Atas Izin Allah Patin-patin itu pun Sehat Kembali

Benih-benih ikan patin yang saya pelihara pada umur hari ke-11 mengalami masalah. Menurut saya dan teman, benih-benih tersebut terserang bakteri, karena terlihat dari gejalanya berenang di permukaan air secara vertikal. Hal itu bisa disebabkan sebagai berikut:

  1. Tempat yang tidak higienis atau kotor yang memungkinkan menjadi sumber pertumbuhan bakteri.
  2. Tertular bakteri dari tempat lain, yang bisa jadi perantaranya adalah udara/angin, atau tubuh manusia yang menjadi perantara antara daerah terinfeksi dengan yang belum terinfeksi.
  3. Kualitas air yang sudah rusak atau kurang bagus namun belum diganti, sehingga membuat kondisi ikan lemah sehingga memudahkan diserang bakteri.

Hal demikian menyebabkan peradangan pada insang ikan, kemudian dapat menyerang peradangan di dubur sehingga duburnya terlihat merah darah, kalau sudah parah ikan bisa terserang herpes, atau rontoknya buntut ikan tersebut.

Well saya bukanlah pakar dalam ilmu perikanan, apa yang saya dapatkan adalah bekal pengalaman berternak ikan patin selama 3 tahun terakhir ini dan dari ilmu yang saya dapatkan dari teman-teman yang tentunya lebih ahli dan berpengalaman. Maka langkah-langkah yang saya lakukan untuk pengobatan adalah sebagai berikut:

  1. Kenali sedini mungkin gejala ikan terjangkit penyakit sehingga proses pengobatan tidak akan terlalu berat.
  2. Kurangi intensitas dan kuantitas ikan makan, intensitasnya bisa 2 kali sehari dengan kuantitas makanan sekedar agar ikan tidak mati kelaparan. Karena ketika ikan mulai terjangkit penyakit dan tetap diberi makan sampai kenyang maka peradangan di insang akan bertambah parah, begitu juga di duburnya.
  3. Untuk menyembuhkan peradangan insang maka 1 ton air larutkan dengan 2 gram OTC, dan jaga kualitas air agar tetap jernih terus agar proses penyembuhan semakin cepat.
  4. Untuk menyembuhkan peradangan di dubur maka 1 ton air larutkan dengan 1 gram Enro Floxacine.
  5. Masa pengobatan jangan kurang dari 4 atau 5 hari.
  6. Ketika gejala mulai hilang mulailah naikkan intensitas pemberian makan dengan kuantitas normal menurut kadar kenyangnya ikan, misalnya yang tadinya 2 kali sehari menjadi 3 kali sehari. Agar ikan tidak terlalu terus-terusan kekurangan makan yang bisa menyebabkan ikan mudah terserang penyakit lagi. Dan ketika ikan benar-benar sembuh barulah intensitas makanan kembali seperti normalnya.

Wallahu a’lam

Salam sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s