Lapang Dada

Lapang dada adalah amal yang gampang-gampang susah. Disebut gampang karna memang amal itu tidak menuntut pekerjaan yang berat, cukup menyuruh kita untuk membiarkan sesuatu. Disebut susah karna amal itu adalah pekerjaan hati sedangkan hati adalah organ tubuh yang sering kali sulit dikendalikan. Karna itu disini letak urgensi dzikir dan memohon petunjuk kepada Allah Dzat Yang membolak-balikkan hati.

Dalam proses interaksi sosial dan berorganisasi, amalan ini menuntut internalisasi dalam diri setiap pribadi-pribadi, dan menuntut totalitas penerapannya. Karna bila tidak, interaksi akan mati suri atau prematur produktivitasnya, dan organisasi akan rapuh laksana dimakan rayap. Apalagi ketika pribadi-pribadi yang berkumpul dan berinteraksi adalah mereka yang sudah memiliki dan membangun karakter dan kepribadiannya masing-masing.

Terkadang ada sebuah karakter dan kepribadian yang materialistis, melankolis, pemarah dan sebagainya. Di zaman sekarang ini sulit sekali menemukan karakter dan kepribadian yang sempurna. Termasuk saya sendiri, tak pernah ingin merasa karakter dan kepribadian saya sudah sempurna. Namun satu hal yang tetap ingin saya pegang adalah bahwa saya tetaplah orang yang memiliki karakter dan kepribadian yang saya bangun dari ilmu-ilmu yang saya pelajari setelah digodok oleh proses berpikir, namun juga saya harus menyadari bahwa orang lain pun memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda yang perlu saya hargai. Pada saat itulah perlu adanya toleransi dan perenungan dalam memikirkan segenap perbedaan dan tidak terburu-buru membangunperselisihan.

Dengan lapang dada, banyak hal akan terasa lebih mudah. Perumpamaan orang yang tidak berlapang dada seperti seorang yang sedang berada di kamar mandi, ketika ada kecoa saja sudah membuat takut atau tidak nyaman. Tapi perumpamaan orang yang berlapang dada laksana di lapangan luas, ada kerbau yang berkali-kali lebih besar dari kecoa, ia masih bisa lebih tenang.

Laksana segenggam garam ketika dituang ke segelas air, air itu akan terasa sangat asin, tapi ketika segenggam garam di tabur di telaga maka telaga itu tetaplah segar airnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s