Azzam dari Galunggung

aaah… hidup ini terlalu mubadzdzir

tanpa dihiasi visi, misi, dan sasaran yg kental dgn karakter kita

meski dalam mencapainya

harus ada torehan kelabu dlm kepingan sejarah kita

tak perlu takut memasuki persimpangan kelabu

daripada memilih jalan lain

yg hanya kau anggap nyaman tuk emosimu

lebih baik menjadi orang yg berpikiran “besar”,

meski akhirnya menjadi orang yg “biasa” saja

daripada menjadi orang yg berpikiran “biasa”

masih untung tetap menjadi orang “biasa”

bagaimana bila jadi “kerbau”

Kelabu itu bukanlah hitam di atas putih

yang hanya ditelaah dari paham standar dan apologi

dia adalah realita, irama hati dan karakter, dan harapan kuat

yg semuanya bercampur dalam puncak kerumitan

dibingkai dalam luasnya toleransi karena kelembutan Tuhan

kemudian diracik oleh perenungan panjang dan ketelitian

dalam wadah kesyahduan munajat dan kesabaran

aku tak ingin disibukkan oleh aib saudaraku,

gunjingan, celaan apalagi ghibah

tanpa itu semua sudah cukup menjadi penduduk surga

tinggal bagaimana ku berlomba dan bersabar

dalam munajat, khusyu’ dan taqwa

ku tak ingin lagi bicara

karna kalian tak pernah mengerti arti kelabu

bahasaku hanya dgn bukti

bahwa aku………….;

masih tegap perkasa

menjelang kembali kepada-Nya

18 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s