Menyemangati Hidup

Hidup tak pernah seutuhnya berjalan sesuai yang kita rencanakan. Justru ketika semuanya dimudahkan oleh Allah bisa jadi ada dua kemungkinan; pertama, Allah tidak lagi sayang kepada kita karna kita dibiarkan terlena dan Ia tak merasa perlu mendengar rintihan kita memohon kepada-Nya karna sikap kita yang sudah terlalu berlebihan di muka bumi, kedua, bisa jadi itu adalah ujian buat kita apakah kita akan menysukuri semua itu atau justru menjadi kufur atas semua nikmat yang telah Allah berikan.

Catatan ini hanya sekedar mengungkap semangat dasar untuk terus membangkitkan gairah dalam kehidupan. Sepahit apapun dia hidup akan terus berjalan kecuali kita yang menghentikannya dengan keputus asaan dalam bentuknya yang macam-macam hingga pada puncaknya bunuh diri. Maka seseorang yang sudah tidak memiliki sekecil apapun semangat untuk membuat hidupnya menjadi bergairah kembali, ia tak lebih sebuah mayat berjalan yang hanya akan merepotkan orang di sekitarya.

Mungkin kita semua sudah tau dan coretan ini hanya sekedar kembali mengingatkan karna memang manusia (insaan) seperti kata pepatah “makaanul khatha’u wan nisyaan” yaitu tempat kesalahan dan lupa. Semangat dasar apakah itu, ia adalah keimanan kepada takdir dan memahami semua kejadian di muka bumi ini pasti ada hikmah yang bermanfaat buat kita. Hal ini bisa kita dapati dalam al Qur’an surah Ali Imran yang artinya:

“yaitu mereka yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring, seraya memikirkan penciptaan langit dan bumi dan berkara “wahai Rabb kami, tiadalah yang Kau ciptakan ini sia-sia”

Jadi dalam segenap situasi janganlah kita kehilangan diri dari mengingat Allah yang akan menyebabkan tabir hikmah sulit terbuka oleh mata hati dan nurani kita. Jangan malah terjebak oleh irama syaithan dalam bentuk emosi dan amarah yang malah membuat kita semakin kehilangan arah.

Ketika merasa hidup ini sulit dan buntu, berhentilah sejenak di dalam kerindangan nurani lebih lama. Gali potensi sekecil apapun yang bisa membuat kita bersemangat dalam hidup ini. Saat kita berhenti biarkanlah Allah bekerja, tugas kita adalah merintih di hadapan Allah meminta dengan segenap kekhusyu’an agar Ia tak pernah meninggalkan kita. Insya Allah setelah itu nurani dan jiwa kembali jernih dan kita akan mampu melihat sesuatu yang tak terlihat sebelumnya. Berjalanlah kembali dengan senantiasa melantunkan dzikir dalam hati – yang utama – dan kehati-hatian.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s