telah mengeluarkan keputusan berupa hukuman start dari posisi belakang bagi Bautista di seri selanjutnya (Sachsenring, Jerman, red:). Adapun Lorenzo sendiri menyebut kejadian tersebut sebagai kegilaan Bautista dan hukuman yang telah diputuskan untuknya kurang tepat karena tidak akan membuat jera, seraya mengambil contoh hukuman yang pernah diberikan kepada dirinya sendiri dulu ketika melakukan kesalahan serupa namun harus dihukum absen satu seri.

Di dunia maya dan blogsphere khususnya tidak kalah ramai. Bahkan lebih ekstrim menyebut insiden Bautista menjatuhkan Lorenzo adalah makar untuk sengaja memenangkan Stoner agar bisa menyamai poin Lorenzo. Hal ini diindikasikan karena Bautista dan Stoner sama-sama menggunakan motor Honda meskipun beda tim.

Well… Kalau kita melihat kejadian tersebut dari awal start hingga terjadi tabrakan. Rasanya sulit untuk kita katakan Bautista sengaja menjatuhkan motornya dan sengaja menabrakkannya ke Lorenzo. Hal ini karena posisi Bautista cukup jauh dari Lorenzo. Sungguh bodoh bila Honda sengaja membuat rencana makar menjatuhkan Lorenzo dengan cara seperti ini, karena dengan cara ini kemungkinan besar yang menjadi korban belum tentu Lorenzo bahkan bisa beberapa pembalap lain atau justru yang fatal bisa jadi pembalapnya sendiri (Bautista) yang akan mengalami kecelakaan fatal karen ditabrak dari belakang oleh pembalap lain seperti yang terjadi pada mendiang, Simoncelli tahun lalu. Apakah mungkin pembalap sehebat dan berpengalaman, Alvaro Bautista yang sebelumnya memperkuat Suzuki mau menjatuhkan karirnya demi kemenangan orang lain.

Insiden ini hanya harus dilihat sebagai sebuah kecelakaan yang memang disebabkan oleh kesalahan Bautista yang terlalu telat braking memasuki tikungan pertama, dan ia layak mendapatkan hukuman atas kesalahannya tersebut. Di sisi lain, keberuntungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah gelar juara selain skill yang hebat, motor yang kencang dan strategi yang jitu dalam. setiap seri demi seri.

Kalau kita lihat tahun lalu pun Stoner pernah dijatuhkan oleh Rossi di Jeres dengan kejadian serupa, namun Rossi terbebas dari hukuman, karena kejadian tersebut pula justru posisi puncak klasemen yang sedang dipegang oleh Stoner bahkan harus direbut oleh Lorenzo, sehingga setelah beberapa seri kemudianlah dengan kerja kerasnya Stoner mampu merebut kembali klasemen hingga akhirnya juara. Atau ketika Pedrosa dijatuhkan oleh Simoncelli di Le Mans, sehingga menyebabkan Pedrosa cedera dan absen beberapa seri yang membuatnya keluar dari persaingan perebutan gelar juara MotoGP.

Bukankah ketika Lorenzo sendiri juara pada tahun 2010 tak lepas dari faktor keberuntungan karena Rossi, rival beratnya saat itu harus absen beberapa seri karena tulang kakinya patah. Jadi memang keberuntungan adalah faktor yang harus diterima menjadi bagian dari gelar juara.

Well… Seri MotoGP tahun ini masih cukup panjang, masih sangat besar peluang Lorenzo meraih gelar juara kembali mengingat skill dan mentalnya yang sangat kuat dipadu dengan motor yang sangat stabil ditambah lagi permasalahan chatter yang selalu dikeluhkan di motor Stoner. Rasanya kita bisa katakan peluang Lorenzo dan Stoner untuk menjadi juara tahun ini adalah 60:40.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s