Kebesaran Jiwa

Sering kali kita mengetahui atau bahkan mungkin pada setiap diri kita terdapat keinginan atau cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang yang ‘besar’ atau memiliki kebesaran. Namun sering pula atau mungkin terjadi pada diri kita bahwa kita seolah tidak menjadi apa-apa dalam konteks kebesaran itu sendiri. Sehingga yang tersisa adalah kesedihan seolan umur telah terbuang percuma.

Ooh sayang sekali bila umur atau kehidupan sebagai anugerah yang mulia dari Tuhan disikapi dengan kekerdilan. Kesalahan mungkin bukan pada usaha kita tapi pada persepsi kita tentang kebesaran itu. Agama (Islam) sebagai acuan dasar kehidupan, selain mengajarkan visi kebesaran itu adalah kehidupan di akhirat nanti, namun ia juga menjelaskan segala hakikat segala sesuatu di dunia ini terletak pada unsur-unsurnya.

Maka ketika ia berbicara tentang kebesaran maka yang diperintahkan adalah “bekerjalah kalian!” Karna sesungguhnya Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman melihat kerja kalian, bukan hasil kerja kalian. Maka ketika seseorang memiliki cita-cita akan kebesaran lalu seraya menguatkan jiwa dengan niatnya dan berjuang bersungguh-sungguh mencapai kebesaran itu dengan kerja, ibadah dan doa maka stop; itulah kebesaran yg telah ia dapatkan. KEBESARAN DIRI KALIAN BUKANLAH HASIL USAHA KALIAN. Karna ia -yang kau sedihkan itu – hanyalah takdir Allah yang kita tak tahu kepada siapa akan diberikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s