Kehadiranmu

Sebuah judul sederhana untuk berbagai kisah klasik. Namun tak dapat kutampik kehadiranmu yang begitu unik. Kau mereinkarnasi semangat itu, kau mengguyur jiwa yang gersang, kau tiupi hati yang perih, kau hangatkan pikiran yang beku. Entah apakah ini sebuah eforia atau obyektivitas dalam bingkai cinta.

Cinta yang sama melawan problem yang sama, oleh aku yang sama bersama kamu yang beda. Maafkan aku bila mengajakmu menyelesaikannya. Namun keputusanmu membumbung gelora di dadaku ke langit dan menanam sepiku ke pusat bumi.

Kamu dan mereka sama, yang selalu ku puja dengan segala rasa dan curahan yang ku bisa, namun apakah aku salah bila itu adalah karakter kesejatian cinta. Karna yang tak pernah lekang adalah keyakinan bahwa kita akan mencapai tujuan kita dengan keyakinan tiada tara.

Rasa takut akan kegagalan pun tetap menghantui seperti yang sudah-sudah. Namun hal itu tak menyurutkan langkahku untuk sebuah cita, karena aku ibarat kereta yang tak hendak berhenti kecuali di stasiun kehidupan, seraya menyeru kepada orang-orang sepertimu; kamu ikut atau tidak karna aku akan terus melaju. Ternyata kau melompat dan merajuk atas keteduhan dalam menemani perjuangan panjang dalam warna kelabu, hatiku luluh dalam keteduhan dua mata cerahmu dan sejuknya ketulusanmu. Jangan kau turun di stasiun berikutnya.

Apa sih yang kurang darimu yang membedakan dirimu dan dia? Meski jelas ku tahu namun tak sanggup ku mengungkapnya, semuanya tertutupi oleh rasa syukurku atas kekuatan karakter, keselarasan emosi, dan irama hasrat yang kau bawakan kepadaku, sembuh… sembuh… sembuh…, bangkit… bangkit… dan bangkit… Serasa ku ingin berteriak di atas puncak tertinggi di dunia mengabarkan kepada para penghuninya “aku baik-baik saja”

Kau lumat dendam kesumatku, atas janji palsu dari mulut manis nan berbisa, atas penyerahan mematikan dan penuh racun paling berbahaya di dunia, atas kebanggaan-kebanggaan yang hanya menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya dan sekeras-kerasnya, sesaaaaaak….. andai ku boleh membunuh tentu aku akan membunuh, namun kau tarik tanganku membersihkan sumba-sumbat otakku, mendinginkan aliran darahku untuk alfa atas kejumudan asmara.

Jangan kau turun di stasiun berikutnya…..!!!!!

7 responses to “Kehadiranmu

  1. tapi kenapa gak dari awal kereta ini menurunkan aku?? tau karcis aku salah?? kenapa baru sekarang diturunkan.. setelah terbawa jauh dalam gerbong hampa ini.

    • mungkin karna sang masinis begitu papah, dengan penuh luka dan kegontaiannya ia harus melaju keretanya, ia yang mengendalikan ia pula yang memeriksa penumpang, baginya orang yg ingin masuk ke dalam kereta rombeng dan aneh ini adalah orang yg sudah tau rute keretanya, ternyata penumpang itu salah besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s