Dua Gurat Wajah

Lagi-lagi engkau menangis
sayangnya waktuku sudah hampir habis
harapan pun sudah berkeping-keping
empati sudah mati
terbunuh oleh kebodohan
simpati berdiri hanya atas nama Tuhan
antipati…???
yaaaah kamu sudah tau itu
dari diamku, irama lisan dan gerakku

Ku hanya meminta engkau kembali kepada Tuhan
karena manusia itu lemah, bodoh, egois dan tak pantas diharap
sulitkah itu…?? lalu siapa kamu sebenarnya…???
siapkan kelembutanmu untuk mereka
karena begitulah kamu diciptakan
dan dari situ pulalah kekuatanmu terpancar
sulitkah itu…?? Lalu siapa kamu sebenarnya…???

nilai yang kudapat darimu; kamu menipuku,
atau terjerembab dalam lubang ghuruuuuuur, riyaaaa
dan terlupa bersyukuuuuur
ironisnya ada batu di hati dan pikiranmu
lengkaplah sudah

kini kubalikkan badanku

hey kau yang di sana
mengaku-ngaku mengayomiku
ternyata kau menjebakku
dengan roman picisan
tak serelevan dengan bukti
dari realitas gejolak hatimu

ketika aku muak kau juga menangis
antiklimaks sikapku membuat kau minta maaf
namun tak ada arti yang kudapat
semuanya menyakitkan

penentuan nasibmu adalah hari ini
bukan nanti ketika sang raja telah dinobatkan

aaaah sudahlah…
tidurlah kalian
biar aku yang terjaga
merenda sesak
menghitung mimpi
untuk kemudian menyulap situasi

12 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s