Mari Belajar Tawakkal

Tawakkal adalah sebual amalan dengan teori yang terdengar sangat mudah namun begitu sulit tuk dipraktekkan. Kenapa demikian, karena tawakkal yang secara teori berarti berserah diri, namun prakteknya menyertakan dua amalan besar yang begitu berat keduanya, yaitu ikhlas dan sabar. Saya sebagai penulis artikel ringkas ini juga merupakan hamba Allah yang masih saja belajar bertawakkal, bukan karena saya sebagai orang yang sudah pandai bertawakkal. Semoga Allah memberikan kepada kita taufiq dan hidayah-Nya.

Mungkin seseorang bisa mengatakan pasrah dengan lisannya atas sebuah permasalahan hidup yang begitu besar dan sulit menghimpit dadanya, namun ternyata hatinya masih dipenuhi kekalutan dan kecemasan. Nah ketika ia tak mampu membendung kekalutan dan kecemasan akhirnya ia kehilangan kesabaran sehingga alih-alih pasrah terhadap problematika yang sedang menimpanya, namun ia mengalihkan kecemasan itu dengan segala bentuk hiburan jiwa yang instant, praktis dan semu namun menjebak.

Orang-orang yang ikhlash adalah orang-orang yang benar-benar memahami konsep tauhid mereka dan mengharu biru hati dan pikirannya dengan konsep itu. Konsep itu adalaha konsep “tahliil” yaitu kalimat “لا إله إلا الله”, ya … Tiada ilah selain Allah, yang bukan hanya bermakna tiada tuhan selain Allah dalam persepsi “tuhan” di kebanyakan yang dipahami masyarakat Indonesia dengan kata itu. Tapi ia juga berarti tiada yang dicintai selain Allah, tiada yang dicenderungi selain Allah, tiada tempat bersandar selain Allah.

Maka seorang yang tawakkal dengan penuh keikhlasan adalah seseorang yang mampu menenangkan jiwanya dari kekalutan dan kecemasan karna ia sangat paham bahwa ada kekuatan lain yang jauh lebih besar dari daya upayanya, yang sedang bekerja menyingkap hikmah yang lebih baik dan bermanfaat buat dirinya. Ketika sesuatu hasil tidak sesuai dengan yang diinginkannya maka dia sudah siap menhadapi keadaan itu karena ia meyakini hikmah besar dan tadbir rabbani yang terbaik buat dirinya. Firman Allah:

ربنا ما خلقت هذا بطلا – wahai Tuhan kami, tidak ada yang Kau ciptakan sia-sia (ali ‘Imran : 191)

Kemudian, seseorang yang sedang bertawakkal, mutlak baginya menyertakan kesabaran, bukan hanya kesabaran menunggu hasil yang diinginkannya tapi juga kesabaran menerima apapun hasil yang akan ia dapati. seperti yang saya katakan di atas, jangan sampai alih-alih pasrah namun ternyata ia menghibur diri dari kecemasan dan kekalutan jiwanya dengan hal-hal yang praktis, instant namun semu dan menjebak. na’uudzu billahi min dzaalik.

Bila kita melihat perintah-perintah kesabaran dalam al Qur’an pasti akan sering kita dapati ia digandengkan dengan amal, seperti استعينوا بالصبر و الصلاة – mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, atau اصبروا و صابروا و رابطوا و اتقوا الله لعلكم تفلحون – bersabarlah kalian, dan lipat gandakanlah kesabaran kalian dan tetap bersiap-siagalah dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung. Kita dapat melihat bahwa kesabaran bukanlah berarti berdiam diri tapi kesabaran haruslah digandengkan dengan amalan-amalan.

Dengan demikian para pembaca sekalian, setelah kita memahami dua amalan hati yang besar yang membentuk satu amalan yang bernama tawakkal, maka selanjutnya mungkin kita bisa memahami syarat-syarat tawakkal yang mengiringi daya upaya kita itu adalah:

  1. Shalat
  2. Do’a
  3. Bersungguh-sungguh beramal yang mencerminkan bukti ketakwaan kepada Allah, bisa bersedekah, memperbanyak shalat sunnah, menjauhi larangan Allah, dsb.

Selanjutnya, lepaskanlah…. lepaskanlah beban pikiran yang membuat kita kalut dan cemas akan hasil yang kita dapati. Karena kita memahami ternyata ada kekuatan yang jauh lebih besar yang sedang bekerja maka biarkan kekuatan itu bekerja. Maka lepaskanlah hasil usaha kita itu kepada Allah.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s