Dari Ramadhan ke Ramadhan

Hari ini Ramadhan sudah memasuki hari ke-21, atau sudah memasuki asyarul awaakhir (sepuluh hari terakhir) yang sepatutnya digunakan oleh para shaa-imiin dan shaa-imaat untuk menggenjot ibadahnya lebih kuat lagi demi meraup keutamaan tak terhingga di 10 hari termulia ini terlebih lagi di dalamnya terdapat keberkahan lailatul qadr. Dengan demikian secara perlahan Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita.

Seorang rapper asal Indonesia, Iwa K, ketika ditanya mengenai ramadhan ia menjawab; “jika tidak ada ramadhan hidup ini akan sangat membosankan, karena dengan Ramadhan-lah gaya hidup kebiasaan kita dirubah dalam setahun sekali.” Ungkapan yang sangat menyentuh terlepas dari kedalaman makna yang dimuat oleh si pengucap, namun ungkapan tersebut bagi saya memberi penghayatan yang cukup mengesankan.

Bayangkan bila kita menempuh perjalanan yang teramat jauh, dengan segenap bahaya dan resiko tersesat. Kalau seandainya waktu demi waktu dengan gegabah kita habiskan untuk perjalanan tersebut tanpa memikirkan anasir-anasir keberhasilan perjalanan yang teramat jauh, tentu akan membuat diri ini rapuh dan ambruk. Ramadhan ibarat rehat untuk kemudian memeriksa perbekalan, melihat jarum kompas,  mencocokkan peta, menghapus lelah dan sebagainya. Intinya Ramadhan adalah sarana perenungan diri untuk kemudian merumuskan kembali point strategi perjalanan hidup setidaknya untuk 11 bulan kedepan dan mengevaluasi kembali arah hidup yang telah diambil untuk dicocokkan kembali terhadap visi kehidupan seluruhnya.

Selain itu maka perlu kiranya kita membuat sinergi perenungan dari ramadhan ke ramadhan yang telah kita lalui di sepanjang umur kita sehingga menghasilkan mata rantai perbaikan diri yang berkesinambungan dan efektif.

Maka pembaca sekalian, Ramadhan tidak hanya menjadi sarana meraup pahala sebanyak-banyaknya. Tapi ia juga merupakan dahan spiritual dalam kerindangan perenungan dan munajat kepada Allah untuk kembali melontarkan diri ini dalam rimba kehidupan dengan penuh kekuatan seorang mukmin sejati.

Wallahu a’lam

2 responses to “Dari Ramadhan ke Ramadhan

    • Terima kasih atas tambahan masukannya melalui comment tsb, ya semoga kita dan segenap kaum muslimin menjadi hamba2 Allah yg semakin meningkat kualitas keimanannya, aamiiin

      Salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s