Menimbang-nimbang Masa Depan Dovizioso di MotoGP, terkait kehengkangannya dari Honda ke Yamaha

Akhirnya Dovizioso memutuskan labuhan hatinya untuk membalap di MotoGP 2012 bersama tim satelit Yamaha Tech 3 menggantikan Colin Edwards untuk menjadi tandem sang debutan Cal Crutchlow. Ia menganggap kepindahannya ini sebagai sebuah tantangan baru buatnya.

Well, sejauhmana signifikansinya seorang Dovizioso – yang belum pernah menjadi juara dunia di kelas MotoGP – dengan kedudukannya di antara para pembalap yang tampil di ajang paling bergengsi kelas MotoGP sehingga ia membutuhkan sebuah tantangan baru, padahal kita tahu sejauhmana kompetitifnya tim Yamaha Tech 3 yang sulit bersaing dengan Honda Gresini sekalipun.

Bila ia ingin menembus menjadi seorang pembalap utama tim pabrikan, rasanya Lorenzo terlalu kuat untuk digantikan mengingat Lorenzo adalah orang kedua setelah Rossi yang paling mampu memaksimalkan kekuatan YZR-M1 di tengah superioritas Honda RC213V. Atau bila ia ingin menggantikan posisi Spies rasanya terlalu dini untuk menggantikan seorang Spies yang merupakan pembalap potensial yang menjadi rookie of the year tahun lalu, terlebih ia mampu beberapa kali meraih podium dengan M1-nya bahkan sempat juara.

Adalah sebuah keberuntungan baginya memasuki skuad tim Repsol Honda yang memiliki daya kompetisi kuat dengan sokongan dana dan sumber daya besar. Sekalipun kini ia kalah bersaing dengan Stoner dan Pedrosa sehingga tahun 2012 ia dipisahkan dari tim Repsol, namun ia tetap dijamin mendapat RC213V anyar, namun bedanya ia diminta bergabung dengan tim satelit Honda LCR.

Melihat semua fakta di atas, adalah kurang proporsional bagi seorang Dovizioso dengan berpikiran mencari tantangan baru di tim Yamaha Tech 3. Reformasi justru seharusnya berada di dirinya sendiri, bagaimana ia bisa memanfaatkan setiap peluang dan daya dukung yang sedang menghampirinya tuk menjadi pembalap papan atas bahkan juara. Rasanya sudah sering kita mendengar penilaian terhadap Dovizioso bahwa ia bukanlah seorang pembalap bertipe fighter.

Bila ia sudah mencapai prestasi yang signifikan di MotoGP barulah alasan kepindahan akan memiliki relevansi yang layak. Namun yang kini ia butuhkan adalah perkembangan dan perkembangan demi meraih prestasi puncaknya, nampaknya potensi itu lebih terlihat di Honda saat ini untuknya.

Dan kalau sedikit kita coba hubungkan dengan fakta dibalik layar, dimana HRC lebih mendahului merampungkan agreement kontrak dengan Simoncelli daripada Dovizioso, bahkan Simoncelli sudah melakukan test ride RC213V padahal secara prestasi Dovizioso jauh lebih baik dari Simoncelli di klasemen maupun jumlah podium. Tidak berlebihan nampaknya bila disimpulkan hengkangnya Dovi dari Honda ke musuh bebuyutannya Yamaha lebih karena rasa sakit hatinya karna dianaktirikan HRC.

Selamat berjuanglah Dovi…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s