bukan kereta Tua tapi kereta dengan T besar

kereta rombeng itu masih terus berjalan

entah sebagai pendulang cita

atau penoreh sejarah

dalam cerita si kakek terhadap cucunya

dengan mukaddimah kata “doeloe”

berkata mu’adz bin Jabal:

“ijlis binaa nu’min saa’ah”

“duduklah bersama kami,

kita perbaharui iman sejenak”

berhenti sejenak wahai kereta

lihat compang-campingmu

dalam mulut-mulut dan kpribadian akar rumput

atau di menara gading ternyata lebih parah

untukku untuk semua

sesungguhnya kami ini kaum yg mncintai nasihat

Tangerang, 23 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s