Terhempas

Saat ku telah menyimpulkan apa yang kurang dalam hidupku
Saat ku telah teramat yakin kau membawakannya untukku
Tiba-tiba kau buka topengmu
Kau tunjukkan keserigalaanmu

Mencabikku dengan keegoisan
Merobek hatiku dengan celaan
Mengkambinghitamkan diriku dalam ketidakadilan romansa cinta
Mulutmu benar-benar bertaring dalam hiasan yang sempurna

Saat bersamaan
yang telah ku genggam semakin terharu biru
Suasanapun tak mendukung anak-anak tangga yang kutapaki
terjatuh, terpelanting, terperosok

kulihat ayat-ayat ilahi
sulit kugenggam, kulantunkan dan kuderaikan dengan airmata

Ingin sekali kubuncahkan darah dari nadi ini
tapi apa yang akan kujawab kepada para malaikat

pergi … jangan pernah kembali …
apa pedulimu dengan keterhempasanku
kini yang kutatap adalah keberkahan
atas sebuah kehilangan
meski harus kubayar dengan sesak, airmata dan kejumudan sesaat.

3 Desember 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s