Aku dan Motorcycle

Entah kenapa saya begitu terobsesi dengan motor, rasanya lebih ingin memiliki motor yang nyaman dikendarai daripada mobil. Sepertinya obsesi itu dimulai ketika saya mulai menyukai traveling, pergi ke tempat-tempat yang memiliki keindahan alam dan khas (meski jam terbang saya sendiri tidak tinggi-tinggi amat, karna paling jauh hanya ke Aceh), namun tidak ingin direpotkan oleh naik turun angkutan umum, sesaknya penumpang dan kemacetan, maka penggunaan motor adalah solusi yang tepat. Namun pertanyaannya motor yang bagaimana yang nyaman tuk mendukung hobi ini. Kalau dulu ketika SMA saya pernah menggunakan Suzuki Shogun 2 tak kemudian berpindah ke Honda Supra X 110.

Sebagai seorang makhluk yang tinggal di sebuah kota di Indonesia dengan aktivitas keseharian antara Jakarta-Tangerang-Bekasi namun memiliki obsesi seperti tersebut di atas tentu harus memilih motor fungsional yang tepat, bila perlu tidak hanya 1 motor namun 2, karna keadaan tersebut menyebabkan munculnya dua kondisi lalu lintas yang berbeda. Ketika ngubek-ngubek kota akan menemukan kemacetan yang weleh-weleh, namun ketika sedang keluar kota tentu kondisinya akan berbeda.

Sekarang mau ngomong mimpi;

Karna memiliki aktivitas keseharian antara Jakarta-Tangerang-Bekasi yang terkenal kemacetannya bikin pantat panas, otak meleleh, emosi membara, kerongkongan kerontang dsb. Tentu lebih enak memiliki motor kecil berbobot ringan tapi memiliki power yg cukup signifikan untuk melibas kondisi lalu lintas yang stop and go. Harusnya sih skutik karna ga akan cape oper gigi, namun saya sangat ga bergairah naik motor skutik, maka pilihan yang tepat jatuh pada Suzuki Satria FU, motor flagship Suzuki bermesin DOHC 150 cc yang notabene down grade dari Suzuki FXR selain kecil dan ringan, namun enak dipandang dan power (16 hp) serta torsinya cocok untuk digunakan di jalanan perkotaan.

Suzuki Satria FU

Nah untuk keperluan traveling jauh (touring) tentu memiliki moge sebagai sarananya akan sangat mendukung sekali. Namun harga moge itu melangit. Kalau menurut pribadi saya jangan sampai alih-alih hobi seperti tersebut di atas maka harus menghabiskan ratusan juta rupiah untuk menebus kendaraan yang kita inginkan, uang sebanyak itu masih bisa difungsikan untuk keperluan yang lain. Ini untuk pribadi saya loh, bukan berarti saya menyalahkan orang-orang yang sudah memiliki dan ingin memiliki moge, karna saya bisa mehamami obsesi untuk mewujudkan hobi itu memiliki keasyikan tersendiri yang akan membuat hidup ini tidak membosankan.

Beckham dengan F131 Hellcat Combat seharga 612 juta

Solusinya cari moge yang ga mahal-mahal amat, kalau perlu yang second namun kualitas masih baik. Nah nampaknya Honda Hornet 250 pilihan yang tepat. Sepertinya motor ini sudah tidak diproduksi lagi, jadi tinggal cari yang second, kalau ga salah second-nya berada pada kisaran harga 60 jutaan, entah bolong atau isi.

Honda Hornet 250

Motor street fighter (saya lebih sukanya nyebut motor touring hehehe…) ini dibekali mesin DOHC 4 slinder dengan total ruang pembakaran 250 cc, sudah cukup aduhai untuk melibas jalanan antar kota-antar provinsi di Indonesia dikarenakan powernya mencapai 40 hp lebih tinggi dari Honda CBR 250 (26 hp) dan Ninja 250 (31 hp) sekalipun.

Itu kalau punya dana cukup untuk nebus keduanya, kalau ga cukup ya syukur-syukur bisa ngedapetin motor dual purpose, yang menurut saya cocok digunakan disegala kondisi jalan. Nah di Indonesia sendiri sudah ada motor dual purpose yang beredar di pasaran resmi yaitu Kawasaki D-Tracker 150. Jadi, satu motor, ga terlalu merepotkan untuk kemacetan dan juga nyaman untuk antar kota-antar provinsi.

Naah bangun deh alias sekarang sedang tidak bermimpi.

Namun karena sudah keduluan kepincut sama motornya kang Primus akhirnya yang keduluan kepinang adalah Honda Tiger Revo, motor yang katanya bermesin jadul (GL) dengan ruang pembakaran 200 cc, ternyata ergonominya muantap banget dan terasa banget ketika dipakai keluar kota. Powernya yang cuma 16,7 Hp terkadang masih membuat kurang puas ketika ketemu jalanan kosong melompong… pong… pong… pong… Kalau pemakaian dalam kota, yah harus banyak-banyak sabar aja lah membawa motor seberat itu di kemacetan Kota. Well daripada tidak ya syukuri saja. Kan firman Allah yg artinya: “Sungguh jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah (nikmat-Ku), namun bila kalian kufur sesungguhnya azab-Ku amat pedih”. Mudah-mudahan kalau disyukuri dan dinikmati akan ada rezeki yang ga disangka-sangka dan bisa untuk menebus motor-motor impian di atas.

Dan dalam perjalanannya selama hampir 3 tahun, Tiger Revo yang saya beri nama Siti ini sudah menemani kesibukan saya di dalam kota dan perjalanan ke beberapa kota, seperti; Serang-Pandeglang, Bogor-Bandung-Garut-Tasik-Ciamis-Banjar dan Sukabumi Ujung alias Ujung Genteng.

Alhamdulillah

Tour de' Pandeglang

Tour de' Ujung Genteng

Tour de' Banjar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s