Seraut Wajah Tak Bersisa

Seraut wajah terus membayang
Sebuah sosok keterhimpunan
Meski tak sempurna
Namun sungguh aku rindu

Karna kau yang pertama
Menumbuhkan hati dengan bunga
Menghangatkan jiwa yg kering
Yang baru saja merasa kehilangan

Betapa ku telah alfa
Namun waktu menjawabnya
Bahwa masa itu sempurna
Kini sungguh aku rindu

Di persimpangan kau datang
Seolah semua sedia kala
Namun hanya tuk pergi kembali
Di penghabisan jalan masih saja aku rindu

Maukah kau membantuku
Masihkah tersisa harapan itu
Yang pernah terbangun
Meski tanpa rencana

Bila semuanya tak mungkin
Izinkan aku berucap
Denganmu aku bertujuan
Meski tanpa lafaz-lafaz surga

Haruskah kita hidup dengan ketidakadilan
Mengubur semua kejujuran
Lalu tampil naif perkasa
Bahwa kita telah kaya akan cinta

Sungguh semua itu palsu
Kita telah sama merasa
Pahit getir pendustaan diri
Terhadap benih di nurani

Bila tahun-tahun pahit itu telah berlalu
Bila hasrat-hasrat jiwa sudah sama
Bila airmata dan kerinduan kita telah bermuara
Lantas kenapa masih saja kita berdusta

Bila nafas cintamu masih ada
Berhembuslah bersama angin
Dalam doa, diam dan kesetiaan
Untuk persuaan di penghujung jalan

7 responses to “Seraut Wajah Tak Bersisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s