‘Team Order Detected’ pada tim Yamaha Factory Racing

Bagi anda yang menyaksikan dengan seksama pertarungan race MotoGP Aragon kemarin khususnya pada battle perebutan podium 3 tentu akan melihat Lorenzo memberi aba-aba kepada Spies rekan setimnya di Yamaha Factory Racing.

Ya, pada perebutan podium ketiga tersebut memang Lorenzo dan Spies cukup kewalahan menghadapi Simoncelli yang notabene memakai motor Honda RC212V dengan spek mesin yang sama dengan motor Stoner dan Pedrosa yang menempati urutan 2 dan 3.

Simoncelli mampu dengan mudah mengovertake Lorenzo di straight untuk kemudian mengovertake Spies dengan manis di tikungan. Namun tak lama kemudian ia membuat kesalahan terlalu late braking sehingga menyebabkan ia keluar lintasan dan kembali dilewati oleh Spies dan Lorenzo.

Nah setelah itu giliran Lorenzo yang mengovertake Spies, ketika proses overtaking itulah Lorenzo memberi aba-aba kepada Spies dengan tangan seolah ia menyuruh Spies untuk menghalang-halangi Simoncelli saja agar Simoncelli gap time-nya bisa membesar darinya dan mengamankan posisi Lorenzo di podium 3 agar gap-nya di klasemen dengan Stoner tidak terlalu membesar. Namun naas bagi Spies karna menuruti aba-aba itu ia pun menjadi korban, karna ternyata ia tak mampu terlalu lama menahan Simoncelli hingga akhirnya ia dapat dilewati oleh Simoncelli dan benar-benar tidak bisa mengejar lagi hingga finish. Akhirnya Spies hanya bisa finish di urutan kelima.

Bila memang demikian pantaskah team order ini berlaku bagi sebuah tim besar yang berulang kali mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia (Rossi dan Lorenzo). Tidak bisakah pembalap-pembalap Yamaha tersebut bertarung sportif seperti yang dipertontonkan oleh Pedrosa dan Stoner di San Marino lalu.

Saat itu Stoner yang sedang di posisi kedua di belakang Lorenzo membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisinya dari ancaman Lorenzo di klasemen. Tapi ternyata ia malah diovertake Pedrosa rekan setimnya sehingga gap-nya dengan Lorenzo di klasemen makin mendekat lagi dibanding bila ia finish kedua di San Marino tersebut.

Namun, apa yang dikatakan Pedrosa mengenai hal ini: “Saya pikir yang terkuat lah yang harus menang, saya senang bila Stoner menang karna ia menggunakan motor yang saya kembangkan, dan saya senang bila Lorenzo yang menang karna ia rekan senegara saya.”

Tentu Pedrosa juga ingin menang, jadi tak perduli rekan setimnya sedang menjaga jarak aman diklasemen, kalau ia sedang lemah ya harus dilewati. Semoga Spies mampu tampil mandiri mempertontonkan keahliannya tanpa dibayang-bayangi Lorenzo sang juara dunia, sehingga persaingan MotoGP akan lebih seru lagi. Tidak melulu didominasi oleh Honda

10 responses to “‘Team Order Detected’ pada tim Yamaha Factory Racing

  1. iya keliatan bgt, padahal dulu waktu masih sama VR, JL seolah selalu berusaha menjegal, eh sekarang ternyata pas dia di posisi seperti VR dulu malah gak mau dihalang-halangi rekannya…. ckckckck

    • Padahal semua pembalap tau bahwa hohe adalah pembalap kuat dan itu diakui oleh rossi n stoner sendiri, namun sikapnya kemarin mencoreng citranya sbg pembalap yg pantas jurdun, lepas dari dibolehkan atw tidaknya team order harusnya dia berkaca ke stoner yg sdh 3x diovertake rekan setim hingga kalag tanpa komplain apapun

  2. Sambil nunggu pernyataan resmi dari pihak yamaha tentang maksud isyarat tangan lorenzo. kalo benar, menurut ane gak pantes seorang hohe seperti itu,benar2 diluar bayangan ane selama ini tentang citra seorang hohe.
    tapi om..diluar wacana team order sebenarnya hohe pun sanggup melewati spies dan simoncelli, dan hal itupun telah dibenarkan simoncelli. hohe diuntungkan dengan grip ban yang lebih baik. karena dari awal lap spies dan simon telah terlibat fight, yang benar-benar menguras grip ban. sedangkan hohe dari awal lap lebih bijak menghemat bannya. sehingga diakhir-akhir race, lap time hohe lebih baik dari simon maupun spies. dan rata-rata pembalap mengeluh tentang ban(rossi,daped). kalo Stoner sih emang dah specialis aragon

    • Kalo’ jLo lewatin simoncelli itu wajar, karena faktor berat badan, bro🙂
      tapi kalo’ jLo lewatin spies, gak mungkin banget, selain karena faktor team order / spies dipaksa ngalah, buktinya bisa kita liat dari 2 kali free practice dan 1 babak kualifikasi di Aragon kemarin, spies dan motornya itu lebih “superior” dibanding jLo

      • Bolehlah motor lebih “superior” ketika FP dan QTT (yang hanya make ban tuk beberapa lap). Tapi ketika race suasananya beda banget om..entah itu setingan motor, cuaca, panas aspal. “sesuperior” motor apapun tapi kalo gak bis menej ban, diakhir -akhir lap pasti bakal kedodoran.
        seperti yang terjadi di mugello, ketika FP dan QTT Stoner bgitu superior, tapi ketika race, di lap-lap awal memimpin sampe buat gap 2 detik an. tapi diakhir2 lap malah terlempar ke P3. cuma karena masalah tekanan ban.
        diakhir race aragon kemarin pun spies mengaku bahwa banlah yang membuat motornya kedodoran. tapi gak taulah kebenarannya.

    • pernyataan resmi dari pihak Yamaha menurut http://www.dapurpacu.com, “Yang terpenting bahwa tim menang dan kami memberikan usaha maksimum untuk pebalap. Jika salah satu pebalap secara matematis tidak memiliki peluang untuk memenangkan kejuaraan dan yang lainnya punya, saya pikir masuk akal pebalap tersebut harus membantu,” tutur Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing kepada Motorcyclenews

      ya, terlepas dari diperbolehkannya atw tidaknya team order, saya merasa kurang suka kalau ada kemenangan seorang pembalap karena dibantu oleh rekan setimnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s