Murid dan Guru

Ust. Abdul Mu'iz sedang memberikan taujih kepada murid-muridnya

Ada pepatah yang mengatakan lebih baik orang bodoh yang mau diajari daripada orang yang sok pintar tapi sulit diajari. Ya sebagai seorang murid atau orang yang sedang belajar, adab utama yang harus dijaga adalah siap menerima pelajaran yang diberikan, begitupula siap dan berlapang dada menerima koreksi atas kesalahannya, bahkan walaupun koreksi itu diterimanya cukup pedas, namun demi sebuah ilmu seorang murid yang bijak haruslah berlapang dada dengan semua fenomena belajarnya.

Adapun seorang yang sok pintar akan sulit sekali meresapi ilmu yang diterimanya karna kabut kesombongan dihatinya. Namun adakalanya hati itu tidak terselimuti oleh kesomobongan, namun kebencian, keluh, kesah dan malas merupakan kabut-kabut hati yang bisa mensekat antara seseorang dengan ilmu / hikmah yang bisa diterimanya.

Adapun seorang pengajar haruslah menyadari bahwa dengan ilmu yang dimilikinya itu dia sedang tidak menjadi orang yang sempurnya, adakalanya dia pun harus mengambil pelajaran dari orang yang diajarinya. Karena ingat setinggi apapun ilmu yang kita miliki hanya ibarat setetes air dari jari yg dicelupkan kelautan dibandingkan dengan ilmu Allah. Jadi seorang pengajar pun harus bijak dan berhati-hati serta senantiasa mengevaluasi apa yang dimilikinya. Seorang pengajar yang baik siap menerima kritik yang mungkin buah dari inkonsistensi penjabaran ilmunya dari waktu ke waktu.

Ingat sebuah hadits mengatakan:

خيركم من تعلم القرآن و علمه

“Sebaik-baik kalian adalah yang mengajarkan Al Qur’an dan mempelajarinya”

Pahamilah makna hadits di atas, sang pembelajar dan pengajar sama mempelajari obyek yang sama, subhaanallah. Jadi pada hakikatnya ketika kita mengajarkan sesuatu haruslah menjadi bagian dari penguat sesuatu tersebut bagi diri kita sendiri.

Seorang pengajar pula harus berempati terhadap ketidaktahuan muridnya. Apa pasal yang menyebabkan muridnya tidak tau atau melakukan kesalahan. Dari situlah kebijakan diambil. Bukankah dalam Islam sendiri seorang pencuri tidak langsung dihukum begitu saja, tapi diteliti dulu penyebab dia mencuri baik faktor mikro maupun makro.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s