Indonesia vs Turkmenistan (4-3); Mental atau Fisik yang Salah

Bagi penggemar sepakbola di tanah air dan/atau pendukung tim nasional (timnas) Indonesia tentu sangat dibuat khawatir ketika menonton pertandingan pra kualifikasi Piala Dunia hari ini antara Indonesia menjamu Turkmenistan. Bagaimana tidak, di babak pertama timnas telah unggul 3-0 namun di babak kedua skor menjadi 4-3. Menang memang, tapi yang menengangkan adalah kalau saja 5 menit tersisa plus 4 menit injury time turkmenistan mampu menambah 1 gol lagi saja. Pupus sudah harapan timnas tuk masuk ke babak selanjutnya. Karena pada pertandingan tandang sebelumnya skor imbang 1-1, sehingga bila di Senayan tadi hasil menjadi imbang 4-4 maka Turkmenistan yang lolos karena menciptakan gol lebih banyak di kandang lawan.

Dimana kesalahannya? Kelemahan fisik kah karena menyerang menggebu-gebu? Bukankah Turkmenistan juga bermain ngotot untuk menang lalu mengapa mereka bisa menjaga stamina mereka sehingga mampu memperkecil ketinggalan menjadi tipis.

Atau mental para pemain timnas yang buruk karena meremehkan lawan ketika sudah di atas angin? Seingat saya hal ini sering terjadi pada timnas. Dulu ketika pra kualifikasi Piala Dunia juga melawan Qatar di senayan, timnas telah unggul 2-0 di babak pertama. Bahkan satu gol yang diciptakan Widodo C Putra dinobatkan menjadi gol terbaik dunia saat itu. Namun yang terjadi pada babak kedua kedudukan menjadi 2-2. Dan timnas tidak bisa masuk ke babak selanjutnya karna kalah pada pertandingan tandang di Qatar.

Yang masih hangat kenangan kita akan timnas adalah di AFC Cup (Piala Tiger). Setelah menjadi the dream team di penyisihan, sehingga timnas begitu dipuja-puja. Kalangan pesantren pun mengundang timnas untuk ritual istighaasyah, dan kalangan pengusaha mengundang jamuan dalam rangka memasuki final melawan Malaysia. Fenomena timnas benar-benar menjadi eforia saat itu di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Namun pada titik penentuannya timnas harus takluk pada Malaysia dengan agregat 2-4, padahal pada babak penyisihan Malaysia ditekuk 5-1. Apakah ini semua karena mental pemain timnas yang sering meremehkan lawan ketika sudah berada di atas angin sehingga mereka lelah. Apapun itu tentu harus menjadi evaluasi bagi pelatih timnas saat ini dan selanjutnya.

Jika memang benar permasalahan mental seperti di atas, semoga saja hal itu tidak mencerminkan sifat bangsa Indonesia pada umumnya.

2 responses to “Indonesia vs Turkmenistan (4-3); Mental atau Fisik yang Salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s