Prahara dan Angkara

Taukah kamu siapa aku sebelum tekad itu. Aku adalah petualang keindahan, lelehan emas ke dalam bentuk hati yang unik, pemegang trophy bunga desa, pencetus dendam para ambisius, pegorbit iri dan dengki para saudara dan teman meski aku tetap bersama mereka sepermainan. Hampir ku gapai puncak fatamorgana itu, namun keluguanku menyelamatkanku dari jurang tak berujung itu. Siapakah aku dengan segenap hal itu, aku tetap bukan siapa-siapa.

Tatkala sang utusan datang, cahaya menerpa, menyambut antiklimaks keresahan dan kegelisahan. Aku adalah sosok baru dengan raut dan aura yang sama bagi sejenis mereka. Namun ku hanya ingin cepat melaju, segera bertemu dengan sang penawar air laut, si pemilik kesempurnaan atas apa yg ku sebut keindahan itu. Ku tau dia tak ada di sini karena itu ku hanya ingin cepat melaju, berlomba dengan mereka meski ku tetap bersama mereka sepermainan. Karena itu ku sambut engkau teman…!!! Seolah berpaling dari fitrah keindahan dan ranum bunga asmara yang biasa dicari oleh orang-orang sejenis aku. Karena ku hanya ingin lebih cepat melaju. Kerinduan ini mencapai ubun-ubun bertemu karya keindahan, kesempurnaan dan pengabdian yang memenuhi rongga fitrah sang pejantan.

Teman…!! lalu kenapa kau begitu lambat, seolah kau tak tau apa yang ada disana. Kau hanya ingin menikmati perjalanan ini, dengan dongeng asmara – aku bukan orang yang mencarimu untuk itu, dengan eforia dan kebanggaan – aku bukan siapa-siapa disini, dengan romantisme komunitas darah birumu – maaf itu bukan habitatku. Dan aku pun muak, melihatmu merebah menikmati gurun ini sambil mendekap kakiku yang menopang pendirianku bahwa aku ingin kesana dengan kesejatianku sebagai seorang pribadi.

Cengkramanmu begitu kuat, karena adat, budaya, lingkungan menyejukkanmu dengan issue anti tabu. Aku punya hujjah teman…!!! Yang membuatku tak perlu menghiraukan teriakan adat, kicauan budaya dan gunjingan lingkungan karena aku tak ada waktu untuk semua alih-alih afirmasi itu.

Ingin ku tebas tanganmu dengan pedang lisanku atas nama hak istimewa yang disematkan Tuhan, namun aku masih punya hati dan belas kasih yang membuka toleransi, renungan dan harapan. Tapi sudah cukup teman…!!!  Hati dan belas kasih ini saatnya hanya untuk melepas jari-jari cengkramanmu satu demi satu. Karna ku ingin berjalan lagi meski kafilah yang tadi bersamaku nampak telah jauh meninggalkanku. Aku harus bersama mereka meski harus memotong kompas dengan pendakian kelabu dan aneh. Aku hanya ingin cepat melaju, itu saja.

Lihatlah paragraph-paragraph ini teman…!!! Sang pembaca yang sensitif pun akan melihat telah memalingkan cerita ini dari kesyahduan orientasi besar kepada prahara remeh temeh yang kau ciptakan. Sang pemerhati kontekstual pun hampir terbawa oleh alur masalah yang kau tanam.

Kini aku terluka kawan, air yang kubutuhkan tuk menyejukkan lukaku malah membawaku pada kemalangan tak bertepi, tapi aku tetap harus berjalan, lengkap sudah ketertinggalanku. Kini aku harus kembali pada kisah pertamaku dengan racikan orientasi besar itu, karna apapun yang terjadi aku tetap akan kesana.

Lalu bagaimana dengan tiang-tiang sejarah kita. Haruskah kita dibimbangkan dengan afirmasi-afirmasi itu lagi. Aaaah semoga alibiku benar bahwasannya prahara ini adalah tarbiyah ketika mereka sadar bahwa inilah sebuah perjalanan, dan aku yakin dengan mata dan hati yang tegas bahwa hati dan misiku melekat pada tiang-tiang itu.

Aku ingin menutup kisah ini kawan namun lagi-lagi ku harus berkisah tentangmu yang hanya membuat kisahku tak sempurna karna terlalu lelah menjabarkan dan mendefinisikan semua. Maafkan aku karna aku harus melanjutkan perjalananku dengan papahan luka ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s