Sisi Lain Penyebab Angka Pengangguran

Sudah sama-sama kita ketahui, bahwa pengangguran telah menjadi penyakit sosial masyarakat dan problematika yang merundung pemerintahan negeri ini. Satu hal yang juga sama-sama diketahui penyebab hal itu adalah daya serap usaha tak sebanding dengan jumlah para pencari pekerjaan. Siapa yang harus disalahkan, tentu ujung-ujungnya pemerintah yang dianggap tak mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Tidak salah sih pendapat demikian, namun mari sedikit kita lihat sisi kecil lain dari penyebab meningkatnya angka pengangguran tersebut.

Saya adalah seorang pengusaha (belum pengusaha besar) atau petani pembenih ikan patin. Begitu banyak asam garam dan kepahitan yang harus saya lalui untuk bisa menjadikan usaha yang saya jalani ini stabil. Dan ternyata saya cukup menikmati proses itu dan semakin memberi kesadaran bahwa mental dan kepercayaan diri menjadi bekal kuat untuk menjadikan diri kita lebih maju. Karna itu saya ingin sekali orang lain khususnya mereka yang masih terkungkung oleh permasalahan mental dirinya untuk membangun kemajuan merasakan apa yg saya rasakan.

Di antara keinginan saya melalui usaha ini adalah keinginan untuk membantu sebagian orang yg kesulitan mendapatkan pekerjaan dan ketika ia sudah memiliki keahlian yang saya berikan akan saya biarkan ia membangun usaha sendiri berdasarkan keahliannya tersebut meskipun harus bersaing dengan saya sendiri. Maka, ketika usaha ini saya rasa cukup untuk bisa membayar karyawan tentu saya akan segera mencarinya. Tetapi dari beberapa kali pengalaman saya melakukan pendekatan terhadap calon karyawan selalu menemui kegagalan dengan hal yang sangat ironi, yaitu justru mereka yang menolak pekerjaan itu. Padahal dengan kapasitas pendidikan mereka yang hanya sampai SD/SMP atau SLTA tidak sepatutnya ia memilih-milih pekerjaan selama hal itu halal apalagi memiliki prospek pengembangannya kedepan. Hal ini saya melihat disebabkan oleh mental mereka yg lemah dan rasa kurang percaya diri.

Kebanyakan dari mereka kurang memiliki keinginan untuk berubah dan maju, sehingga terkadang ia hanya ingin mengerjakan hal-hal yang hanya membuatnya nyaman padahal pekerjaan itu tidak memiliki prospek baik untuk pengembangan diri maupun ekonomi mereka secara signifikan. Mereka cenderung takut mencoba hal yg baru meskipun mereka akan dibantu melalui proses itu.

Kenapa hal ini bisa terjadi. Tak lain pendidikan mereka yang rendah sehingga pikiran mereka tidak terbuka untuk melakukan pengembangan diri meskipun dengan bekerja keras. Atau kalaupun mereka mengenyam pendidikan, mungkin pendidikan yang mereka terima hanya membentuk mereka dengan mental warisan kompeni, yaitu cuma mau jadi pekerja saja, tak ingin berjuang merintis membuka lapangan usaha sendiri.

Memang pada ujung-ujungnya hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk bisa menjamin rakyatnya menikmati pendidikan yang memadai dan dengan kurikulum yang secara sistematis membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan mampu bekerja keras mencapai kemajuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s