Inilah Hidup, Kawan…!!!

Terbangun jam 11 malam, TV masih menyala dan nampak acara yang sedang berlangsung adalah “Bukan Empat Mata”. Sebuah acara yang entah apa manfaat yang bisa diambil darinya. Namun tiba-tiba saja acara ini menjadi menarik ketika dipanggilkan seroang bintang tamu, seorang laki-laki berusia 50-an yang diminta menceritakan perjalanan hidupnya.

Beliau bernama Sriyono, pada masa mudanya beliau adalah seorang milyarder, pengusaha somay dan mempunyai banyak kios di beberapa mall. Allah begitu memanjakannya dengan kekayaan sehingga ia lupa diri. Ia hanya sibuk hura-hura dan menikmati kekayaannya dengan jalan yang jauh dari kesyukuran.

Hingga pada usia di atas 40 pun ia belum mau menikah dan tetap saja ingin menikmati hidupnya dengan cara seperti itu. Barulah pada usia 43 tahun ia mulai sedikit melihat kegelapan cara hidupnya hingga pada usia 45 tahun ia memutuskan menikah meskpun orang yang ia nikahi adalah seorang wanita yang sudah ia hamili terlebih dahulu. Seorang mahasiswi semester 3 berusia 19 tahun.

4 bulan setelah menikah, mereka dikaruniai seorang anak. Dan 4 bulan setelah anak yang pertama lahir, istrinya pun hamil kembali sehingga dalam waktu dekat mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Kini ia menikmati hidupnya dengan kebersamaan keluarga kecilnya. Ia pun mulai tidak fokus dengan usahanya tersebut dan lebih banyak menyerahkan pengelolaannya kepada saudara-saudaranya. Pada tahun 2003 usahanya mulai goyah dan pada tahun 2004 usahanya benar-benar rata dengan tanah. Ia tak punya apa-apa lagi, hingga istrinya pun meninggalkannya dan ia tak bisa bertemu anaknya lagi.

Ia mencoba bangkit secara perlahan, dimulai dengan membeli sepeda secara kredit yang digunakan untuk berjualan somay, begitu pula bahan-bahan pembuatan somay pun ia dapat dengan berhutang, dan rumah yang ia tempati pun mengontrak dengan membayar harian di Kebayoran Lama. Mulailah ia rintis kembali usahanya dengan berjualan somay keliling menggunakan sepeda, namun yang unik kali ini adalah ia berjualan dengan warna serba pink, mulai dari sepeda dan perangkat somaynya, pakaian, topi, sepatu dan kaus kaki hingga kacamata pun berwarna pink. Dan kini ia sudah mampu menyewa kios untuk somaynya dengan harga 45 juta setahun. Beliau begitu mensyukuri keadaannya saat ini, terlebih ia telah bisa bertemu anaknya pada januari yang lalu. Nampak kini ia telah menjadi bijak dengan kehidupannya.

Inilah hidup, kawan! Hidup tak akan selamanya indah dan flat. Pasti ada fase yang begitu menguji jiwa dan menghantam asa kita ke tanah. Apapun bentuk dan caranya Allah akan membuat hidup kita bergejolak. Namun yang mampu tetap eksis adalah mereka yang tekun dan tentunya mengingat Allah di atas segalanya.

Baca juga: Link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s