Hari Pahlawan: Pahlawan Masa Lalu, Pahlawan Masa Kini. Pahlawan Masa Gitu…??

Hari ini (10 November) bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Setiap kali bangsa ini memperingati hari pahlawan tersebut, masyarakat diingatkan akan perjuangan bangsa ini pada masa lalu dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Bagaimana retorika dan orasi para pahlawan masa lalu seperti Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Bung Tomo hingga Soekarno begitu menggugah bangsa Indonesia untuk bangun dan bangkit melawan nasib mereka sebagai bangsa terjajah. Disaat bersamaan para orator tersebut turun bersama bangsa ini melakukan langkah nyata yang notabene mengorbankan harta dan jiwa mereka tanpa ada jaminan sedikitpun akan imbalan materi dari siapapun.

Namun, sudahkah bangsa ini menyadari transformasi pahlawan masa kini sebagai sebuah sosok yang dibutuhkan untuk membangun bangsa ini. Bila dulu para pahlawan mampu berorasi menggugah para pejuang dengan retorika yang menggelegar, masa kini pun kita banyak memiliki tokoh-tokoh politik yang mampu beretorika menyulap para audiens dalam rapat-rapat partai, rapat dewan dan kampanye politik.

Namun, dulu seorang orator karna pengaruhnya tersebut mengharuskan ia memimpin perjuangan di lapangan yang menuntut mereka berkorban lebih besar dari para pengikutnya baik harta maupun jiwa. Hanya orang-orang yang ikhlas dan benar lah yang mampu mengambil peran tersebut dan karnanya wajar mereka disebut pahlawan. Kini, seorang orator dengan kata-kata intelek dan penuh janji-janji akan membawa mereka duduk di kursi-kursi jabatan untuk kemudian menerima kucuran uang rakyat berupa gaji, bonus, tunjangan dan sebagainya yang tidak kecil jumlahnya bahkan teramat sangat cukup untuk menjadikan mereka hidup makmur di tengah kemiskinan rakyat ini. Apakah seperti itu pahlawan masa kini? Tentu tidak karna keikhlasan dan kebenaran mereka belum teruji bisa jadi hanyalah semua itu hanyalah sebuah seni dan profesi, bukan buah dari getaran jiwa yang sadar akan perjuangan.

Pahlawan masa kini adalah pahlawan yang mampu membuktikan kata-katanya dalam orasi dengan bentuk konsistensi atas semangatnya beretorika. Kalaulah mereka gagal namun janganlah gagal karna korupsi, janganlah gagal karna intervensi asing, janganlah gagal karna sikap pengecut. Karna kami sadar mereka adalah manusia yang memiliki keterbatasan pikiran, namun seorang pahlawan tak pernah memiliki batas dalam konsistensi semangat perjuangan. Namun tentu selama pikiran mereka bersinergi dengan iman dan ketakwaan tentu tak ada yang perlu dikhawatirkan dari buah pemikiran mereka karna Allah pasti akan membimbingnya menuju kesempurnaan.

Pahlawan masa kini adalah mereka yang punya solusi dan akselerasi. Bukan para pemimpin dan wakil rakyat yang ambigu, yang melontarkan pemikiran kamuflase dan fatamorgana serta apologi. Bukan mereka yang jalan ditempat, berkelompok rapi menunjukkan gerakan dan suara serentak, indah memang namun begitu-begitu saja.

Pahlawan masa kini adalah mereka yang merakyat, bukan mereka yang tersenyum dalam kemewahan dan leha-leha. Pahlawan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap rakyat, merasakan apa yang rakyat rasakan bukan merasakan apa yang ia dan keluarganya inginkan.

Itulah pahlawan masa lalu, itulah pahlawan masa kini, bukan pahlawan masa gitu.

Saya kah orangnya? Saya berharap sekali.
Anda kah orangnya? Bisa jadi.
Bila demikian marilah kita bersama-sama berjalan mengikuti jalan para pahlawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s